Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Kita kini hidup dalam bayang-bayang krisis energi akibat perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Apalagi, jalur energi strategis dunia di Selat Hormuz telah ditutup oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Penutupan itu disebut sebagai respons atas kehadiran serta serangan kapal induk Amerika Serikat (AS) yang mengancam kedaulatan Iran.
IRGC kemudian mengancam akan menyerang dan membakar tanpa pandang bulu setiap kapal yang mencoba melintasi selat tersebut. Amerika Serikat dan Israel berbuat ulah, tetapi seluruh dunia harus merasakan dampak pahitnya.
Hampir seperlima pasokan minyak dunia atau sekitar 20 juta barel dan sebagian besar gas alam cair (LNG) melintasi jalur sempit ini setiap harinya. Penutupan jalur tersebut secara otomatis akan mengguncang stabilitas pasar energi dan memicu krisis global yang sangat besar.
Jika situasi ini terus berkepanjangan, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia pasti akan melonjak dalam beberapa waktu ke depan. Ketika harga BBM naik, sudah pasti harga bahan-bahan pokok ikut naik. Kalau itu terjadi, inflasi sulit untuk dihindari.
Inflasi yang lahir dari krisis energi ibarat riak yang meluas menjadi gelombang. Ia tidak berhenti pada satu sektor, tetapi menjalar dari pasar tradisional hingga industri, dari kota-kota besar hingga ke pelosok desa.
Ujung dari badai ini ialah pukulan telak terhadap daya beli masyarakat. Ketika pendapatan tetap, sementara harga-harga berlari kencang, isi dompet rakyat perlahan tergerus habis. Konsumsi rumah tangga sebagai penopang pertumbuhan ekonomi pun berantakan.
Publik tentu berharap hal itu jangan sampai menghantam Indonesia hingga terkapar. Lewat forum ini, kita sudah menyuarakan agar pemerintah Indonesia benar-benar mengantisipasi penutupan Selat Hormuz pada pertengahan Februari lalu.
Ketika itu, IRGC menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat sekalipun melanggar Pasal 38 dan 44 UNCLOS 1982. Selat internasional tersebut menganut prinsip transit passage, yang tidak bisa dibatasi bahkan dalam masa konflik bersenjata.
Artinya, situasi hari ini bukanlah peristiwa yang datang tanpa tanda. Sejak awal, risiko gangguan pasokan energi global sudah dapat diperkirakan. Pertanyaannya bukan lagi apakah dampaknya akan terasa, melainkan bagaimana pemerintah memanfaatkan waktu sempit yang tersedia.
Jeda waktu sebelum tekanan benar-benar mencapai pasar domestik seharusnya menjadi ruang bagi kebijakan yang terukur dan cepat. Penguatan cadangan energi, pengendalian distribusi, serta strategi komunikasi publik menjadi kunci.
Dalam situasi krisis energi, kecepatan membaca keadaan sering kali sama pentingnya dengan kekuatan kebijakan itu sendiri. Kita mungkin bisa berharap pada Arab Saudi dan Emirat Arab. Mereka memiliki jaringan pipa yang dapat menghindari Selat Hormuz.
Namun, kapasitasnya hanya mencakup sebagian kecil dari volume minyak mentah yang biasanya dikirim melalui jalur tersebut. Solusi lainnya ialah bermitra dengan negara yang memiliki kapal dan berlayar melewati rute lain seperti Cape of Good Hope.
Sejauh ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 21 hari. Itu adalah standar operasional minimum (buffer). Namun, dalam kondisi perang berkepanjangan, angka tersebut harus kita katakan sangat rawan.
Selain itu, upaya Presiden Prabowo Subianto yang siap terbang ke Teheran untuk memediasi konflik patut diperjuangkan. Sebagai wujud keseriusan, Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah menelepon langsung Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Senin (2/3).
Memilih diam di tengah perang yang bisa merugikan bangsa Indonesia tentu tidaklah elok. Dalam dunia yang semakin terhubung, kita jangan cuma menjadi penonton sejarah, tetapi harus berusaha mencegah agar konflik tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved