Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Niat Mandi Wajib: Bacaan, Tata Cara, dan Dalil Lengkap

Irvan Sihombing
18/11/2025 09:16
Niat Mandi Wajib: Bacaan, Tata Cara, dan Dalil Lengkap
Ilustrasi(Freepik)

Mandi wajib adalah cara umat Islam menyucikan diri dari hadas besar, seperti setelah junub, haid, atau nifas. Artikel ini akan menjelaskan niat mandi wajib, tata cara, dan dalil dari Al-Qur'an serta hadits secara lengkap dan mudah dipahami. Dengan memahami ini, Anda bisa menjalankan ibadah dengan benar.

Apa Itu Mandi Wajib?

Mandi wajib adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar agar seseorang kembali suci dan boleh melaksanakan ibadah, seperti salat atau membaca Al-Qur'an. Mandi wajib dilakukan setelah kondisi tertentu, seperti keluar mani, hubungan suami istri, selesai haid, atau nifas. Niat mandi wajib menjadi bagian penting karena niat adalah penentu sahnya ibadah.

Dalil Mandi Wajib dari Al-Qur'an

Perintah mandi wajib disebutkan dalam Al-Qur'an, Surah Al-Maidah ayat 6:

Arab: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aydiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bayn. Wa in kuntum junuban faṭṭahharū.

Terjemah: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, maka mandilah."

Dalil dari Hadits Shahih

Dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

Arab: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Latin: Innamal a‘mālu binniyyāti wa innamā likullimri’in mā nawā.

Terjemah: "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan pentingnya niat, termasuk dalam niat mandi wajib.

Bacaan Niat Mandi Wajib

Berikut adalah bacaan niat mandi wajib yang umum digunakan:

Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf‘il hadatsil akbari lillāhi ta‘ālā.

Terjemah: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala."

Niat ini diucapkan dalam hati saat memulai mandi wajib. Anda tidak perlu melafalkannya keras-keras, karena niat adalah urusan hati.

Niat Mandi Wajib untuk Kasus Khusus

Untuk kondisi tertentu, seperti setelah haid atau nifas, niatnya bisa disesuaikan, tetapi secara umum niat di atas sudah mencakup semua keadaan hadas besar.

  • Contoh niat setelah haid: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena haid karena Allah Ta’ala."
  • Contoh niat setelah nifas: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena nifas karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Mandi Wajib yang Benar

Agar mandi wajib sah, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Membaca niat mandi wajib dalam hati.
  2. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
  3. Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang kotor.
  4. Berwudu seperti wudu untuk salat.
  5. Mengguyur air ke seluruh tubuh, dimulai dari kepala, lalu sisi kanan, kemudian sisi kiri, hingga seluruh tubuh terbasahi.

Pastikan air mengalir ke seluruh tubuh, termasuk rambut dan bagian lipatan kulit.

Tips agar Mandi Wajib Lebih Mudah

  • Gunakan air bersih dan mengalir.
  • Siapkan sabun atau sampo untuk membersihkan tubuh secara menyeluruh.
  • Lakukan dengan tenang agar niat dan tata cara terjaga.

Kapan Harus Melakukan Mandi Wajib?

Mandi wajib diperlukan dalam situasi berikut:

  • Setelah keluar mani, baik karena mimpi basah atau lainnya.
  • Setelah hubungan suami istri.
  • Selesai haid bagi wanita.
  • Selesai nifas setelah melahirkan.
  • Ketika masuk Islam bagi mualaf.

Pertanyaan Umum tentang Niat Mandi Wajib

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan:

  • Apakah niat harus diucapkan keras? Tidak, niat cukup dalam hati.
  • Bagaimana jika lupa niat? Jika lupa niat, mandi wajib tidak sah. Ulangi dengan niat yang benar.
  • Bolehkah mandi wajib digabung dengan mandi biasa? Boleh, asalkan niat mandi wajib diutamakan dan tata cara diikuti.

Kesimpulan

Niat mandi wajib adalah langkah awal untuk menyucikan diri dari hadas besar. Dengan memahami bacaan niat, tata cara, dan dalilnya, Anda bisa menjalankan ibadah dengan lebih yakin. Pastikan selalu mengikuti langkah-langkah yang benar agar mandi wajib sah dan ibadah diterima Allah SWT.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya