Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren kenaikan penyaluran pinjaman online (pinjol) yang konsisten selama bulan Ramadan dalam dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025.
Fenomena ini menjadi sorotan karena penyaluran dana masih didominasi oleh kebutuhan konsumtif masyarakat.
Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University, Dr. Ranti Wiliasih, menjelaskan bahwa lonjakan pinjol di bulan suci cenderung dipicu oleh faktor psikologis dan sosial.
Menurutnya, rasa fear of missing out (FOMO), keinginan mengikuti tren, serta kecenderungan meniru gaya hidup orang lain menjadi pendorong utama masyarakat mengakses pinjaman instan.
"Sebagian besar pinjol digunakan untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif, sehingga berpotensi menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari," ungkap Ranti dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa pinjaman untuk tujuan konsumtif seharusnya dihindari sejak dini. Penggunaan pinjaman hanya disarankan untuk kondisi yang benar-benar mendesak, seperti kebutuhan medis, musibah, atau bencana.
Menurut Ranti, kemudahan yang ditawarkan pinjol sering kali menjadi bumerang. Pinjaman yang awalnya dianggap sebagai solusi cepat justru dapat berubah menjadi sumber masalah baru ketika peminjam tidak mampu melunasi kewajiban tepat waktu akibat adanya kebutuhan lain yang lebih mendesak.
"Masalah semakin bertambah ketika bunga pinjaman meningkat, sehingga utang semakin membengkak. Proses penagihan yang tidak etis, seperti pencemaran nama baik, penyebaran informasi pribadi, dan teror, dapat terjadi," tambahnya.
Risiko ini tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga dapat merusak kesehatan mental peminjam akibat tekanan dari proses penagihan yang melanggar etika tersebut.
Menghadapi tekanan sosial selama Ramadan, masyarakat diingatkan untuk tetap teguh pada kemampuan finansial masing-masing. Ranti menekankan bahwa tidak perlu memaksakan standar hidup yang melampaui batas kantong hanya demi validasi sosial.
"Jangan malu jika gaya hidup kita berbeda dari orang lain. Justru mestinya malu jika berutang untuk hal-hal tidak penting hanya karena ingin terlihat keren," pesannya.
Bagi mereka yang sudah terlanjur terjebak dalam jeratan pinjol, ia menyarankan untuk segera mencari alternatif pinjaman tanpa bunga dengan jangka waktu pelunasan yang lebih panjang.
Langkah pinjaman talangan ini diharapkan dapat meringankan beban dan memberikan ketenangan sementara agar fokus pemulihan finansial dapat dilakukan.
Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup bersahaja sesuai kemampuan. Dengan keuangan yang sehat, hati akan menjadi lebih tenang dan lebih mudah untuk senantiasa bersyukur. (Z-1)
Dengan membuat kunci duplikat, tersangka dapat leluasa keluar-masuk rumah korban, yang merupakan sahabatnya sendiri, saat korban sedang tidak berada di tempat.
Aksi pencurian yang dipicu jeratan pinjaman online (pinjol) ini mengakibatkan korban merugi hingga Rp300 juta.
Dugaan kuat motif tindakan mengakhiri hidup ini berkaitan dengan tekanan finansial.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Sebelumnya pelaku ini kabur setelah membawa lari motor rekannya sendiri di Kabupaten Sidoarjo.
BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui menyalurkan bantuan 108.075 paket sembako kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia melalui program Menebar Manfaat Bersama BPKH 2026.
Baru-baru ini, ChatGPT juga melihat adanya peningkatan sebesar 5.100% dalam penggunaan prompt terkait pembuatan karikatur berbasis AI.
Perusahaan restoran Jepang, merayakan hari jadinya yang ke-13 dengan menggelar kegiatan sosial di bulan Ramadan.
Berbagai produk hasil pembinaan WBP mulai dari kerajinan tangan hingga produk olahan makanan dilaporkan habis terjual diborong oleh para pengunjung.
Pada Ramadan ini yayasan membangun sumur bor beserta bangunan MCK di Ponpes dan Majelis Ta'lim Jamiatul Hidayah, Manglad, Warung Kondang, Kabupaten Cianjur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved