Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI bulan Ramadan, pemilihan menu sahur dan berbuka puasa menjadi kunci utama dalam menjaga stamina tubuh. Pakar Gizi IPB University, Dr. Eny Palupi, menekankan bahwa pangan lokal merupakan opsi menarik yang memiliki nilai gizi seimbang, terutama di tengah maraknya gempuran makanan instan dan produk impor.
Menurut Eny, keunggulan utama pangan lokal terletak pada kandungan nutrisi alaminya yang mampu menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kelompok umbi-umbian.
"Umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, dan talas, kaya akan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama serta dapat menjaga kestabilan gula darah," jelasnya.
Hal ini menjadi krusial mengingat kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis saat berbuka sering kali memicu lonjakan gula darah yang tidak stabil. Jika dilakukan secara terus-menerus, pola makan tinggi gula tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes di masa depan.
Selain sebagai sumber energi, Eny memaparkan bahwa kelompok kacang-kacangan lokal seperti kacang hijau, kacang merah, dan kacang tanah sangat baik dikonsumsi.
Pangan ini menyediakan protein nabati dan serat yang penting untuk memperbaiki jaringan tubuh sekaligus menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Asupan vitamin dan mineral juga bisa didapatkan secara optimal melalui sayuran lokal yang mudah ditemukan di pasar tradisional, mulai dari bayam, kangkung, kecipir, paria, bunga turi, hingga daun kelor. Deretan sayuran ini memiliki kandungan mikronutrien yang kuat untuk mendukung daya tahan tubuh.
Untuk mengembalikan energi dengan cepat setelah seharian berpuasa, buah-buahan lokal seperti pisang, pepaya, rambutan, mangga, dan salak menjadi pilihan bijak. Kandungan glukosa alaminya mudah dicerna oleh tubuh tanpa memberikan beban berlebih pada sistem metabolisme.
"Dengan berbagai pilihan tersebut, pangan lokal bukan hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak melainkan juga serat, vitamin, dan mineral esensial," tambah Eny.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aspek kesegaran menjadi nilai tambah pangan lokal. Berbeda dengan produk impor yang sering kali membutuhkan bahan pengawet karena durasi transportasi dan masa simpan yang lama, pangan lokal sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang lebih prima.
Dari sisi ekonomi dan lingkungan, mengonsumsi pangan lokal turut mendukung kesejahteraan petani setempat dan berperan dalam mengurangi jejak karbon akibat transportasi jarak jauh.
"Dengan segala keunggulan ini, pangan lokal layak direkomendasikan untuk berbuka dan sahur bergizi seimbang," pungkasnya. (Z-1)
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Diet Mediterania 2.0 menjawab tantangan tersebut dengan mengintegrasikan superfood lokal yang mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga terjangkau.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Hilangnya kedekatan masyarakat dengan pangan lokal bukan sekadar masalah perubahan selera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved