Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH masa haid berakhir, seorang muslimah wajib melakukan mandi besar atau mandi wajib. Ini termasuk doa keramas setelah haid yang benar agar tubuh kembali suci. Mandi ini penting untuk melanjutkan ibadah seperti shalat dan puasa. Dalam panduan ini, kita bahas niat, tata cara, serta dalil dari Al Quran dan hadits shahih. Semua disajikan sederhana agar mudah dipahami.
Haid adalah hadas besar yang menghalangi ibadah tertentu. Setelah darah haid berhenti, mandi wajib harus dilakukan segera. Doa keramas setelah haid adalah bagian dari niat mandi untuk membersihkan diri secara lahir dan batin. Dengan ini, kamu bisa kembali beribadah dengan tenang. Proses ini tidak rumit, asal ikuti langkah sunnah.
Al Quran menekankan pentingnya bersuci setelah haid. Salah satu ayat utama adalah Surah Al-Baqarah ayat 222:
Wa yas'alūnaka 'ani al-maḥīḍi qul huwa adhan fa'tazilū an-nisā'a fī al-maḥīḍi wa lā taqrabūhunna ḥattā yaṭhurna fa-idzā taṭahharna fa'tūhunna min ḥaīthu amarakumu Allāhu innal-lāha yuḥibbu at-tawwābīna wa yuḥibbu al-mutaṭahhirīn.
Artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: 'Haid itu adalah suatu kotoran.' Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Ayat ini jelas memerintahkan penyucian setelah haid, yang dilakukan melalui mandi wajib termasuk doa keramas setelah haid.
Rasulullah SAW juga menjelaskan kewajiban ini. Dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, disebutkan:
Arab:
Latin: Idzā ḥaḍat imra'atun falyutrak ṣalātuhā wa lā yuqbal min hā syai'un min ṣiyāmihā, fa idzā dzahaba al-maḥḍu falyaghsil hā makānuhū.
Artinya: "Apabila datang haid kepada seorang wanita, maka tinggalkanlah shalatnya, dan tidak diterima baginya sesuatu pun dari puasanya. Maka apabila telah berlalu (haidnya), mandilah (ia) di tempat (waktunya)."
Hadits ini menegaskan bahwa mandi wajib, termasuk keramas, adalah syarat untuk kembali beribadah.
Niat adalah syarat utama mandi wajib. Bacalah dalam hati saat mulai mandi. Berikut lafal niat doa keramas setelah haid:
Arab:
Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidhi fardhon lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena haid, fardhu karena Allah Ta'ala."
Setelah niat, lanjutkan dengan tata cara mandi. Doa ini memastikan mandi sah dan ikhlas.
Ikuti langkah-langkah ini secara urut untuk memastikan seluruh tubuh basah air:
Setelah selesai, baca doa setelah mandi: "Ashhadu an la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, wa ashhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu." (Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.)
Doa keramas setelah haid adalah kunci untuk kembali suci dan beribadah dengan khusyuk. Dengan niat yang benar, tata cara sunnah, dan dalil dari Al Quran serta hadits shahih, proses ini menjadi ibadah yang penuh berkah. Semoga panduan ini membantu kamu menjalankannya dengan mudah. (P-4)
Niat mandi junub wanita lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahan. Tata cara mandi wajib setelah haid & jimak beserta dalil Al-Qur'an dan hadits shahih.
Pelajari niat dan tata cara mandi wajib yang benar sesuai syariat Islam, lengkap dengan doa dan langkah mudah untuk pemula.
Simak panduan lengkap tata cara mandi wajib (junub) yang benar sesuai syariat. Ketahui niat mandi besar setelah haid, nifas, atau berhubungan intim agar ibadah sah dan suci.
Panduan lengkap doa mandi wajib setelah haid beserta niat dan urutannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW agar ibadah salat dan puasa kembali sah.
Setelah masa haid selesai, setiap perempuan Muslim wajib melakukan mandi wajib atau mandi junub untuk kembali suci dan bisa melaksanakan ibadah seperti salat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved