Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

05/3/2026 05:00

DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya. Eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan sekadar konflik regional, melainkan episentrum ketegangan yang dampaknya merambat ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Harga energi berfluktuasi, rantai pasok terganggu, nilai tukar tertekan, dan psikologi pasar mudah goyah oleh setiap letupan di Timur Tengah. Dalam situasi seperti ini, bangsa yang besar tidak boleh terpecah oleh rivalitas domestik. Justru sebaliknya, ancaman eksternal harus menjadi perekat untuk memperkokoh solidaritas nasional.

Pertemuan para mantan presiden, mantan wakil presiden, dan ketua umum partai politik di Istana atas undangan Presiden Prabowo Subianto menjadi simbol penting bahwa Indonesia memilih merapatkan barisan untuk bersama-sama menghadapi guncangan badai akibat krisis global.

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahim politik. Ia adalah pesan strategis bahwa di atas segala perbedaan pandangan dan kepentingan elektoral, ada kepentingan yang jauh lebih besar, yakni keselamatan dan ketahanan bangsa.

Kehadiran para pemimpin lintas generasi, mulai dari Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Jusuf Kalla, Boediono, hingga Ma'ruf Amin, mencerminkan bahwa ada kesadaran bersama untuk mengantisipasi dampak perang di Timur Tengah dalam sepekan terakhir.

Dalam konteks geopolitik yang tidak menentu, komunikasi lintas generasi kepemimpinan menjadi sangat relevan. Pengalaman para mantan kepala negara dan kepala pemerintahan adalah modal kebangsaan yang tak ternilai dalam membaca arah angin global.

Langkah Prabowo mengundang para pendahulunya serta para pemimpin partai menunjukkan kesadaran bahwa stabilitas politik domestik adalah mutlak. Itu merupakan fondasi utama menghadapi ancaman badai eksternal yang saat ini bahkan sudah mulai terasa impaknya.

Di tengah tekanan lonjakan harga minyak, tekanan terhadap APBN, dan potensi perlambatan ekonomi global, Indonesia membutuhkan soliditas elite agar kebijakan strategis dapat diambil secara cepat dan minim resistensi politik.

Perang yang berpotensi berlangsung cukup lama membawa konsekuensi serius. Ketegangan Amerika dan Israel versus Iran dapat memicu instabilitas kawasan, mengganggu jalur perdagangan internasional, serta memengaruhi stabilitas energi dunia.

Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbuka tidak mungkin sepenuhnya kebal. Karena itu, persatuan nasional bukan pilihan retoris, melainkan kebutuhan praktis. Dunia usaha, tokoh agama, akademisi, hingga masyarakat sipil perlu bergerak dalam satu frekuensi, yakni menjaga stabilitas dan optimisme nasional. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Di tengah dunia yang bergejolak, bangsa ini harus tetap tenang tapi waspada. Jika tidak bisa mengendalikan arah perang di belahan bumi lain, setidaknya bisa memitigasi dampak serta menyiapkan langkah kontingensi. Fondasi utama untuk kedua upaya tersebut ialah memperkokoh persatuan dan menguatkan nilai kebangsaan.

Karena itu, sekali lagi, pertemuan di Istana Negara dan Istana Merdeka tersebut jelas bukan sekadar agenda seremonial. Isyarat persatuan itu juga menegaskan bahwa ketika kepentingan nasional dipertaruhkan, semua kompak duduk satu meja. Kiranya kekompakan tersebut bisa dielaborasi menjadi program dan kebijakan yang konkret sehingga dampak perang ini tak sampai membuat Indonesia limbung.

Pertemuan itu juga harus dibaca sebagai panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa. Jika para mantan presiden dan para pemimpin partai mampu duduk berdampingan, sudah sepatutnya pula seluruh elemen bangsa ini juga merapatkan barisan agar bangsa ini mampu melewati badai geopolitik global ini.

 



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.