Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MANDI wajib adalah mandi besar yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar agar seseorang kembali dalam keadaan suci dan dapat melakukan ibadah seperti sholat, puasa, thawaf, atau membaca Al-Qur’an.
Mandi wajib setelah berhubungan badan adalah mandi besar yang dilakukan untuk mensucikan diri dari hadas besar akibat bersentuhan suami istri atau keluarnya mani, agar dapat kembali melakukan ibadah.
Bacaan Arab
Bacaan Latin
Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari minal janabati lillāhi ta‘ālā.
Artinya
“Aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari janabah karena Allah Ta’ala.”
Berdasarkan hadis dari Aisyah RA “Apabila Rasulullah SAW mandi karena junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangan, lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat, kemudian beliau menyiramkan air ke kepala tiga kali, lalu seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bacaan Arab
Bacaan Latin
Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.
Artinya
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
Doa mandi wajib setelah berhubungan adalah niat dalam hati untuk bersuci dari hadas besar karena Allah SWT, disertai tata cara dan adab yang sesuai sunnah agar mendapat pahala dan kesucian sempurna. (Z-4)
Mandi wajib tidak hanya sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga bertujuan untuk mensucikan diri secara spiritual dan fisik. Mandi Wajib setelah berhubungan badan merupakan kewajiban
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Dalam Islam, mandi wajib disebut juga mandi junub. Mandi ini bersifat wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hal seperti keluar air mani termasuk mimpi basah, berhubungan suami istri, selesai masa haid atau nifas, dan melahirkan.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved