Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Pentingnya Cek Kondisi Wiper Sebelum Mudik, Jangan Anggap Sepele!

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 16:00
Pentingnya Cek Kondisi Wiper Sebelum Mudik, Jangan Anggap Sepele!
Ilustrasi(Freepik)

PERSIAPAN mudik Lebaran sering kali terfokus pada kondisi mesin, rem, dan ban. Namun, ada satu komponen kecil yang sering terlupakan namun fatal jika diabaikan: karet pembersih kaca atau wiper

Pereli nasional, Julian Johan, mengingatkan para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk memastikan komponen ini berfungsi optimal sebelum memulai perjalanan jauh.

Pria yang akrab disapa Jeje ini menekankan bahwa kejernihan kaca depan adalah kunci keselamatan, terutama mengingat cuaca yang tidak menentu selama musim mudik. 

Menurutnya, banyak pengendara yang baru menyadari kerusakan wiper saat hujan deras sudah turun di tengah perjalanan.

"Yang biasanya suka orang sepele itu karet wiper. Karet wiper tuh jadi satu hal yang penting juga untuk menjaga pandangan tetap jernih meski dalam kondisi hujan yang deras sekalipun," ujar Jeje, Selasa (10/3).

Ancaman di Balik Karet yang Getas

Masalah utama pada wiper biasanya terletak pada elastisitas karetnya. 

Seiring berjalannya waktu dan paparan panas matahari, karet akan mengeras (getas) dan tidak lagi mampu menyapu air dengan sempurna. Kondisi ini sering kali dianggap remeh karena tidak langsung memengaruhi jalannya mesin kendaraan.

Namun, Jeje mengingatkan bahwa ketidaknyamanan akibat wiper yang sudah melewati masa pakainya dapat mengganggu fokus pengemudi. 

"Jangan sampai kita baru mulai mudik dan ternyata hujan, tapi kita sudah tidak nyaman karena karet wiper kerjanya sudah tidak maksimal, sudah umur karetnya," tambahnya.

Risiko terbesar dari rusaknya komponen ini bukan sekadar suara berisik yang mengganggu telinga, melainkan hilangnya visibilitas. 

Ketika wiper gagal menyapu air secara merata, kaca akan tetap terlihat buram dan membiaskan cahaya lampu dari kendaraan lawan arah.

"Risikonya lebih ke visibilitas kita pada saat nyetir. Di luar dari kita merasa terganggu dengan suara karetnya, tapi utamanya lebih ke visibilitasnya yang tidak bisa maksimal karena saat diseka kacanya tetap buram," jelas Jeje.

Penyesuaian Gaya Mengemudi di Kala Hujan

Selain kesiapan teknis kendaraan, faktor manusia atau human error tetap menjadi perhatian utama. Jeje mengimbau agar para pemudik tidak hanya mengandalkan kondisi mobil yang prima, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan situasi di lapangan.

Kondisi jalan yang licin dan jarak pandang yang terbatas menuntut konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat cuaca cerah. Menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan adalah langkah preventif yang wajib dilakukan.

"Jadi kalau yang terkait musim hujan, memang harus juga bisa lebih menyesuaikan lagi dari gaya nyetirnya justru. Tidak boleh meleng dan harus tetap fokus," pungkasnya.

Pengecekan wiper secara mandiri sebenarnya cukup sederhana, yakni dengan melihat apakah ada bagian karet yang retak atau mencoba menyalakan air *washer* untuk melihat hasil sapuannya. 

Jika meninggalkan garis air atau suara berdecit, segera lakukan penggantian demi keamanan dan kenyamanan menuju kampung halaman. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya