Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SUSU sapi selama ini sering dianggap sebagai primadona tunggal dalam pemenuhan gizi anak. Padahal, dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak terpaku pada susu jika akses atau harganya sulit dijangkau, karena banyak sumber pangan lain yang memiliki nilai gizi serupa.
Ahli Gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menjelaskan bahwa protein dalam piramida gizi mencakup sumber hewani dan nabati. Menurutnya, pemenuhan gizi anak tidak harus dipaksakan melalui susu jika ketersediaannya terbatas.
“Susu sapi itu di dalam piramida gizi seimbang, dia masuk ke dalam kelompok sumber protein. Jadi artinya kita tidak harus memaksakan pemberian susu jika kemudian tidak tersedia atau harganya relatif tidak terjangkau misalnya, karena mereka bisa digantikan dengan sumber protein yang lain,” ujar Rita, dikutip Senin (12/1).
Rita memaparkan bahwa protein hewani dapat diperoleh dengan mudah dari telur, daging ayam, daging sapi, hingga ikan. Sementara itu, protein nabati bisa didapat dari tahu, tempe, serta kacang-kacangan.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa tidak semua bahan pangan memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Untuk menyiasati asupan kalsium tanpa susu, Rita menyarankan konsumsi ikan yang dimakan bersama tulangnya, seperti ikan teri basah atau ikan presto.
Selain itu, tempe, kacang merah, kacang kedelai, kacang tanah, hingga sayuran hijau seperti brokoli juga menjadi sumber kalsium yang baik.
“Ketika anak diberikan makanan beraneka ragam, artinya pemberian ikan, ada sayur, tempe, kalsiumnya itu relatif bisa terpenuhi walaupun memang tidak setinggi yang terdapat pada susu sapi. Kalau mereka diberikan secara beraneka ragam, kemungkinan kalsium itu relatif bisa memenuhi kebutuhan gizi anak,” tambah Dosen Pascasarjana Universitas Faletehan tersebut.
Senada dengan pandangan ahli gizi, Pemerintah, melalui Badan Gizi Nasional (BGN), juga menerapkan prinsip fleksibilitas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menekankan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tidak perlu memaksakan menu susu jika sumber lokal tidak memadai.
Pemerintah lebih mengutamakan penggunaan produk segar yang tersedia di wilayah masing-masing untuk menjaga kualitas dan efisiensi.
"Untuk daerah-daerah yang ada sapi perahnya kami izinkan mereka memberikan susunya, tapi bagi mereka yang jauh sapi perahnya dan belum ada, saya kira tidak perlu dipaksakan menggunakan susu. Bisa diganti dengan sumber kalsium lainnya," tegas Dadan saat meninjau pelaksanaan MBG di Jakarta Utara.
Melalui pendekatan ini, pemenuhan gizi nasional diharapkan tidak lagi bergantung pada satu komoditas saja, melainkan mengoptimalkan potensi pangan lokal yang jauh lebih beragam dan mudah diakses oleh masyarakat luas. (Ant/Z-1)
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Ahli nutrisi menyarankan konsumsi serat cukup, diet seimbang, pengaturan waktu makan, pengelolaan stres, dan asam lemak omega-3
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
PENGEMBANGAN hilirisasi ayam terintegrasi dinilai sebagai langkah antisipatif negara untuk memastikan keberlangsungan swasembada protein.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Anggota DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah, menggelar rangkaian kegiatan tebus murah bertajuk PANsar Ramadhan di Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim.
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terus menjadi perbincangan publik hingga di awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved