Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Malam Takbiran di Jawa Tengah Kondusif, 55 Titik Aman Hampir tanpa Insiden

Hariyanto Mega
21/3/2026 19:49
Malam Takbiran di Jawa Tengah Kondusif, 55 Titik Aman Hampir tanpa Insiden
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.(MI/Haryanto)

PERAYAAN malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah di Jawa Tengah berlangsung aman dan tertib. Hingga Jumat (20/3) pukul 21.00 WIB, tidak ditemukan kejadian menonjol di 55 titik kegiatan yang tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah bersama aparat keamanan menerjunkan ribuan personel gabungan untuk memastikan kelancaran dan keamanan rangkaian perayaan Lebaran tahun ini.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan langsung dari Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idulfitri 1447 H Polrestabes Semarang di kawasan Simpanglima.

Turut hadir Kapolda Jawa Tengah Irjen l Ribut Hari Wibowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Sekda Jateng Sumarno, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, serta perwakilan instansi terkait lainnya. Pemantauan juga dilakukan melalui video conference dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ribut Hari Wibowo, menyampaikan ituasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama malam takbiran terpantau kondusif.

“Pantauan malam takbiran cukup aman dan tertib, meskipun sempat terjadi hujan rintik di Kota Semarang. Kami berharap cuaca cerah dan pelaksanaan Salat Idulfitri besok berjalan khusyuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama periode arus mudik hingga malam takbiran, tidak terdapat kejadian menonjol. Hanya tercatat satu kasus petasan di wilayah Semarang yang telah ditangani, serta satu kejadian kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Pemalang.

Kondisi kondusif ini tidak terlepas dari kesiapsiagaan sebanyak 11.800 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, instansi pemerintah, hingga organisasi kemasyarakatan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melaporkan kepada Kapolri bahwa aktivitas masyarakat tetap terkendali, termasuk kegiatan takbir keliling yang diperbolehkan dengan pengaturan bersama aparat keamanan.

“Kami laporkan, situasi di Jawa Tengah aman. Di Simpanglima sendiri tidak terlalu ramai. Kegiatan takbir keliling tetap diperbolehkan dengan pengaturan dan koordinasi,” ujarnya.

Ahmad Luthfi juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara hingga 20 Maret 2026, jumlah kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah mencapai sekitar 1,37 juta unit, sementara kendaraan yang keluar tercatat sekitar 750 ribu unit.

“Jawa Tengah masih menjadi sentral arus mudik nasional, dan terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai langkah mitigasi melalui koordinasi lintas sektor, termasuk pengaturan lalu lintas, kesiapan infrastruktur jalan, pengamanan objek wisata, dan antisipasi potensi bencana.

Selain itu, ketersediaan bahan pokok tetap dijaga agar aman dan tidak terjadi kelangkaan selama periode Lebaran. “Kami berharap situasi kamtibmas tetap terjaga, termasuk stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat,” kata Ahmad Luthfi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara seluruh unsur Forkopimda di Jawa Tengah. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.

“Terus lakukan pemantauan dan perkuat koordinasi lintas sektoral, termasuk dengan kementerian terkait,” ujarnya. (HT/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik