Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Niat Keramas sebelum Puasa Ramadan: Hukum, Tata Cara, dan Doa Lengkap

Putri Rosmalia Octaviyani
18/2/2026 19:13
Niat Keramas sebelum Puasa Ramadan: Hukum, Tata Cara, dan Doa Lengkap
Ilustrasi keramas sebelum puasa Ramadan.(Dok. Freepik)

MENJELANG datangnya bulan suci Ramadan 2026, umat Muslim di Indonesia biasanya melakukan berbagai persiapan fisik dan spiritual. Salah satu tradisi yang sangat melekat adalah mandi besar atau keramas sebelum puasa Ramadan. Namun, sering muncul pertanyaan di tengah masyarakat: apakah mandi keramas ini merupakan kewajiban agama atau sekadar tradisi?

Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai niat keramas sebelum puasa Ramadan, hukumnya dalam fikih Islam, serta tata cara pelaksanaannya yang benar agar ibadah Anda semakin sempurna.

Hukum Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadan

Dalam literatur fikih, tidak ada dalil yang mewajibkan seseorang untuk mandi keramas secara khusus hanya karena akan memasuki bulan Ramadan. Mandi yang bersifat wajib (mandi janabah) hanya dilakukan jika seseorang dalam keadaan berhadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluar mani, atau selesai masa haid dan nifas.

Namun, para ulama menganjurkan (sunah) untuk mandi membersihkan diri sebagai bentuk penghormatan dan kesiapan diri menyambut bulan yang mulia. Hal ini selaras dengan semangat kebersihan dalam Islam. Jadi, keramas sebelum puasa Ramadan hukumnya adalah sunah atau diperbolehkan (mubah) sebagai bentuk kebersihan diri.

Bacaan Niat Keramas Sebelum Puasa Ramadan

Jika Anda ingin melaksanakan mandi ini dengan tujuan mandi sunah menyambut Ramadan, berikut adalah bacaannya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدُخُولِ شَهْرِ رَمَضَانَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu guslal lidukhuli syahri ramadhana sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat mandi untuk memasuki bulan Ramadan sunah karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Keramas Sesuai Sunah

Agar mandi yang Anda lakukan bernilai ibadah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Membaca Niat: Awali dengan niat di dalam hati untuk membersihkan diri.
  • Mencuci Tangan: Basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum masuk ke dalam air.
  • Membersihkan Kotoran: Bersihkan bagian tubuh yang kotor menggunakan tangan kiri.
  • Berwudu: Lakukan wudu dengan sempurna seperti saat akan salat.
  • Menyiram Kepala: Siram air ke kepala sebanyak tiga kali hingga merata ke pangkal rambut.
  • Menyiram Seluruh Tubuh: Basuh seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan, kemudian kiri, pastikan tidak ada bagian yang terlewat.

People Also Ask: Pertanyaan Umum Seputar Keramas Ramadan

Apakah Sah Puasa Jika Belum Mandi Wajib?

Secara hukum, puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi wajib hingga terbit fajar (waktu subuh). Hal ini didasarkan pada hadis Nabi SAW yang pernah dalam keadaan junub saat fajar kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa. Namun, mandi wajib harus segera dilakukan agar tidak meninggalkan salat subuh.

Kapan Waktu Terbaik Mandi Keramas?

Waktu yang paling umum adalah pada sore hari di hari terakhir bulan Sya'ban atau malam hari sebelum pelaksanaan salat tarawih pertama. Hal ini bertujuan agar saat memulai ibadah, tubuh dalam keadaan segar dan bersih.

Kesimpulannya, mandi keramas sebelum puasa Ramadan adalah amalan yang baik untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri. Dengan niat yang tulus, aktivitas rutin ini dapat bernilai pahala di sisi Allah SWT. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya