Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM ajaran Islam, khususnya manhaj Ahlussunnah wal Jamaah (Asy'ariyah dan Maturidiyah), memahami Aqaid 50 (Sifat 50) adalah fondasi utama keimanan atau tauhid. Sering kali masyarakat umum menyebutnya sebagai Sifat 20, padahal Sifat 20 hanyalah sebagian dari total 50 akidah yang wajib diketahui.
Angka 50 bukanlah jumlah Tuhan, melainkan jumlah sifat-sifat ketuhanan dan kenabian yang menjadi tolak ukur keimanan seorang mukmin. Mempelajarinya adalah fardhu 'ain (kewajiban individu) agar iman kita terhindar dari keraguan dan kesesatan.
Baca juga: Enam Rukun Iman dan Penjelasannya
Aqaid 50 adalah rumusan teologis yang merangkum sifat-sifat Allah SWT dan para Rasul-Nya. Berikut adalah rincian matematis dari Aqaid 50:
Total = 50 Akidah.
Para ulama membagi 20 sifat wajib Allah ke dalam empat kategori utama untuk memudahkan pemahaman: Nafsiyah, Salbiyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyah. Berikut adalah tabel perbandingannya dengan sifat mustahil:
| Kategori | Sifat Wajib (Pasti Ada) | Arti | Sifat Mustahil (Tidak Mungkin Ada) | Arti |
|---|---|---|---|---|
| Nafsiyah (Terkait Dzat) |
1. Wujud | Ada | 'Adam | Tiada |
| Salbiyah (Menolak kekurangan) |
2. Qidam | Terdahulu | Huduts | Baru |
| 3. Baqa | Kekal | Fana | Rusak/Binasa | |
| 4. Mukhalafatu lil hawaditsi | Berbeda dengan makhluk | Mumatsalatu lil hawaditsi | Serupa dengan makhluk | |
| 5. Qiyamuhu binafsihi | Berdiri sendiri | Ihtiyaju lighairihi | Butuh kepada yang lain | |
| 6. Wahdaniyah | Esa/Tunggal | Ta'addud | Berbilang | |
| Ma'ani (Sifat abstrak yang wujud) |
7. Qudrat | Berkuasa | 'Ajzun | Lemah |
| 8. Iradat | Berkehendak | Karahah | Terpaksa | |
| 9. Ilmu | Mengetahui | Jahlun | Bodoh | |
| 10. Hayat | Hidup | Mautun | Mati | |
| 11. Sama' | Mendengar | Summun | Tuli | |
| 12. Basar | Melihat | 'Umyun | Buta | |
| 13. Kalam | Berfirman | Bukmun | Bisu | |
| Ma'nawiyah (Keadaan dari sifat Ma'ani) |
14. Kaunuhu Qadiran | Keadaan-Nya Berkuasa | Kaunuhu 'Ajizan | Keadaan-Nya Lemah |
| 15. Kaunuhu Muridan | Keadaan-Nya Berkehendak | Kaunuhu Karihan | Keadaan-Nya Terpaksa | |
| 16. Kaunuhu 'Aliman | Keadaan-Nya Mengetahui | Kaunuhu Jahilan | Keadaan-Nya Bodoh | |
| 17. Kaunuhu Hayyan | Keadaan-Nya Hidup | Kaunuhu Mayyitan | Keadaan-Nya Mati | |
| 18. Kaunuhu Sami'an | Keadaan-Nya Mendengar | Kaunuhu Asamma | Keadaan-Nya Tuli | |
| 19. Kaunuhu Basiran | Keadaan-Nya Melihat | Kaunuhu A'ma | Keadaan-Nya Buta | |
| 20. Kaunuhu Mutakalliman | Keadaan-Nya Berfirman | Kaunuhu Abkama | Keadaan-Nya Bisu |
Keimanan dalam Islam harus didasari oleh dalil. Berikut adalah dalil naqli (sumber Al-Qur'an) untuk sifat-sifat utama Allah:
QS. As-Sajdah: 4
"Allāhullażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā..."
Artinya: "Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya..."
QS. Al-Hadid: 3
"Huwal-awwalu wal-ākhiru waẓ-ẓāhiru wal-bāṭin..."
Artinya: "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin..."
QS. Al-Ikhlas: 1
"Qul huwallāhu aḥad."
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa'."
QS. Asy-Syura: 11
"...wa huwas-samī'ul-baṣīr."
Artinya: "...dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat."
QS. An-Nisa: 164
"...wa kallamallāhu mūsā taklīmā."
Artinya: "...dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung."
Baca juga: Rukun Islam Lima Pilar dalam Kehidupan Muslim
Allah hanya memiliki satu sifat Jaiz (wenang), yaitu:
Fi'lu kulli mumkinin au tarkuhu (Memperbuat sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya).
Artinya, Allah bebas mutlak untuk menciptakan makhluk atau tidak, memberi kekayaan atau kemiskinan, tanpa ada paksaan dari siapapun.
Dalil: QS. Al-Qasas: 68
"Wa rabbuka yakhluqu mā yasyā'u wa yakhtār..."
Artinya: "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya..."
Selain Allah, kita juga wajib mengenal sifat para utusan-Nya agar bisa membedakan nabi yang asli dan yang palsu.
| Sifat Wajib | Arti | Sifat Mustahil | Arti |
|---|---|---|---|
| 1. Shiddiq | Jujur/Benar | Kidzib | Dusta/Bohong |
| 2. Amanah | Terpercaya | Khianat | Berkhianat |
| 3. Tabligh | Menyampaikan | Kitman | Menyembunyikan |
| 4. Fathonah | Cerdas | Baladah | Bodoh |
Baca juga: 25 Nabi dan Rasul beserta Tugas dan Mukjizatnya
Para Rasul memiliki satu sifat jaiz, yaitu A'radhul Basyariyah.
Artinya, para Rasul boleh memiliki sifat-sifat kemanusiaan selama tidak mengurangi derajat kenabian mereka. Contohnya: makan, minum, tidur, menikah, dan sakit ringan (yang tidak menjijikkan).
Dalil: QS. Al-Furqan: 20
"Wa mā arsalnā qablaka minal-mursalīna illā innahum laya'kulụnaṭ-ṭa'āma wa yamsyụna fil-aswāq..."
Artinya: "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar..."
Baca juga: Ini 99 Asmaul Husna sebagai Wirid dan Doa serta Lantunannya
Mempelajari Aqaid 50 bukan sekadar hafalan, melainkan benteng akidah. Dengan memahami sifat-sifat ini, seorang Muslim akan:
Semoga kita senantiasa dikuatkan dalam iman dan Islam dengan memahami tauhid secara benar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved