Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAYAAN Idul Fitri atau Lebaran sering kali dipersepsikan sebagai momen kemeriahan. Hal ini membuat banyak orang cenderung berlebihan dalam pengeluaran, mulai dari kebutuhan pokok, pakaian baru, hingga memberi hadiah kepada kerabat.
Tidak jarang, banyak orang akhirnya terjebak dalam pinjaman online (pinjol) untuk menutupi kekurangan dana. Pinjol menjadi pilihan karena dianggap lebih privacy dan mudah diakses.
Menurut dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University Ranti Wiliasih fenomena ini dipicu oleh rasa FOMO (fear of missing out), keinginan untuk mengikuti tren, dan meniru gaya hidup orang lain.
Ia menekankan pinjol sering kali digunakan untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif, yang berisiko menyebabkan kesulitan dalam pelunasan.
MI/HO--Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University Ranti Wiliasih"Pinjaman konsumtif seharusnya dihindari, kecuali dalam keadaan mendesak seperti kebutuhan medis, musibah, atau bencana," ungkap Ranti.
Pinjol yang tadinya dianggap dapat menyelesaikan masalah, menjadi penyebab masalah ketika kita tidak dapat melunasi tepat waktu dikarenakan ada hal-hal lain yang lebih urgent.
"Masalah semakin bertambah ketika bunga pinjaman meningkat, sehingga utang semakin membengkak. Proses penagihan yang tidak etis, seperti pencemaran nama baik, penyebaran informasi pribadi, dan teror, dapat terjadi," tambahnya.
Masyarakat dapat memanfaatkan THR yang diterima untuk memenuhi kebutuhan lebaran dan untuk masyarakat yang tidak mampu, dapat memanfaatkan zakat fitrah yang diterima.
"Jika zakat fitrah atau THR tidak ada lebih baik mencari bantuan sosial atau meminjam dari kerabat atau teman yang dapat dipercaya dan memiliki keleluasaan dana," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan.
"Jangan malu jika gaya hidup kita berbeda dari orang lain. Justru mestinya malu jika berhutang untuk hal-hal tidak penting hanya karena ingin terlihat keren," pesannya.
Bagi yang sudah terjebak dalam pinjol, Ranti menyarankan untuk mencari dana pinjaman tanpa bunga dengan jangka pelunasan yang panjang untuk menutupi pinjol sehingga ke depannya dapat melunasi utang dengan lebih tenang.
"Pinjaman talangan ini bisa meringankan beban dan memberi ketenangan sementara, karena terjebak pinjol dapat sangat mengganggu dan merusak kesehatan mental," jelasnya.
Terpenting, Ranti mengajak masyarakat untuk hidup sesuai kemampuan.
"Dengan cara ini, kita dapat menjaga keuangan yang lebih sehat, dan menjadi lebih tenang. Karena hanya dengan ketenangan kita akan selalu bersyukur kepada Allah SWT," tutupnya. (Z-1)
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/3), ayah Vidi, Harry Kiss, membagikan potret dirinya bersama sang istri di depan rumah.
Perayaan malam takbiran Idulfitri 1447 H di Jawa Tengah berlangsung kondusif dengan 55 titik kegiatan aman. Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan.
Petugas kebersihan Purwakarta tetap bekerja saat Lebaran demi menjaga kota tetap bersih. Aris, salah satu petugas, rela tidak berlebaran bersama keluarga demi tugasnya.
Puan Maharani memberikan sinyal positif pertemuan lanjutan dengan Presiden Prabowo Subianto pasca pertemuan Megawati di Istana Merdeka.
Rasa fear of missing out (FOMO), keinginan mengikuti tren, serta kecenderungan meniru gaya hidup orang lain menjadi pendorong utama masyarakat mengakses pinjaman instan.
Dengan membuat kunci duplikat, tersangka dapat leluasa keluar-masuk rumah korban, yang merupakan sahabatnya sendiri, saat korban sedang tidak berada di tempat.
Aksi pencurian yang dipicu jeratan pinjaman online (pinjol) ini mengakibatkan korban merugi hingga Rp300 juta.
Dugaan kuat motif tindakan mengakhiri hidup ini berkaitan dengan tekanan finansial.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Sebelumnya pelaku ini kabur setelah membawa lari motor rekannya sendiri di Kabupaten Sidoarjo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved