Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Memahami Perbedaan Tafwidh dan Takwil dalam Menjelaskan Sifat Allah

Wisnu Arto Subari
20/1/2026 18:19
Memahami Perbedaan Tafwidh dan Takwil dalam Menjelaskan Sifat Allah
Ilustrasi.(Freepik)

SALAH satu tantangan terbesar dalam memahami teologi Islam adalah bagaimana menyikapi ayat-ayat Alquran yang menyebutkan sifat-sifat Allah dengan istilah yang juga dimiliki manusia.

Prinsip utama dalam akidah Islam adalah Tanzih, yaitu meyakini bahwa Allah Maha Suci dari segala kekurangan dan keserupaan dengan makhluk-Nya, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia" (QS. Asy-Syura: 11).

Untuk menjaga prinsip Tanzih ini, ulama Ahlussunnah wal Jamaah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu Tafwidh dan Takwil. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai keduanya.

1. Apa Itu Metode Tafwidh?

Secara bahasa, Tafwidh berarti menyerahkan atau memasrahkan. Dalam konteks akidah, Tafwidh adalah metode yang menetapkan lafaz ayat sifat sebagaimana datangnya dalam bahasa Arab, tetapi menyerahkan hakikat makna dalam terjemahannya kepada Allah SWT. Jadi, tafwidh bukan menetapkan makna ayat sesuai terjemahan.

Karakteristik Metode Tafwidh:

  • Pendekatan Ulama Salaf: Metode ini umumnya diikuti oleh para ulama pada tiga generasi awal Islam (Sahabat, Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in).
  • Menolak Tasybih: Meyakini bahwa Allah memiliki sifat yad (tangan) karena disebutkan dalam Alquran, tetapi maknanya bukan tangan karena Allah tidak memiliki anggota tubuh/organ.
  • Berhenti pada Lafaz: Mereka tidak mencoba menafsirkan apa maksud dari yad tersebut. Mereka berkata: "Kami beriman pada lafaznya (yad), dan kami serahkan maknanya (yad) kepada Allah."

Baca juga : Penjelasan Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam Alquran Lengkap dengan Contoh

2. Apa Itu Metode Takwil?

Secara bahasa, Takwil berarti mengembalikan atau menjelaskan. Dalam disiplin ilmu akidah, Takwil adalah memalingkan makna sebuah lafaz dari makna zahirnya (yang mustahil bagi Allah) ke makna lain yang lebih layak bagi keagungan Allah berdasarkan kaidah bahasa Arab.

Karakteristik Metode Takwil:

  • Pendekatan Ulama Khalaf: Banyak digunakan oleh ulama generasi setelah Salaf (Khalaf), terutama dari kalangan Asy'ariyah dan Maturidiyah, sebagai respons terhadap tantangan zaman dan filsafat. Meskipun demikian, tidak sedikit riwayat sahabat Nabi dan ulama salaf yang menakwil ayat mutasyabihat.
  • Tujuan Edukatif: Digunakan untuk membentengi umat awam agar tidak meyakini Allah memiliki jasmani (antropomorfisme).
  • Contoh Penggunaan: Menafsirkan kata yad dengan makna kekuasaan atau nikmat, karena dalam bahasa Arab, kata yad memang bisa bermakna kekuasaan.

Baca juga: Mengenal 20 Sifat Wajib Allah serta Arti, Dalil, dan Lagunya

3. Tabel Perbandingan: Tafwidh vs Takwil

Titik Perbedaan Metode Tafwidh (Salaf) Metode Takwil (Khalaf)
Sikap terhadap Makna Menyerahkan makna hakiki kepada Allah. Menentukan makna metaforis yang layak bagi Allah.
Landasan Utama Kehati-hatian (Wara') dan kepasrahan. Kaidah bahasa Arab dan logika ketuhanan.
Konteks Penggunaan Kondisi masyarakat yang akidahnya masih murni. Kondisi saat banyak paham sesat (Mujassimah) muncul.
Hasil Akhir Allah punya sifat yad yang hakikatnya tidak kita ketahui. Yad Allah berarti kekuasaan atau perlindungan-Nya.

4. Mengapa Terjadi Perbedaan Pendekatan?

Penting untuk dipahami bahwa baik Tafwidh maupun Takwil memiliki tujuan yang sama: Menyucikan Allah. Perbedaan muncul karena perbedaan tantangan zaman. Pada masa Salaf, keimanan umat sangat kuat sehingga cukup dengan Tafwidh mereka sudah paham bahwa Allah tidak serupa dengan makhluk yang memiliki anggota tubuh.

Namun, pada masa Khalaf, Islam menyebar ke wilayah yang kental dengan filsafat Yunani dan Persia. Muncul kelompok-kelompok yang mulai membayangkan Allah memiliki organ tubuh (Mujassimah). Dalam situasi ini, para ulama merasa perlu menggunakan Takwil untuk menjelaskan bahwa ayat tersebut adalah majas (metafora), demi menyelamatkan akidah umat awam.

People Also Ask (FAQ)

Q: Manakah metode yang lebih benar antara Tafwidh dan Takwil?
A: Kedua metode ini diakui dan dianggap sah oleh mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Tafwidh dianggap lebih aman (Aslam), sementara Takwil dianggap lebih kokoh secara argumentatif (Ahkam) dalam menghadapi perdebatan teologis.

Q: Apakah Takwil berarti mengganti firman Allah?
A: Tidak. Takwil yang benar dilakukan oleh para ahli tafsir dengan merujuk pada kaidah bahasa Arab yang berlaku saat Alquran diturunkan, bukan berdasarkan hawa nafsu.

Q: Apakah kita boleh melakukan takwil sendiri?
A: Tidak boleh. Takwil membutuhkan penguasaan mendalam terhadap ilmu perangkat seperti nahwu, sharaf, balaghah, dan ushul fiqh. Orang awam sebaiknya mengikuti penjelasan ulama otoritatif.

Baca juga: 20 Sifat Mustahil bagi Allah, Arti dan Penjelasannya

Checklist Memahami Sifat Allah secara Moderat

  • Meyakini sepenuhnya bahwa Allah SWT tidak serupa dengan apa pun.
  • Mengakui semua sifat yang Allah tetapkan untuk diri-Nya dalam Alquran.
  • Menghindari Tasybih (menyamakan Allah dengan makhluk).
  • Menghindari Ta'thil (meniadakan sifat Allah sama sekali).
  • Metode antara ulama Salaf dan Khalaf yaitu Tafwidh dan Takwil merupakan mazhab Ahlussunnah wal Jamaah.

Baca juga: Mengenal Aqaid 50 Rincian Sifat Wajib, Mustahil, Jaiz Allah dan Rasul

Kesimpulan

Tafwidh dan Takwil merupakan warisan intelektual yang menunjukkan betapa kayanya khazanah keilmuan Islam dalam menjaga kesucian konsep ketuhanan. Inti Tafwidh dan Takwil sama yaitu menolak makna zahir ayat sesuai terjemahan dan menepis Allah SWT memiliki anggota badan.

Dengan memahami bahwa kedua metode ini sama-sama berpijak pada prinsip Tanzih (menyucikan Allah), kita dapat memiliki pemahaman akidah yang lebih luas, mendalam, dan sesuai pendapat para ulama Ahlussunnah wal Jamaah.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya