Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kebersihan (Thaharah) dari hadas kecil dan hadas besar adalah syarat utama atau syarat sah dalam berbagai ibadah krusial. Beberapa ibadah yang mewajibkan kesucian ini meliputi:
Shalat wajib dan sunah
Thawaf (mengelilingi Ka’bah)
I’tikaf di masjid
Menyentuh atau membawa mushaf Al-Qur'an
Untuk menghilangkan atau mengangkat hadas, diperlukan prosedur khusus:
Hadas Kecil: Dihilangkan dengan cara berwudhu.
Hadas Besar (Janabah): Dihilangkan dengan Mandi Wajib (disebut juga Mandi Junub atau Ghusl).
Seseorang berada dalam status junub dan wajib melaksanakan mandi besar apabila terjadi salah satu dari dua kondisi berikut, sesuai dengan penjelasan ulama:
Keluarnya Air Mani: Keluarnya air mani (sperma) dari alat kelamin, baik itu terjadi secara sengaja (misalnya karena syahwat) maupun tidak sengaja (misalnya saat tidur/mimpi basah).
Hubungan Suami Istri (Jima’): Melakukan persetubuhan (hubungan intim/jimak) antara suami dan istri, meskipun tidak sampai terjadi ejakulasi atau keluarnya air mani.
Agar mandi junub Anda sah dan hadas besar terangkat, Anda wajib memenuhi dua rukun berikut. Jika salah satu rukun ini tertinggal, mandi Anda tidak sah.
Niat adalah penentu sah atau tidaknya ibadah. Dalam konteks mandi janabah, niat harus diucapkan atau dihadirkan dalam hati.
Lafal Niat:
Transliterasi: Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala. Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
Penting (Menurut Madzhab Syafi'i): Niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke bagian tubuh.
Seluruh permukaan badan bagian luar harus dialiri dan terguyur air secara merata. Ini mencakup:
Seluruh kulit tubuh, termasuk lipatan-lipatan kulit.
Seluruh rambut dan bulu-bulu di badan (misalnya kumis, jenggot, bulu ketiak).
Air wajib sampai menyentuh kulit kepala dan pangkal rambut/bulu, memastikan tidak ada kotoran atau penghalang yang menempel.
Selain rukun yang wajib, ada sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk menyempurnakan mandi junub. Sunnah-sunnah ini disebutkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidâyah, di antaranya:
Membasuh Kedua Tangan: Mencuci kedua tangan hingga pergelangan tangan sebanyak tiga kali di awal.
Menghilangkan Najis: Membersihkan segala kotoran atau najis (misalnya sisa darah, kotoran) yang masih melekat pada badan.
Berwudhu Sempurna: Melakukan wudhu seperti wudhu shalat sebelum mulai mengguyur badan.
Mengguyur Kepala: Mengguyur kepala hingga tiga kali, disunahkan bersamaan dengan memantapkan niat.
Mendahulukan Sisi Kanan: Mengguyur bagian badan sebelah kanan sebanyak tiga kali, lalu dilanjutkan dengan bagian badan sebelah kiri sebanyak tiga kali.
Menggosok Tubuh: Menggosok-gosok seluruh tubuh (depan dan belakang) sebanyak tiga kali.
Menyela-nyela: Menyela-nyela rambut dan jenggot (bagi yang memiliki).
Memastikan Air Mengalir: Mengalirkan air ke semua lipatan kulit dan pangkal rambut/bulu. Catatan: Sebaiknya hindari menyentuh kemaluan setelah wudhu; jika tersentuh, disunahkan untuk berwudhu kembali. Wallâhu a‘lam
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Dalam Islam, mandi wajib disebut juga mandi junub. Mandi ini bersifat wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hal seperti keluar air mani termasuk mimpi basah, berhubungan suami istri, selesai masa haid atau nifas, dan melahirkan.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Simak bacaan doa setelah mandi wajib lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya. Pelajari juga tata cara mandi junub yang benar sesuai sunnah di sini.
Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta'ala.
Pelajari niat mandi wajib, bacaan Arab, Latin, tata cara, dan dalil Al-Qur'an serta hadits. Mudah dipahami untuk umat Islam.
Simak panduan lengkap tata cara mandi wajib (junub) yang benar sesuai syariat. Ketahui niat mandi besar setelah haid, nifas, atau berhubungan intim agar ibadah sah dan suci.
Mandi wajib merupakan mandi besar yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluar mani, haid, nifas, atau mimpi basah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved