Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Napas Panjang Antisipasi Perang

11/3/2026 05:00

TERPILIHNYA Mojtaba Khamenei ke tampuk kekuasaan tertinggi di Iran menggantikan ayahnya, mendiang Ayatullah Ali Khamenei, merupakan sinyal jelas bahwa faksi-faksi garis keras dalam tubuh pemerintahan Iran tetap menggenggam kendali.

Pergantian rezim di ‘Negeri para Mullah’ itu pun tidak seperti yang diinginkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Presiden AS Donald Trump tidak menyembunyikan penolakannya dan menyebut Mojtaba sebagai figur yang tidak dapat diterima. Pernyataan Trump tersebut pertanda bahwa jalan menuju deeskalasi di Timur Tengah bertambah terjal.

Situasi pelik ini bisa menjadi pertanda bahwa Teheran tidak memiliki hasrat untuk segera menyepakati gencatan senjata atau membuka meja perundingan dalam waktu dekat. Bagi komunitas global yang sudah lelah dengan ketegangan, kabar ini ibarat bara yang kembali diembus angin.

Reaksi pasar pun datang hampir seketika. Harga minyak mentah melonjak melampaui US$110 per barel seiring meningkatnya ketegangan dan ancaman gangguan terhadap jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Bagi Indonesia, perkembangan ini tidak bisa dipandang sebagai dinamika yang jauh dari kepentingan nasional. Sebagai negara yang masih sangat bergantung pada impor energi, setiap gejolak di Timur Tengah hampir selalu beresonansi langsung pada perekonomian domestik.

Jika sebelumnya masih ada harapan bahwa perang akan segera berakhir dengan pergantian kepemimpinan di Iran, kini harapan itu perlu dikalibrasi ulang. Elite penguasa Iran tampak memilih kesinambungan garis perlawanan, alih-alih melakukan perubahan di tengah tekanan internasional yang semakin besar.

Konsekuensinya cukup jelas. Ketegangan global yang saat ini sudah mengguncang stabilitas ekonomi dunia berpotensi berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan. Tidak hanya dalam hitungan hari, tetapi bisa merentang berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Di titik inilah ancaman krisis berubah karakter. Ia bukan lagi sekadar persoalan darurat jangka pendek, melainkan risiko berkepanjangan yang menuntut kesiapan strategi yang lebih matang.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia perlu bergerak di dua lini sekaligus. Dalam jangka pendek, penguatan cadangan energi nasional dan pengendalian distribusi bahan bakar harus dijalankan dengan disiplin yang jauh lebih ketat.

Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman. Dalam situasi konflik yang berpotensi berlarut-larut hingga berbulan-bulan, angka tersebut jelas jauh dari memadai.

Namun, langkah darurat saja tidak cukup. Krisis ini seharusnya menjadi peringatan keras bahwa kerentanan energi Indonesia bersifat struktural. Ketergantungan pada minyak impor, yang sebagian besar melewati jalur-jalur rawan konflik, telah lama menjadi titik kerentanan atas ketahanan energi di negeri ini.

Sudah waktunya membangun fondasi ketahanan energi yang tidak mudah diguncang oleh gejolak geopolitik di belahan dunia lain. Diversifikasi sumber energi dan penguatan energi domestik bukan lagi sekadar agenda pembangunan, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Optimisme Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia dapat keluar dari situasi turbulensi geopolitik dunia ini, tentu perlu ditopang semangat yang sama oleh seluruh elemen di Republik ini. Janji Prabowo untuk mengupayakan swasembada di berbagai hal, termasuk pangan dan energi, mungkin bisa menjadi jalan keluarnya.

Ajakan Presiden untuk menjaga persatuan dan bekerja keras perlu diwujudkan sebagai modal agar Indonesia mampu keluar dari krisis multidimensi ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki sendiri.



Berita Lainnya
  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.