Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Tata Cara Pakai Mukena yang Benar agar Salat tidak Batal

Media Indonesia
18/2/2026 22:31
Tata Cara Pakai Mukena yang Benar agar Salat tidak Batal
Ilustrasi.(Freepik)

MENUTUP aurat merupakan salah satu syarat sah salat yang tidak boleh ditawar. Bagi Muslimah, penggunaan mukena menjadi standar utama dalam beribadah.

Namun, sering kali terdapat kesalahan kecil dalam cara pemakaian yang berisiko membatalkan salat karena tersingkapnya aurat tanpa disadari. Apa saja itu? Simak ulasan di bawah ini.

Titik Rawan Aurat yang Sering Terbuka saat Salat

Memahami batas aurat perempuan dalam salat adalah kunci utama. Aurat perempuan saat salat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan (hingga pergelangan). Berikut beberapa titik rawan yang harus diperhatikan:

  • Bagian Bawah Dagu: Area leher di bawah dagu sering kali terbuka karena mukena yang terlalu longgar. Dalam fikih, bagian ini wajib tertutup. Batas wajah yang boleh terlihat saat salat secara vertikal adalah dari tempat tumbuhnya rambut (dahi) hingga bagian bawah dagu. Secara horizontal, batasnya adalah dari telinga kanan hingga telinga kiri. Kesalahan yang paling umum terjadi adalah membiarkan bagian bawah dagu terbuka. Dalam mazhab Syafi'i, bagian bawah dagu (leher bagian atas yang berbatasan dengan dagu) termasuk aurat yang wajib ditutup. Oleh karena itu, saat memakai mukena, pastikan kain mukena menutup hingga tepat di bawah tulang dagu, bukan hanya di bawah bibir.
  • Pergelangan Tangan: Saat melakukan Takbiratul Ihram, pergelangan tangan sering tersingkap jika mukena tidak memiliki karet pengait di jari atau pergelangan yang pas. Telapak tangan adalah bagian yang dikecualikan dari aurat. Namun pergelangan tangan tetaplah aurat. Masalah sering muncul ketika mukena memiliki potongan lengan yang terlalu longgar. Saat mengangkat tangan (Takbiratul Ihram) atau saat sujud, kain mukena bisa merosot ke bawah dan memperlihatkan lengan.Untuk mengantisipasi ini, pilihlah mukena yang memiliki karet di bagian pergelangan tangan atau pastikan kain mukena cukup panjang sehingga saat tangan bergerak, bagian lengan tetap tertutup rapat.
  • Rambut di Dahi: Helai rambut yang keluar dari batas tumbuhnya rambut (dahi) dapat membatalkan salat. Satu helai rambut saja yang keluar dari mukena dapat membatalkan salat jika tidak segera ditutup kembali. Rambut halus di sekitar dahi sering kali luput dari perhatian. Penggunaan inner atau ciput sangat disarankan untuk memastikan rambut tidak keluar saat bergerak. Pastikan juga telinga tertutup sepenuhnya oleh mukena, karena telinga bukan bagian dari wajah.
  • Punggung Kaki: Saat berdiri maupun sujud, punggung kaki harus tetap tertutup oleh kain mukena bawah.

Baca juga: Perbedaan Najis Mazhab Syafii dan Hambali Panduan Cara Bersuci

Panduan Cara Memakai Mukena yang Benar

Untuk memastikan salat Anda sah, ikuti langkah-langkah pemakaian mukena berikut ini:

1. Gunakan Inner atau Ciput

Ciput berfungsi untuk menahan rambut agar tidak keluar ke area dahi dan menutupi telinga dengan sempurna. Pastikan tidak ada anak rambut yang menyembul di area pelipis.

2. Menutup Area Dagu dengan Rapat

Tarik bagian dahi mukena ke depan hingga batas tumbuh rambut, lalu pastikan bagian bawah dagu tertutup kain. Jika mukena tidak memiliki penutup dagu (chin cover), gunakan peniti kecil agar kain menempel rapat di bawah tulang dagu.

3. Memastikan Lengan Tertutup

Jika menggunakan mukena potongan, pastikan atasan mukena cukup panjang. Sangat disarankan menggunakan mukena yang memiliki tali pengait di jari tengah agar saat tangan diangkat, kain tidak melorot memperlihatkan lengan.

Baca juga: Perbedaan Mukjizat, Karamah, Maunah, Sihir, dan Istidraj Beserta Dalilnya

4. Menutup Punggung Kaki

Pastikan bawahan mukena dipakai cukup tinggi di pinggang sehingga kainnya menjuntai menutupi seluruh kaki hingga lantai. Hal ini penting untuk menjaga punggung kaki tetap tertutup saat Anda dalam posisi sujud atau duduk di antara dua sujud.

Tabel Checklist Keabsahan Mukena

Bagian Tubuh Status Syarat Sah Cara Memastikan
Wajah Boleh Terlihat Batas dahi hingga dagu terlihat jelas.
Bawah Dagu Wajib Tertutup Kain menempel di bawah tulang dagu.
Lengan/Pergelangan Wajib Tertutup Gunakan mukena berlengan atau panjang.
Punggung Kaki Wajib Tertutup Kain menjuntai atau gunakan kaus kaki.

Pertanyaan yang Sering Muncul

1. Apakah punggung kaki wanita aurat saat salat?

Ya, dalam mazhab Syafi'i, punggung kaki wanita adalah aurat yang wajib ditutup saat salat. Pastikan mukena bawahan menutupi hingga lantai atau gunakan kaus kaki.

Baca juga: Memahami Perbedaan Tafwidh dan Takwil dalam Menjelaskan Sifat Allah

2. Bagaimana jika rambut keluar sedikit tanpa sengaja?

Jika Anda menyadarinya dan segera menutupnya kembali, maka salat tetap sah. Namun jika dibiarkan, maka salat batal.

3. Bolehkah memakai mukena potongan (atas-bawah)?

Boleh, asalkan saat melakukan gerakan seperti mengangkat tangan, bagian perut atau pinggang tidak tersingkap. Pastikan atasan mukena cukup panjang.

Baca juga: Pengertian Tabaruk dan Tawasul Hukum, Dalil, dan Perbedaannya

Kesimpulan

Ketelitian dalam memakai mukena adalah bentuk penghormatan kita saat menghadap Allah SWT. Dengan memperhatikan detail kecil seperti dagu, pergelangan tangan, dan rambut, kita dapat menjalankan ibadah salat dengan lebih tenang dan yakin akan keabsahannya sesuai tuntunan syariat.

Practical Checklist sebelum Takbiratul Ihram:

  • Apakah ciput sudah menutupi rambut dan telinga?
  • Apakah kain di bawah dagu sudah rapat (tidak longgar)?
  • Apakah pergelangan tangan tetap tertutup saat tangan diangkat?
  • Apakah kain bawahan sudah menutupi punggung kaki saat berdiri?

Baca juga: Bisakah Melihat Rasulullah secara Terjaga Ini Hadis dan Kisah Ulama

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya