Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Pekan Ketiga Ramadan, Keluhan Kesehatan Mental Melonjak 27 Persen

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 15:01
Pekan Ketiga Ramadan, Keluhan Kesehatan Mental Melonjak 27 Persen
Ilustrasi(Freepik)

TREN keluhan kesehatan masyarakat sepanjang bulan Ramadan menunjukkan dinamika yang signifikan. Data terbaru dari platform layanan kesehatan Halodoc mencatat adanya pergeseran fokus keluhan kesehatan, dengan masalah kesehatan mental justru melonjak tajam memasuki minggu ketiga puasa.

Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, mengungkapkan, di pada awal Ramadan, masyarakat umumnya mengeluhkan gangguan fisik akibat penyesuaian pola makan. Namun, situasi tersebut berubah drastis saat mendekati Idul Fitri.

“Keluhan yang semakin meningkat dari minggu ke minggu adalah terkait kesehatan mental. Puncaknya terjadi di minggu ketiga, meningkat lebih dari 27% dibandingkan sebelum Ramadan,” ujar Fibriyani, dikutip Rabu (11/3).

Tekanan Keluarga Menjadi Pemicu Utama

Fibriyani menjelaskan bahwa keluhan yang muncul cukup beragam, mulai dari gangguan tidur, rasa cemas berlebihan, jantung berdebar, hingga sesak napas. 

Berdasarkan analisis data Halodoc, pemicu utama dari kecemasan ini bukanlah faktor fisik semata, melainkan tekanan sosial.

Sebanyak 58% pemicu kecemasan berasal dari konflik atau tekanan dalam keluarga. 

Faktor-faktor tersebut meliputi ekspektasi mengenai pernikahan, kehadiran anak, kondisi ekonomi, hingga dinamika hubungan antaranggota keluarga yang memanas menjelang Lebaran

Selain itu, faktor kelelahan fisik yang terakumulasi selama tiga minggu berpuasa serta perubahan pola tidur turut memperburuk kondisi psikologis seseorang.

Kaitan Stres dengan Kesehatan Fisik

Kaitan antara kondisi mental dan fisik juga ditegaskan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam mitra Halodoc, dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD-KEMD, FINASIM. 

Menurutnya, stres yang tidak terkelola dengan baik dapat bermanifestasi pada gangguan pencernaan.

“Hormon kortisol akan meningkat saat seseorang stres. Ini bisa memicu peningkatan produksi asam lambung dan menimbulkan gangguan pencernaan,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut.

Mitigasi Melalui Teknologi AI

Untuk membantu masyarakat mendeteksi keluhan kesehatan lebih dini, Halodoc mengoptimalkan asisten digital berbasis kecerdasan buatan bernama Hilda (Halodoc Intelligence Digital Assistant). 

Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menavigasi gejala awal dan menentukan langkah medis selanjutnya, termasuk kapan saat yang tepat untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Menutup keterangannya, Fibriyani menekankan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari persiapan menyambut Lebaran. 

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kecemasan dan tidak ragu mencari bantuan profesional jika keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya