Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Waspada Tren Pinjol Konsumtif saat Ramadan, Awas Bahaya FOMO

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 20:58
Waspada Tren Pinjol Konsumtif saat Ramadan, Awas Bahaya FOMO
Ilustrasi(Mtvn)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren kenaikan penyaluran pinjaman online (pinjol) yang konsisten selama bulan Ramadan dalam dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025. 

Fenomena ini menjadi sorotan karena penyaluran dana masih didominasi oleh kebutuhan konsumtif masyarakat.

Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University, Dr. Ranti Wiliasih, menjelaskan bahwa lonjakan pinjol di bulan suci cenderung dipicu oleh faktor psikologis dan sosial. 

Menurutnya, rasa fear of missing out (FOMO), keinginan mengikuti tren, serta kecenderungan meniru gaya hidup orang lain menjadi pendorong utama masyarakat mengakses pinjaman instan.

"Sebagian besar pinjol digunakan untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif, sehingga berpotensi menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari," ungkap Ranti dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa pinjaman untuk tujuan konsumtif seharusnya dihindari sejak dini. Penggunaan pinjaman hanya disarankan untuk kondisi yang benar-benar mendesak, seperti kebutuhan medis, musibah, atau bencana.

Risiko Gagal Bayar dan Teror Penagihan

Menurut Ranti, kemudahan yang ditawarkan pinjol sering kali menjadi bumerang. Pinjaman yang awalnya dianggap sebagai solusi cepat justru dapat berubah menjadi sumber masalah baru ketika peminjam tidak mampu melunasi kewajiban tepat waktu akibat adanya kebutuhan lain yang lebih mendesak.

"Masalah semakin bertambah ketika bunga pinjaman meningkat, sehingga utang semakin membengkak. Proses penagihan yang tidak etis, seperti pencemaran nama baik, penyebaran informasi pribadi, dan teror, dapat terjadi," tambahnya.

Risiko ini tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga dapat merusak kesehatan mental peminjam akibat tekanan dari proses penagihan yang melanggar etika tersebut.

Pentingnya Hidup Sesuai Kemampuan

Menghadapi tekanan sosial selama Ramadan, masyarakat diingatkan untuk tetap teguh pada kemampuan finansial masing-masing. Ranti menekankan bahwa tidak perlu memaksakan standar hidup yang melampaui batas kantong hanya demi validasi sosial.

"Jangan malu jika gaya hidup kita berbeda dari orang lain. Justru mestinya malu jika berutang untuk hal-hal tidak penting hanya karena ingin terlihat keren," pesannya.

Bagi mereka yang sudah terlanjur terjebak dalam jeratan pinjol, ia menyarankan untuk segera mencari alternatif pinjaman tanpa bunga dengan jangka waktu pelunasan yang lebih panjang. 

Langkah pinjaman talangan ini diharapkan dapat meringankan beban dan memberikan ketenangan sementara agar fokus pemulihan finansial dapat dilakukan.

Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup bersahaja sesuai kemampuan. Dengan keuangan yang sehat, hati akan menjadi lebih tenang dan lebih mudah untuk senantiasa bersyukur. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya