Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Mengendalikan Penyakit Autoimun agar Tetap Sehat saat Idul Fitri

M Iqbal Al Machmudi
22/3/2026 13:43
Mengendalikan Penyakit Autoimun agar Tetap Sehat saat Idul Fitri
Ilustrasi.(freepik)

DI  balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan (flare up). Staf pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia  atau FKUI dr Anshari Saifuddin Hasibuan menjelaskan bahwa penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat dalam tubuh. 

Beberapa contoh penyakit autoimun yang cukup sering dijumpai di masyarakat antara lain lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, serta penyakit tiroid autoimun seperti Hashimoto dan Graves’ disease.

"Walaupun penyakit autoimun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini tetap dapat dikendalikan dengan baik sehingga pasien tetap dapat menjalani aktivitas, termasuk menikmati momen Idulfitri bersama keluarga," kata dr Anshari dalam keterangannya, Minggu (22/3).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pola hidup selama libur lebaran berpotensi memicu kekambuhan. 

Perubahan pola makan menjadi tinggi lemak, gula, dan garam, kurangnya waktu istirahat, meningkatnya stres akibat aktivitas sosial, hingga kelalaian dalam mengonsumsi obat merupakan faktor yang kerap menjadi pencetus flare up.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Anshari menekankan pentingnya pengelolaan penyakit secara menyeluruh, baik melalui terapi obat (farmakologis) maupun pengaturan gaya hidup (nonfarmakologis).

Dari sisi pengobatan, pasien diimbau untuk tetap disiplin mengikuti anjuran dokter. Terapi yang umum diberikan meliputi obat antiinflamasi untuk mengurangi nyeri, kortikosteroid untuk menekan peradangan, obat imunosupresan, hingga terapi biologis pada kasus tertentu. 

Ia mengingatkan agar pasien memastikan ketersediaan obat selama masa libur dan tidak mengubah dosis tanpa konsultasi medis. 

"Gunakan pengingat seperti alarm agar jadwal minum obat tidak terlewat di tengah kesibukan Lebaran," ujarnya.

Selain itu, pengaturan gaya hidup menjadi kunci penting dalam menjaga kestabilan kondisi autoimun. Masyarakat dianjurkan untuk tetap menjaga pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta membatasi makanan tinggi lemak, gula, dan garam. Asupan cairan yang cukup juga penting untuk mendukung fungsi tubuh secara optimal.

Di sisi lain, kualitas tidur tidak boleh diabaikan. Istirahat yang cukup, sekitar 7–8 jam per malam, dapat membantu menjaga keseimbangan sistem imun. Jika jadwal kegiatan padat, istirahat singkat di sela aktivitas dapat menjadi alternatif untuk mencegah kelelahan berlebih.

Pengelolaan stres juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Teknik relaksasi sederhana seperti latihan pernapasan, meditasi, atau aktivitas spiritual dapat membantu menjaga ketenangan. 

Dukungan keluarga juga diperlukan agar penderita tidak merasa terbebani untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Lebih lanjut, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau peregangan tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran dan mengurangi keluhan pada sendi. Namun, aktivitas berlebihan sebaiknya dihindari, terutama jika kondisi tubuh sedang tidak optimal.

Anshari juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan mencegah infeksi, mengingat infeksi dapat memicu kekambuhan pada beberapa penyakit autoimun.

Mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat diperlukan, serta membatasi aktivitas saat kondisi tubuh menurun merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan.

“Dengan pengelolaan yang baik, pasien autoimun tetap dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman dan aman. Kuncinya adalah mengenali batas tubuh dan tidak memaksakan diri," pungkasnya.(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik