Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Hiruk-pikuk Lebaran: Pentingnya Batasan Diri

Basuki Eka Purnama
21/3/2026 10:10
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Hiruk-pikuk Lebaran: Pentingnya Batasan Diri
Ilustrasi(Freepik)

HARI Raya Idul Fitri sering kali dipandang sebagai momen penuh kebahagiaan dan silaturahmi. Namun, di balik kemeriahannya, tekanan sosial, pertanyaan pribadi yang mengusik, hingga kelelahan fisik dan emosional kerap membayangi sebagian orang.

Psikolog sekaligus dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah, MPsi, PhD menekankan pentingnya mengelola kesehatan mental agar perayaan Lebaran tidak berubah menjadi beban psikologis. Salah satu kuncinya adalah menetapkan batasan psikologis (psychological boundaries).

Mengatur Ekspektasi dan Batasan Diri

Menurut psikolog yang biasa disapa Mia itu, banyak orang merasa tertekan karena merasa harus selalu tampil sempurna di depan keluarga besar. 

"Kita tidak punya kewajiban dan memang tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Sering kali kita merasa harus selalu tersenyum, melayani tamu, dan menjaga suasana," ujarnya.

Ia menyarankan agar setiap individu mengenali kapasitas dirinya. Menetapkan batas waktu dan energi untuk bersosialisasi bukanlah bentuk ketidaksopanan, melainkan upaya menjaga keseimbangan emosional agar tidak mudah tersinggung atau merasa "kosong" di tengah keramaian.

Menghadapi Pertanyaan "Kapan Menikah?"

Salah satu pemicu stres terbesar saat berkumpul keluarga adalah pertanyaan retoris mengenai pencapaian hidup, seperti "kapan menikah?" atau "kapan punya anak?". Untuk menyikapinya, Mia menyarankan jawaban yang singkat namun tetap sopan.

"Masih dalam proses, mohon doanya, ya. Jawaban seperti ini cukup untuk menjaga kenyamanan tanpa harus menjelaskan terlalu banyak," katanya.

Validasi Lelah dan Ruang untuk Diri Sendiri

Kesibukan menerima tamu tanpa jeda sering kali memicu kelelahan mental. Mia mengingatkan bahwa merasa lelah di tengah suasana bahagia adalah hal yang wajar dan valid. 

Beberapa cara sederhana untuk memulihkan energi emosional antara lain:

  • Bangun lebih pagi untuk menikmati ketenangan.
  • Beristirahat sejenak di kamar di sela acara.
  • Melakukan aktivitas yang menenangkan seperti berwudu atau beribadah dengan khusyuk.

Pesan bagi yang Merayakan Sendiri

Bagi mereka yang harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga, rasa kesepian mungkin akan lebih terasa. Mia berpesan agar individu tersebut tetap menjaga koneksi melalui teknologi. 

"Hubungi orang yang disayangi, lakukan panggilan video meski hanya sebentar. Yang terpenting, jangan memendam semuanya sendirian," pesan Mia.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa Lebaran bukanlah ajang perlombaan untuk terlihat paling sukses atau bahagia. Memberi ruang bagi diri sendiri justru merupakan tanda kematangan emosional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik