Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perbedaan Mandi Wajib dan Mandi Sunah Ramadan: Panduan Hukum & Tata Cara

Putri Rosmalia Octaviyani
18/2/2026 19:23
Perbedaan Mandi Wajib dan Mandi Sunah Ramadan: Panduan Hukum & Tata Cara
Ilustrasi, umat muslim berdoa.(Dok. Freepik)

MEMASUKI bulan suci Ramadhan 2026, kesucian lahir dan batin menjadi prioritas utama umat Muslim. Di Indonesia, tradisi mandi keramas sebelum puasa atau yang sering disebut "padusan" menjadi pemandangan umum. Namun, secara fikih, terdapat perbedaan mendasar antara Mandi Wajib (Janabah) dan Mandi Sunah menyambut Ramadhan yang harus dipahami agar tidak terjadi kesalahan dalam menjalankan ibadah.

Kesalahan dalam memahami status mandi ini tidak hanya berpengaruh pada kesegaran fisik, tetapi juga berimplikasi langsung pada sah atau tidaknya ibadah salat yang menyertai puasa tersebut.

Apa Itu Mandi Wajib (Janabah)?

Mandi wajib atau mandi janabah adalah mandi yang hukumnya wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar. Tanpa melakukan mandi ini, seseorang dilarang melaksanakan ibadah tertentu seperti salat, tawaf, dan membaca Al-Qur'an.

Penyebab mandi wajib meliputi:

  • Keluarnya sperma (al-maniy) baik karena mimpi basah atau sebab lain.
  • Berhubungan suami istri (jima'), meskipun tidak keluar sperma.
  • Selesainya masa haid bagi wanita.
  • Selesainya masa nifas (darah setelah melahirkan).

Apa Itu Mandi Sunah Menyambut Ramadhan?

Berbeda dengan mandi wajib, mandi menyambut Ramadhan hukumnya adalah sunah (dianjurkan). Tujuannya adalah untuk membersihkan badan agar segar dan semangat dalam memulai rangkaian ibadah di bulan suci. Mandi ini tidak bertujuan menghilangkan hadas besar, melainkan sebagai bentuk penghormatan (tazim) terhadap bulan Ramadhan.Tabel Perbandingan: Mandi Wajib vs Mandi Sunah

Aspek Mandi Wajib Mandi Sunah
Hukum Wajib (Fardu) Sunah
Penyebab Hadas Besar Masuk Bulan Suci
Tujuan Syarat Sah Salat Kebersihan Diri

People Also Ask: Pertanyaan Kritis Seputar Mandi Ramadhan

1. Apakah Puasa Sah Jika Belum Mandi Wajib Saat Imsak?

Berdasarkan hadis Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, Nabi Muhammad SAW pernah menjumpai waktu fajar dalam keadaan junub setelah berhubungan dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa. Artinya, puasa Anda tetap sah. Namun, Anda harus segera mandi agar bisa melaksanakan salat Subuh tepat waktu.

2. Bolehkah Menggabungkan Niat Mandi Wajib dan Mandi Sunah?

Boleh. Dalam kaidah fikih, jika seseorang memiliki kewajiban mandi janabah bertepatan dengan waktu mandi sunah, ia boleh menggabungkan keduanya dalam satu kali mandi dengan dua niat sekaligus. Ia akan mendapatkan kesucian dari hadas besar dan pahala sunah menyambut Ramadhan.

Bacaan Niat Gabungan (Wajib & Sunah)

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ وَلِدُخُولِ رَمَضَانَ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari wa lidukhuli ramadhana fardhan lillahi ta'ala."

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dan untuk memasuki bulan Ramadhan fardu karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Sesuai Sunah (Checklist)

Untuk mendapatkan kesempurnaan dalam bersuci, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Niat: Ucapkan dalam hati sesuai kondisi (wajib/sunah).
  2. Basuh Tangan: Cuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
  3. Bersihkan Najis: Bersihkan area kemaluan dengan tangan kiri.
  4. Berwudu: Lakukan wudu sempurna seperti akan salat.
  5. Basuh Kepala: Guyur air ke kepala hingga merata ke akar rambut.
  6. Ratakan Air: Siram seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri.

Kesimpulannya, memahami perbedaan antara mandi wajib dan mandi sunah adalah bagian dari kesempurnaan ilmu sebelum amal. Pastikan Anda memulai Ramadhan 2026 ini dalam keadaan suci secara lahiriah agar batin lebih siap menerima keberkahan. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya