Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM ajaran Islam, kesucian adalah syarat utama sebelum melaksanakan ibadah, terutama salat. Mandi junub atau mandi wajib merupakan prosedur thaharah (bersuci) yang harus dilakukan oleh setiap Muslim setelah mengalami hadas besar, seperti berhubungan suami istri, keluar mani, atau selesainya masa haid dan nifas. Tanpa mandi junub yang sah, ibadah yang dilakukan tidak akan diterima oleh Allah SWT.
Artikel ini akan mengupas tuntas doa mandi junub, niat yang benar, hingga tata cara lengkap sesuai sunnah agar Anda dapat kembali dalam keadaan suci secara sempurna.
Secara bahasa, al-janabah berarti jauh. Secara istilah syariat, junub adalah kondisi seseorang setelah keluarnya mani atau setelah melakukan hubungan seksual. Mandi junub menjadi wajib berdasarkan perintah Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi: "Dan jika kamu junub, maka mandilah."
Tujuan utama dari mandi ini bukan sekadar membersihkan fisik dari kotoran, melainkan sebuah bentuk kepatuhan spiritual untuk mengangkat hadas besar sehingga seseorang kembali diizinkan untuk memegang mushaf Al-Qur'an, masuk ke masjid, dan melaksanakan salat.
Niat adalah pembeda antara mandi biasa dengan ibadah. Tempat niat adalah di dalam hati, namun melafalkannya secara lisan hukumnya sunnah menurut sebagian ulama untuk memantapkan ketetapan hati.
"Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta'aala."
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala."
"Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillaahi ta'aala."
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas haid karena Allah Ta'ala."
Agar mandi junub dianggap sah, ada dua rukun utama yang tidak boleh ditinggalkan:
Untuk mendapatkan pahala yang sempurna, sangat dianjurkan mengikuti tata cara yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim:
Secara umum, tata caranya sama. Namun, bagi wanita yang memiliki rambut dikepang, Rasulullah SAW memberikan keringanan. Wanita tidak wajib melepas kepangannya asalkan air bisa meresap hingga ke pangkal rambut atau kulit kepala dengan cara menyiramkan air sebanyak tiga kali ke atas kepala.
Hal ini berbeda dengan mandi setelah haid, di mana beberapa ulama menganjurkan untuk lebih teliti membersihkan bekas darah dengan kapas yang diberi wewangian (tanpa alkohol) untuk menghilangkan aroma tidak sedap.
Penafian: Artikel ini disusun berdasarkan literatur fiqih Islam umum. Untuk kasus-kasus khusus, disarankan berkonsultasi dengan ahli agama atau ustadz terpercaya.
Simak bacaan doa setelah mandi wajib lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya. Pelajari juga tata cara mandi junub yang benar sesuai sunnah di sini.
Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta'ala.
Pelajari niat mandi wajib, bacaan Arab, Latin, tata cara, dan dalil Al-Qur'an serta hadits. Mudah dipahami untuk umat Islam.
Simak panduan lengkap tata cara mandi wajib (junub) yang benar sesuai syariat. Ketahui niat mandi besar setelah haid, nifas, atau berhubungan intim agar ibadah sah dan suci.
Panduan lengkap Mandi Junub (Mandi Wajib). Pahami 2 Rukun wajib, niat, dan sunnah penyempurna agar ibadah Anda (Shalat, Thawaf, dll.) sah.
Simak panduan lengkap doa mandi wajib setelah berhubungan suami istri, beserta tata cara sesuai sunnah, rukun, dan dalilnya agar ibadah kembali sah.
Pelajari niat dan tata cara mandi wajib yang benar sesuai syariat Islam, lengkap dengan doa dan langkah mudah untuk pemula.
Pelajari doa junub, niat mandi wajib, dan tata caranya sesuai syariat. Lengkap dengan teks Arab, Latin, dan referensi Al-Qur'an serta hadits shahih.
Mandi ini menjadi syarat sah untuk kembali menjalankan ibadah yang memerlukan kesucian, seperti shalat dan puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved