Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Mereka tidak sekadar menunggu rumah yang kembali berdiri, tetapi juga kepastian bahwa negara benar-benar hadir memulihkan kehidupan yang sempat runtuh.
Pemerintah mencatat pemulihan pascabencana akhir 2025 telah mencapai 70%. Capaian itu tentu bukan prestasi kecil. Ia mencerminkan kerja nyata, koordinasi lintas sektor, dan komitmen menghadirkan negara di tengah duka warganya. Apresiasi patut diberikan.
Namun, angka 70% tidak boleh membuat kita lengah. Sebab, tersisa 30% yang belum tertuntaskan, dan sisa itu bukan residu kecil yang akan selesai dengan sendirinya. Justru pada titik inilah percepatan harus diperkuat. Pekerjaan yang tersisa sering kali lebih kompleks, mulai dari soal hunian tetap yang belum rampung, infrastruktur dasar yang belum sepenuhnya pulih, hingga layanan publik yang belum kembali normal.
Momentum Ramadan yang segera tiba menghadirkan dimensi urgensi tersendiri. Bagi umat Islam, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, melainkan ruang pemulihan batiniah dan penguatan spiritual. Negara tidak boleh membiarkan warga menjalani ibadah puasa di tenda darurat atau hunian sementara yang jauh dari standar kelayakan. Kehadiran negara harus terasa nyata dalam bentuk rumah yang aman, listrik dan air yang mengalir, fasilitas kesehatan dan pendidikan yang kembali berfungsi, serta rumah ibadah yang layak digunakan.
Ramadan seyogianya menjadi tenggat moral bagi satuan tugas pemulihan untuk melakukan pemetaan cepat pada titik-titik krusial, terutama hunian warga dan fasilitas publik. Jika hambatan terletak pada distribusi material, jalur logistik harus diprioritaskan. Jika persoalan ada pada pencairan dana stimulan, prosedur administrasi yang berbelit harus dipangkas tanpa mengabaikan akuntabilitas. Kecepatan dan ketepatan harus berjalan beriringan.
Meski demikian, percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Sumatra merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang bukan lagi ancaman asing. Rekonstruksi harus mengedepankan prinsip pembangunan tangguh bencana. Hunian yang dibangun ulang wajib memenuhi standar keamanan struktural, sementara infrastruktur publik perlu dirancang dengan memperhitungkan risiko jangka panjang. Jangan sampai kita mengulang siklus kerusakan yang sama setiap kali alam menguji.
Pemulihan juga tidak berhenti pada aspek fisik. Banyak warga kehilangan mata pencarian. Tanpa pemulihan ekonomi yang terencana, mereka akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih menjelang Ramadan yang lazim diiringi peningkatan konsumsi rumah tangga. Distribusi logistik dan stabilitas harga kebutuhan pokok harus menjadi prioritas. Rantai pasok yang terganggu akibat kerusakan infrastruktur tidak boleh memicu lonjakan harga yang kian memberatkan penyintas. Pemerintah perlu memastikan jalur distribusi terbuka, stok pangan aman, dan intervensi dilakukan bila terjadi gejolak harga.
Dimensi psikososial pun tak boleh diabaikan, terutama bagi anak-anak yang kehilangan rumah atau orang terdekat. Pendampingan dan ruang aman bagi mereka adalah bagian tak terpisahkan dari pemulihan. Ramadan dapat menjadi momentum penyembuhan kolektif melalui penguatan nilai spiritual dan solidaritas sosial.
Meningkatkan capaian 70% menjadi lebih tinggi dalam waktu singkat memang bukan perkara mudah. Namun, publik membutuhkan orkestrasi kepemimpinan di lapangan yang mampu menggerakkan seluruh elemen bekerja ekstra, melampaui rutinitas birokrasi. Percepatan harus terukur, terkoordinasi, dan transparan.
Pemulihan sejatinya bukan sekadar membangun kembali bangunan, melai…
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved