Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Doa Mandi Junub: Niat, Tata Cara Lengkap, dan Syarat Sahnya

 Gana Buana
22/1/2026 22:32
Doa Mandi Junub: Niat, Tata Cara Lengkap, dan Syarat Sahnya
Doa mandi junub beserta artinya.(Freepik)

DALAM ajaran Islam, kesucian adalah syarat utama sebelum melaksanakan ibadah, terutama salat. Mandi junub atau mandi wajib merupakan prosedur thaharah (bersuci) yang harus dilakukan oleh setiap Muslim setelah mengalami hadas besar, seperti berhubungan suami istri, keluar mani, atau selesainya masa haid dan nifas. Tanpa mandi junub yang sah, ibadah yang dilakukan tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Artikel ini akan mengupas tuntas doa mandi junub, niat yang benar, hingga tata cara lengkap sesuai sunnah agar Anda dapat kembali dalam keadaan suci secara sempurna.

Apa Itu Mandi Junub dan Mengapa Diwajibkan?

Secara bahasa, al-janabah berarti jauh. Secara istilah syariat, junub adalah kondisi seseorang setelah keluarnya mani atau setelah melakukan hubungan seksual. Mandi junub menjadi wajib berdasarkan perintah Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi: "Dan jika kamu junub, maka mandilah."

Tujuan utama dari mandi ini bukan sekadar membersihkan fisik dari kotoran, melainkan sebuah bentuk kepatuhan spiritual untuk mengangkat hadas besar sehingga seseorang kembali diizinkan untuk memegang mushaf Al-Qur'an, masuk ke masjid, dan melaksanakan salat.

Bagaimana Bacaan Niat Doa Mandi Junub?

Niat adalah pembeda antara mandi biasa dengan ibadah. Tempat niat adalah di dalam hati, namun melafalkannya secara lisan hukumnya sunnah menurut sebagian ulama untuk memantapkan ketetapan hati.

1. Niat Mandi Junub Secara Umum (Setelah Berhubungan atau Keluar Mani)

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta'aala."

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala."

2. Niat Mandi Wajib Setelah Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillaahi ta'aala."

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas haid karena Allah Ta'ala."

Apa Saja Rukun Mandi Wajib yang Harus Dipenuhi?

Agar mandi junub dianggap sah, ada dua rukun utama yang tidak boleh ditinggalkan:

  • Niat: Dilakukan saat pertama kali air menyentuh bagian tubuh.
  • Meratakan air ke seluruh tubuh: Air harus menyentuh seluruh permukaan kulit, termasuk lipatan tubuh, pusar, hingga pangkal rambut dan bulu-bulu di tubuh.

Bagaimana Tata Cara Mandi Junub Sesuai Sunnah Rasulullah?

Untuk mendapatkan pahala yang sempurna, sangat dianjurkan mengikuti tata cara yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim:

  1. Mencuci Tangan: Basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
  2. Membersihkan Kemaluan: Gunakan tangan kiri untuk membersihkan area kemaluan dan kotoran di sekitarnya.
  3. Mencuci Tangan Kembali: Bersihkan tangan kiri dengan sabun atau tanah setelah membersihkan kemaluan.
  4. Berwudhu: Lakukan wudhu secara sempurna sebagaimana wudhu untuk salat.
  5. Menyiram Kepala: Siram air ke kepala sebanyak tiga kali hingga menyentuh pangkal rambut.
  6. Meratakan Air ke Seluruh Tubuh: Siram seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri. Pastikan semua lipatan kulit dan area tersembunyi terkena air.

Apa Perbedaan Mandi Junub bagi Pria dan Wanita?

Secara umum, tata caranya sama. Namun, bagi wanita yang memiliki rambut dikepang, Rasulullah SAW memberikan keringanan. Wanita tidak wajib melepas kepangannya asalkan air bisa meresap hingga ke pangkal rambut atau kulit kepala dengan cara menyiramkan air sebanyak tiga kali ke atas kepala.

Hal ini berbeda dengan mandi setelah haid, di mana beberapa ulama menganjurkan untuk lebih teliti membersihkan bekas darah dengan kapas yang diberi wewangian (tanpa alkohol) untuk menghilangkan aroma tidak sedap.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Mandi Besar

Apakah sah mandi junub jika masih memakai sabun?
Sah, namun disarankan untuk meratakan air ke seluruh tubuh terlebih dahulu sebagai pemenuhan rukun, baru kemudian menggunakan sabun dan sampo.
Bolehkah mandi junub tanpa berwudhu?
Mandi junubnya tetap sah asalkan seluruh tubuh sudah terkena air, karena hadas kecil otomatis terangkat saat hadas besar dihilangkan. Namun, meninggalkan wudhu berarti kehilangan keutamaan sunnah.
Bagaimana jika lupa niat saat mulai mandi?
Jika Anda teringat di tengah-tengah mandi, segera lakukan niat dan ulangi menyiram bagian tubuh yang tadi dibasuh tanpa niat.

Practical Checklist Mandi Junub Sah:

  • Pastikan tidak ada penghalang air pada kulit (cat kuku, lem, atau sisa make-up waterproof).
  • Niat dilakukan di dalam hati saat air pertama kali menyentuh kulit.
  • Air harus menjangkau seluruh pangkal rambut dan kulit kepala.
  • Pastikan air mengalir ke area lipatan seperti ketiak, belakang telinga, dan sela-sela jari kaki.

Penafian: Artikel ini disusun berdasarkan literatur fiqih Islam umum. Untuk kasus-kasus khusus, disarankan berkonsultasi dengan ahli agama atau ustadz terpercaya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya