Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Surat Ash-Shaffat: Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, Keutamaan Membacanya

Media Indonesia
15/3/2026 12:53
Surat Ash-Shaffat: Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, Keutamaan Membacanya
Tausiyah Subuh Ramadan di Masjid Al-Ikhlas RT 1 RW 1 Joglo Kembangan Jakarta Barat.(Dokpri)

SURAT Ash-Shaffat merupakan surat ke-37 dalam juz 23 di mushaf Al-Qur'an yang terdiri dari 182 ayat. Sebagai surat Makkiyah, Ash-Shaffat memiliki pesan sentral pada penguatan akidah dan pembersihan jiwa dari noda kemusyrikan. Nama surat ini diambil dari kata pertama pada ayat pertama, yang merujuk pada barisan para malaikat yang taat kepada Allah SWT.

Makna Filosofis Ash-Shaffat

Secara bahasa, Ash-Shaffat berarti Yang Bersaf-saf atau Yang Berbaris. Makna ini memberikan gambaran tentang keteraturan alam semesta dan ketaatan mutlak makhluk langit (malaikat) dalam menjalankan tugas dari Allah. Hal ini menjadi pelajaran bagi manusia agar memiliki disiplin dan keteguhan dalam beribadah serta menjaga kemurnian tauhid.

Asbabun Nuzul Beberapa Ayat Penting

Memahami konteks sejarah atau asbabun nuzul sangat penting untuk menyelami makna surat ini. Berikut beberapa peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat dalam Surat Ash-Shaffat:

Ayat Konteks Peristiwa
64 Turun sebagai bantahan kepada Abu Jahal yang mengejek keberadaan pohon Zaqqum di dalam api neraka. Ia menganggap api seharusnya membakar pohon, bukan menumbuhkannya. Allah menjawab keraguan itu dengan menjelaskan kekuasaan-Nya menciptakan pohon Zaqqum sebagai azab.
149-153 Teguran bagi kaum musyrik yang secara tidak adil mengeklaim bahwa malaikat adalah putri-putri Allah. Keyakinan suku Quraisy ini meliputi suku Sulaim, Khuza'ah, dan Juhainah. Padahal mereka sendiri membenci kelahiran anak perempuan.
158 Bantahan terhadap anggapan adanya hubungan kekerabatan antara Allah dengan golongan jin.

Baca juga: 25 Doa Lailatul Qadar Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Kandungan Pokok Surat Ash-Shaffat

Surat ini mencakup tiga pilar utama yang menjadi pondasi keimanan seorang Muslim:

1. Penegasan Tauhid

Ayat-ayat awal secara tegas menyatakan bahwa Tuhan semesta alam adalah Esa. Segala bentuk penyembahan kepada selain Allah, termasuk penyembahan berhala Baal oleh kaum Nabi Ilyas, dikecam dengan keras.

2. Kisah Keteladanan Para Nabi

Surat ini merangkum perjuangan para nabi dalam mempertahankan iman. Salah satu yang paling menonjol adalah kisah Nabi Ibrahim AS yang diuji untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Kisah ini menjadi puncak manifestasi kesabaran dan ketaatan seorang hamba. Ada pula kisah Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Ilyas, Nabi Luth, dan Nabi Yunus.

Digambarkan dengan jelas bagaimana penyesalan orang-orang kafir di hari pembalasan dan kenikmatan yang didapatkan oleh hamba-hamba Allah yang ikhlas di dalam surga, termasuk gambaran tentang hari kebangkitan, dialog penghuni surga, dan pedihnya siksa bagi mereka yang mendustakan rasul.

Baca juga: Makna Al-Mughni Dalil, Keutamaan Zikir, dan Cara Mengamalkannya

Keutamaan Membaca Surat Ash-Shaffat

Membaca dan mengamalkan Surat Ash-Shaffat memiliki berbagai keutamaan spiritual, di antaranya:

  • Benteng dari Gangguan Jin: Ayat 1-10 sering digunakan dalam ruqyah untuk mengusir jin jahat dan sihir.
  • Perlindungan dari Binatang Berbisa: Ayat 79 (Salamun 'ala Nuhin fil 'alamin) diyakini oleh banyak ulama sebagai doa perlindungan saat berada di tempat berbahaya.
  • Kelapangan Rezeki: Membaca surat ini secara rutin, terutama pada hari Jumat, dipercaya dapat menjauhkan dari bala dan meluaskan pintu rezeki.
  • Saksi di Hari Kiamat: Malaikat akan bersaksi bagi pembacanya bahwa ia adalah orang yang beriman kepada seluruh rasul Allah.
  • Penutup Majelis yang Sempurna: Tiga ayat terakhir (180-182) sangat dianjurkan dibaca saat mengakhiri doa atau majelis agar pahala ditakar dengan sempurna.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Kesimpulan

Surat Ash-Shaffat adalah pengingat akan kebesaran Allah dan keteguhan iman para nabi. Dengan membacanya, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga perlindungan spiritual dan penguatan akidah di tengah tantangan zaman.


FAQ (Sering Ditanyakan)

Apakah Surat Ash-Shaffat termasuk surat Makkiyah?
Ya, surat ini diturunkan di Mekah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

Mengapa ayat terakhir Ash-Shaffat sering dibaca setelah doa?
Ayat 180-182 mengandung pujian kesucian bagi Allah dan salam bagi para rasul, sehingga sangat baik digunakan sebagai penutup doa (Kaffaratul Majelis).

Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti

Kapan waktu terbaik membaca Surat Ash-Shaffat? 
Sangat dianjurkan dibaca pada hari Jumat untuk mendapatkan perlindungan dari bala dunia dan kelapangan rezeki.

Apakah benar Surat Ash-Shaffat bisa menyembuhkan penyakit? 
Secara spiritual, ayat-ayat Al-Qur'an adalah syifa (obat) dan Ash-Shaffat sering digunakan dalam metode ruqyah syar'iyyah. (i-2)

Baca juga: Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah dan Doa bagi Pemberi Zakat



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya