Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Panduan Praktis Mandi Wajib (Junub): Rukun, Niat, dan Langkah Sempurna

mediaindonesia.com
17/11/2025 14:09
Panduan Praktis Mandi Wajib (Junub): Rukun, Niat, dan Langkah Sempurna
Ilustrasi(Freepik)

Panduan Lengkap Mandi Junub: Syarat Sah Ibadah dan Langkah Praktis

Kebersihan (Thaharah) dari hadas kecil dan hadas besar adalah syarat utama atau syarat sah dalam berbagai ibadah krusial. Beberapa ibadah yang mewajibkan kesucian ini meliputi:

Untuk menghilangkan atau mengangkat hadas, diperlukan prosedur khusus:

  • Hadas Kecil: Dihilangkan dengan cara berwudhu.

  • Hadas Besar (Janabah): Dihilangkan dengan Mandi Wajib (disebut juga Mandi Junub atau Ghusl).

Penyebab Seseorang Berstatus Junub (Wajib Mandi)

Seseorang berada dalam status junub dan wajib melaksanakan mandi besar apabila terjadi salah satu dari dua kondisi berikut, sesuai dengan penjelasan ulama:

  1. Keluarnya Air Mani: Keluarnya air mani (sperma) dari alat kelamin, baik itu terjadi secara sengaja (misalnya karena syahwat) maupun tidak sengaja (misalnya saat tidur/mimpi basah).

  2. Hubungan Suami Istri (Jima’): Melakukan persetubuhan (hubungan intim/jimak) antara suami dan istri, meskipun tidak sampai terjadi ejakulasi atau keluarnya air mani.

Dua Rukun Mandi Junub (Syarat Wajib)

Agar mandi junub Anda sah dan hadas besar terangkat, Anda wajib memenuhi dua rukun berikut. Jika salah satu rukun ini tertinggal, mandi Anda tidak sah.

1. Niat

Niat adalah penentu sah atau tidaknya ibadah. Dalam konteks mandi janabah, niat harus diucapkan atau dihadirkan dalam hati.

Lafal Niat:

Transliterasi: Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala. Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Penting (Menurut Madzhab Syafi'i): Niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke bagian tubuh.

2. Mengguyur Seluruh Badan dengan Air

Seluruh permukaan badan bagian luar harus dialiri dan terguyur air secara merata. Ini mencakup:

  • Seluruh kulit tubuh, termasuk lipatan-lipatan kulit.

  • Seluruh rambut dan bulu-bulu di badan (misalnya kumis, jenggot, bulu ketiak).

  • Air wajib sampai menyentuh kulit kepala dan pangkal rambut/bulu, memastikan tidak ada kotoran atau penghalang yang menempel.

Sunnah-Sunnah Mandi Junub (Dianjurkan)

Selain rukun yang wajib, ada sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk menyempurnakan mandi junub. Sunnah-sunnah ini disebutkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidâyah, di antaranya:

  1. Membasuh Kedua Tangan: Mencuci kedua tangan hingga pergelangan tangan sebanyak tiga kali di awal.

  2. Menghilangkan Najis: Membersihkan segala kotoran atau najis (misalnya sisa darah, kotoran) yang masih melekat pada badan.

  3. Berwudhu Sempurna: Melakukan wudhu seperti wudhu shalat sebelum mulai mengguyur badan.

  4. Mengguyur Kepala: Mengguyur kepala hingga tiga kali, disunahkan bersamaan dengan memantapkan niat.

  5. Mendahulukan Sisi Kanan: Mengguyur bagian badan sebelah kanan sebanyak tiga kali, lalu dilanjutkan dengan bagian badan sebelah kiri sebanyak tiga kali.

  6. Menggosok Tubuh: Menggosok-gosok seluruh tubuh (depan dan belakang) sebanyak tiga kali.

  7. Menyela-nyela: Menyela-nyela rambut dan jenggot (bagi yang memiliki).

  8. Memastikan Air Mengalir: Mengalirkan air ke semua lipatan kulit dan pangkal rambut/bulu. Catatan: Sebaiknya hindari menyentuh kemaluan setelah wudhu; jika tersentuh, disunahkan untuk berwudhu kembali.  Wallâhu a‘lam



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik