Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

14/2/2026 05:00

DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Mereka tidak sekadar menunggu rumah yang kembali berdiri, tetapi juga kepastian bahwa negara benar-benar hadir memulihkan kehidupan yang sempat runtuh.

Pemerintah mencatat pemulihan pascabencana akhir 2025 telah mencapai 70%. Capaian itu tentu bukan prestasi kecil. Ia mencerminkan kerja nyata, koordinasi lintas sektor, dan komitmen menghadirkan negara di tengah duka warganya. Apresiasi patut diberikan.

Namun, angka 70% tidak boleh membuat kita lengah. Sebab, tersisa 30% yang belum tertuntaskan, dan sisa itu bukan residu kecil yang akan selesai dengan sendirinya. Justru pada titik inilah percepatan harus diperkuat. Pekerjaan yang tersisa sering kali lebih kompleks, mulai dari soal hunian tetap yang belum rampung, infrastruktur dasar yang belum sepenuhnya pulih, hingga layanan publik yang belum kembali normal.

Momentum Ramadan yang segera tiba menghadirkan dimensi urgensi tersendiri. Bagi umat Islam, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, melainkan ruang pemulihan batiniah dan penguatan spiritual. Negara tidak boleh membiarkan warga menjalani ibadah puasa di tenda darurat atau hunian sementara yang jauh dari standar kelayakan. Kehadiran negara harus terasa nyata dalam bentuk rumah yang aman, listrik dan air yang mengalir, fasilitas kesehatan dan pendidikan yang kembali berfungsi, serta rumah ibadah yang layak digunakan.

Ramadan seyogianya menjadi tenggat moral bagi satuan tugas pemulihan untuk melakukan pemetaan cepat pada titik-titik krusial, terutama hunian warga dan fasilitas publik. Jika hambatan terletak pada distribusi material, jalur logistik harus diprioritaskan. Jika persoalan ada pada pencairan dana stimulan, prosedur administrasi yang berbelit harus dipangkas tanpa mengabaikan akuntabilitas. Kecepatan dan ketepatan harus berjalan beriringan.

Meski demikian, percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Sumatra merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang bukan lagi ancaman asing. Rekonstruksi harus mengedepankan prinsip pembangunan tangguh bencana. Hunian yang dibangun ulang wajib memenuhi standar keamanan struktural, sementara infrastruktur publik perlu dirancang dengan memperhitungkan risiko jangka panjang. Jangan sampai kita mengulang siklus kerusakan yang sama setiap kali alam menguji.

Pemulihan juga tidak berhenti pada aspek fisik. Banyak warga kehilangan mata pencarian. Tanpa pemulihan ekonomi yang terencana, mereka akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih menjelang Ramadan yang lazim diiringi peningkatan konsumsi rumah tangga. Distribusi logistik dan stabilitas harga kebutuhan pokok harus menjadi prioritas. Rantai pasok yang terganggu akibat kerusakan infrastruktur tidak boleh memicu lonjakan harga yang kian memberatkan penyintas. Pemerintah perlu memastikan jalur distribusi terbuka, stok pangan aman, dan intervensi dilakukan bila terjadi gejolak harga.

Dimensi psikososial pun tak boleh diabaikan, terutama bagi anak-anak yang kehilangan rumah atau orang terdekat. Pendampingan dan ruang aman bagi mereka adalah bagian tak terpisahkan dari pemulihan. Ramadan dapat menjadi momentum penyembuhan kolektif melalui penguatan nilai spiritual dan solidaritas sosial.

Meningkatkan capaian 70% menjadi lebih tinggi dalam waktu singkat memang bukan perkara mudah. Namun, publik membutuhkan orkestrasi kepemimpinan di lapangan yang mampu menggerakkan seluruh elemen bekerja ekstra, melampaui rutinitas birokrasi. Percepatan harus terukur, terkoordinasi, dan transparan.

Pemulihan sejatinya bukan sekadar membangun kembali bangunan, melai…



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.