Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Imlek dan Ramadan

Nasaruddin Umar Menteri Agama RI
16/2/2026 05:00
Imlek dan Ramadan
Nasaruddin Umar Menteri Agama RI(MI/Seno)

TAHUN ini ada fenomena keagamaan menarik di Indonesia, yaitu bertemunya perayaan Imlek, hari raya umat Khonghucu sekaligus tradisi Tiongkok kuno yang dirayakan semenjak ribuan tahun lalu, dengan Ramadan, bulan suci bagi umat Islam. Kedua kelompok itu bersinergi untuk merayakan hari-hari kebesaran masing-masing. Panitia dan penyelenggaraannya pun berkoordinasi satu sama lain.

Yang lebih menarik ialah perayaan Imlek tahun ini dilaksanakan secara bersama oleh orang-orang yang masih mengindahkan tradisi nenek moyang mereka semenjak ribuan tahun lalu. Di antara kelompok yang tergabung di dalam perayaan itu tentu saja mereka yang beragama Khonghucu, yang memang menganggap tradisi Imlek bagian dari ritual keagamaan mereka.

Akan tetapi, kelompok lain, terutama yang berlatar belakang etnik Tionghoa, juga bersama-sama merayakan meskipun mereka menganggapnya hanya sebagai tradisi luhur masyarakat Tionghoa. Di antara mereka tentu ada juga beragama lain, seperti Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha.

Semula, perayaan yang berbarengan itu menjadi tantangan, bahkan menjurus menjadi sebuah problem konseptual. Akan tetapi, tantangan dan problem itu pada akhirnya dapat diselesaikan secara bersama di Masjid Istiqlal Jakarta, di bawah bimbingan Imam Besar Masjid Istiqlal.

Itu merupakan peristiwa besar yang patut dicatat di dalam sejarah bangsa Indonesia. Tidak mengherankan sepanjang jalan di pusat kota-kota besar di Indonesia tahun ini lebih semarak sebab dihiasi dengan atribut-atribut perayaan Imlek.

Pemandangan seperti itu sekaligus bukti nyata bentuk toleransi yang indah ditampilkan Indonesia di mata dunia. Saya kira tidak ada negeri di kolong langit ini seplural Indonesia, tetapi berhasil mempertontonkan indahnya sebuah perbedaan.

Lembaga-lembaga survei termasuk BPS menunjukkan angka menarik bahwa pada 2025 tingkat toleransi dan kerukunan sosial mencapai tingkat puncak tertinggi sepanjang sejarah bangsa Indonesia berdiri. Itu semua menunjukkan pemerintahan Presiden Prabowo berhasil mengangkat kepercayaan dunia internasional terhadap bangsa Indonesia.

Memang tak teringkari sejumlah titik masih tetap harus menjadi concern kita bersama, tetapi secara umum semuanya mengesankan terjadinya kematangan dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air di negeri kita.

Para panitia Imlek tahun ini terdiri dari semua agama yang ada di Indonesia, terutama dari mereka yang berlatar belakang etnik Tionghoa. Kita akan menyaksikan pertama kali Imlek dilaksanakan secara nasional dengan melibatkan semua komponen masyarakat yang berlatar belakang keturunan Tionghoa.

Mudah-mudahan pelaksanaan bulan puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang akan datang juga bisa terlaksana secara bersamaan di antara seluruh kelompok umat Islam.

Tahun ini ada sedikit masalah karena rata-rata umur bulan di hampir semua tempat di wilayah hukum Indonesia, keberadaan hilal (bulan muda) masih di bawah 2 derajat, jauh di bawah kemungkinan untuk dilihat (gairu imkan al-ru’yah) yang ditetapkan bersama oleh menteri-menteri agama Asia Tenggara yang terhimpun di dalam wadah MABIMS. Dengan demikian, mungkin tahun ini sulit dihindari perbedaan awal Ramadan.

Jauh-jauh hari Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026. Sementara itu, ormas-ormas Islam lainnya menunggu keputusan hasil sidang isbat Kementerian Agama yang akan diselenggarakan pada 17 Februari yang akan datang.

Mudah-mudahan Allah SWT bisa memberikan pertolongan kepada hamba-Nya untuk kembali merayakan puasa Ramadan dan Lebaran secara bersama sebagaimana yang terjadi pada masa-masa lampau. Namun, jika persamaan itu tidak bisa dicapai, semoga perbedaan di antara umat tidak menimbulkan konflik yang dapat melemahkan sendi-sendi umat dan warga bangsa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik