Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Urutan Mandi Wajib setelah Berhubungan Suami Istri: Niat, Tata Cara, dan Doanya Lengkap!

 Gana Buana
18/12/2025 21:22
Urutan Mandi Wajib setelah Berhubungan Suami Istri: Niat, Tata Cara, dan Doanya Lengkap!
Niat mandi wajib setelah berhubungan.(Freepik)

Mandi wajib (mandi junub) adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar yang menyebabkan seseorang tidak boleh shalat, thawaf, menyentuh mushaf (menurut banyak pendapat), dan ibadah tertentu lainnya. Salah satu penyebabnya adalah berhubungan suami istri (jima’), baik keluar mani maupun tidak.

Artikel ini membahas niat mandi wajib setelah berhubungan dan urutan mandi wajib yang benar menurut sunnah.

Bagaimana niat mandi wajib setelah berhubungan?

  • Niatnya di dalam hati saat mulai mandi: “Saya niat mandi untuk mengangkat hadas besar karena Allah Ta’ala.”

Bagaimana urutan mandi wajib yang benar?

  • Ringkasnya: niat → basuh tangan → bersihkan kemaluan/kotoran → wudhu → siram kepala 3x → ratakan air ke seluruh tubuh (mulai kanan) → pastikan tidak ada bagian yang terlewat.

Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan

1) Niat dalam hati (yang utama)

Niat cukup di dalam hati, dilakukan saat mulai mandi.

Makna niat:

“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.”

2) Lafal niat (opsional, untuk membantu menghadirkan niat)

Arab:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janābati lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah karena Allah Ta’ala.”

Catatan: Melafalkan niat tidak wajib. Yang wajib adalah niat dalam hati.

Tata Cara Mandi Wajib Menurut Sunnah (Langkah demi Langkah)

Berikut urutan yang umum diajarkan dalam fikih dan sesuai praktik mandi Nabi (secara ringkas):

1) Mulai dengan niat

Niat mengangkat hadas besar ketika mulai mandi.

2) Mencuci kedua tangan

Basuh tangan 2-3 kali untuk kebersihan awal.

3) Membersihkan bagian yang kotor (kemaluan/area najis)

Bersihkan sisa cairan, kotoran, atau najis yang ada di tubuh.

4) Berwudhu seperti wudhu untuk shalat

  • Lakukan wudhu (membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, membasuh kaki).
  • Boleh menunda membasuh kaki sampai akhir mandi jika lantai becek—ini juga dikenal dalam sebagian riwayat/praktik.

5) Menyiram kepala 3 kali sampai kulit kepala terkena air

  • Pastikan air mencapai pangkal rambut dan kulit kepala.
  • Bagi yang berambut tebal/panjang, sela-sela rambut agar air merata.

6) Menyiram seluruh tubuh hingga merata (utamakan kanan dulu)

  • Siram seluruh tubuh, mulai dari sisi kanan lalu kiri.
  • Gosok ringan (dalk) agar air merata, terutama area lipatan.

7) Pastikan tidak ada bagian yang terlewat

Perhatikan area yang sering terlewat:

  • belakang telinga
  • lipatan ketiak
  • pusar
  • sela jari tangan/kaki
  • lipatan paha
  • bawah kuku (jika kotor tebal)

Jika sudah merata, mandi wajib selesai, dan Anda sudah suci dari hadas besar.

Apa yang Wajib dalam Mandi Wajib (Versi “Minimal Sah”)

Kalau kondisi darurat atau ingin versi paling ringkas, rukun mandi wajib (inti yang membuat sah) umumnya:

  • Niat mengangkat hadas besar
  • Meratakan air ke seluruh tubuh (tidak ada bagian yang kering)
  • Langkah lain seperti wudhu, mulai kanan, dan 3 kali siraman adalah sunnah/penyempurna.

Apakah Harus Keramas saat Mandi Wajib?

  • Intinya: air harus sampai ke kulit kepala.

Tidak selalu harus “keramas pakai sampo”, tapi bila rambut sangat tebal/berminyak sehingga air sulit sampai, maka perlu disela-sela/dibasahi benar.

Apakah Mandi Wajib Sekaligus Menggantikan Wudhu?

Dalam banyak praktik fikih, mandi wajib yang sempurna (dengan niat dan merata) dapat membuat seseorang suci sehingga tidak perlu wudhu lagi, selama tidak terjadi pembatal wudhu setelah mandi (misalnya kentut, keluar sesuatu dari qubul/dubur, dll).

Namun sebagian orang tetap berwudhu di dalam mandi untuk mengikuti sunnah dan agar lebih yakin.

Doa Setelah Mandi Wajib

  • Tidak ada doa khusus yang wajib setelah mandi wajib.

Kalau Anda berwudhu di dalamnya, Anda bisa membaca doa setelah wudhu seperti biasa (opsional).

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Apakah mandi wajib setelah berhubungan harus segera?

Boleh ditunda selama belum masuk waktu shalat yang wajib ditunaikan, namun yang lebih baik tidak terlalu lama.

2. Berhubungan tapi tidak keluar mani, wajib mandi?

Ya, jima’ sendiri mewajibkan mandi menurut mayoritas ulama.

3. Mandi wajib cukup disiram sekali?

Boleh, selama air merata ke seluruh tubuh dan ada niat. Tiga kali adalah sunnah.

Penutup

Untuk mandi wajib setelah berhubungan, cukup niat dalam hati lalu pastikan air merata ke seluruh tubuh. Jika ingin mengikuti sunnah, lakukan urutan lengkap: cuci tangan → bersihkan kemaluan → wudhu → siram kepala 3x → siram seluruh tubuh (kanan dulu) → pastikan tak ada bagian terlewat. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik