Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cara Mandi Wajib: Niat dan Tata Cara Lengkap untuk Umat Islam

 Gana Buana
17/11/2025 21:17
Cara Mandi Wajib: Niat dan Tata Cara Lengkap untuk Umat Islam
Niat dan tata cara mandi wajib yang benar sesuai syariat Islam(Freepik)

Mandi wajib adalah salah satu cara umat Islam untuk mensucikan diri dari hadas besar, seperti setelah haid, nifas, atau junub. Dalam artikel ini, kita akan membahas niat dan tata cara mandi wajib yang sesuai dengan ajaran Islam, lengkap dengan doa, langkah-langkah praktis, dan dasar syariatnya. Dengan memahami panduan ini, Anda bisa menjalankan mandi wajib dengan benar dan penuh keyakinan.

Apa Itu Mandi Wajib?

Mandi wajib, atau disebut juga mandi besar, adalah proses pembersihan tubuh secara menyeluruh yang wajib dilakukan umat Islam dalam kondisi tertentu. Menurut syariat, mandi wajib diperlukan setelah mengalami hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluar mani, haid, atau nifas. Mandi ini penting agar seseorang kembali suci untuk melaksanakan ibadah, seperti salat dan membaca Al-Qur'an.

Dasar syariat mandi wajib terdapat dalam Al-Qur'an, Surah Al-Maidah ayat 6:

Arab:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aydiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru'ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bayn. Wa in kuntum junuban faṭṭahharū.

Terjemahan: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, maka mandilah."

Niat Mandi Wajib

Niat adalah langkah awal yang sangat penting dalam mandi wajib. Tanpa niat, mandi wajib tidak dianggap sah. Niat dilakukan di dalam hati, bersamaan dengan saat mulai membasuh tubuh. Berikut adalah lafal niat mandi wajib yang umum digunakan:

Arab:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla li raf'il hadatsil akbari lillahi ta'ala.

Terjemahan: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta'ala."

Pastikan niat ini diucapkan dalam hati dengan penuh kesadaran. Anda juga bisa menyesuaikan niat sesuai keadaan, misalnya untuk mandi wajib setelah haid atau nifas, asalkan tetap fokus pada tujuan mensucikan diri karena Allah.

Tata Cara Mandi Wajib yang Benar

Untuk memastikan mandi wajib sah, ikuti langkah-langkah berikut yang berdasarkan sunnah Rasulullah SAW:

  1. Membaca niat dalam hati. Seperti disebutkan di atas, niat dilakukan bersamaan dengan membasuh bagian tubuh pertama.
  2. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali. Pastikan tangan bersih sebelum memulai mandi.
  3. Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang kotor. Gunakan tangan kiri untuk membersihkan kemaluan dan area sekitarnya.
  4. Berwudhu seperti wudhu untuk salat. Basuh wajah, tangan hingga siku, usap kepala, dan basuh kaki hingga mata kaki.
  5. Mengguyur air ke seluruh tubuh. Mulai dari kepala, lalu sisi kanan tubuh, kemudian sisi kiri. Pastikan air mengalir ke seluruh tubuh, termasuk lipatan kulit dan rambut.

Hadits yang menjadi pedoman tata cara mandi wajib ini berasal dari riwayat Aisyah RA:

Arab: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهِمَا شَعْرَهُ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غَرْفَاتٍ بِيَدَيْهِ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جَسَدِهِ كُلِّهِ

Latin: Kāna Rasūlullāhi shallallāhu ‘alaihi wa sallam iżā ightasala min al-janābati bada’a fa ghasala yadaihi, tsumma yatawadda’u kamā yatawadda’u liṣ-ṣalāti, tsumma yudkhilu yadaihi fil mā’i fa yukhāllilu bihimā sha‘rahu, tsumma yaṣubbu ‘alā ra’sihi tsalātsa gharfātin biyadaihi, tsumma yufīḍul mā’a ‘alā jasadihi kullihi.

Terjemahan: "Rasulullah SAW apabila mandi dari janabah, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya, kemudian berwudhu seperti wudhu untuk salat, lalu memasukkan tangannya ke air dan menyisir rambutnya dengan jari-jari, kemudian mengguyur kepalanya tiga kali dengan kedua tangan, lalu mengalirkan air ke seluruh tubuhnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Tips Praktis untuk Mandi Wajib

  • Gunakan air yang bersih dan mengalir.
  • Pastikan tidak ada bagian tubuh yang kering, termasuk rambut dan lipatan kulit.
  • Jika air terbatas, cukup guyur secukupnya asal merata.
  • Lakukan dengan tenang dan penuh kesadaran untuk ibadah.

Kapan Mandi Wajib Harus Dilakukan?

Mandi wajib wajib dilakukan dalam beberapa kondisi, seperti:

  • Setelah berhubungan suami istri.
  • Setelah keluar mani, baik karena mimpi basah atau lainnya.
  • Selesai haid atau nifas bagi wanita.
  • Ketika seseorang masuk Islam (untuk menyucikan diri).
  • Sebelum melaksanakan ibadah tertentu, seperti salat Jumat (disunnahkan).

Kesalahan Umum saat Mandi Wajib

Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi dan perlu dihindari:

  • Tidak membaca niat dengan benar.
  • Meninggalkan sebagian tubuh tanpa terkena air.
  • Tidak berwudhu terlebih dahulu sesuai sunnah.
  • Terburu-buru sehingga tidak memastikan air merata.

Manfaat Memahami Niat dan Tata Cara Mandi Wajib

Dengan memahami niat dan tata cara mandi wajib, Anda bisa:

  • Menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan sah.
  • Menjaga kesucian diri sesuai syariat.
  • Mendapatkan ketenangan hati karena menjalankan perintah Allah.

Kesimpulan

Mandi wajib adalah ibadah penting untuk mensucikan diri dari hadas besar. Dengan memahami niat dan tata cara mandi wajib yang benar, Anda bisa menjalankannya sesuai syariat dan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Pastikan untuk selalu membaca niat, mengikuti langkah-langkah sesuai sunnah, dan menghindari kesalahan umum. Semoga artikel ini membantu Anda memahami cara mandi wajib dengan mudah dan praktis! (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya