Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

20/2/2026 05:00

IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat. Penutupan itu diklaim sebagai langkah keamanan karena Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) sedang melaksanakan latihan militer dengan peluru tajam.

Keputusan Iran tersebut mau tidak mau membuat dunia khawatir. Selat Hormuz memiliki peran yang sangat krusial karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Perairan ini merupakan salah satu jalur terpenting dalam sistem energi internasional.

Sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan sebagian besar gas alam cair (LNG) melewati selat tersebut setiap hari. Oleh karena itu, harus kita katakan bahwa setiap gangguan langsung terhadap Selat Hormuz pasti berdampak pada pasokan dan harga energi global.

Kalau Selat Hormuz ditutup secara permanen karena pecahnya konflik Iran dengan Amerika Serikat, semua negara pasti akan terkena dampaknya termasuk Indonesia. Harga minyak dan gas dipastikan meroket gila-gilaan dan bakal mengancam perekonomian dalam negeri.

Berkaca dari hal itu, kita mengingatkan pemerintah untuk benar-benar mengantisipasi kemungkinan terburuk atas penutupan Selat Hormuz. Jangan sampai Indonesia, negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomor empat dunia, mengalami turbulensi yang sulit teratasi.

Ancaman penutupan sebenarnya bukan kali ini saja. Parlemen Iran pada 22 Juni 2025 lalu pernah menyetujui penutupan Selat Hormuz setelah Amerika Serikat menyerang tiga fasilitas nuklir Iran. Ketika itu, Iran sedang berperang dengan Israel yang merupakan sekutu Amerika Serikat.

Perang tersebut hanya berlangsung 12 hari sehingga penutupan Selat Hormuz tidak benar-benar terealisasi. Meski begitu, dunia sudah sempat diselimuti kekhawatiran bakal terjadi dampak mengerikan atas krisis energi yang bisa mengguncang perekonomian global.

Berkaca dari hal itu, pemerintah sebenarnya bisa menjadikan penutupan sementara kali ini sebagai momentum percepatan transisi energi. Dengan begitu, Indonesia tidak terlalu rentan ketika dunia bergejolak, khususnya saat terjadi konflik di Timur Tengah.

Ketika Indonesia mandiri di bidang energi, tentu negeri ini akan berhenti bergantung pada nasib yang ditentukan oleh harga global, konflik jauh di benua lain, atau fluktuasi pasar yang tak pernah mengenal wajah rakyatnya.

Energi adalah nadi peradaban. Ia menyalakan lampu di ruang belajar anak desa, menghidupkan mesin di pabrik kecil, menggerakkan kapal nelayan yang berangkat sebelum fajar. Ketika energi dikuasai secara mandiri, martabat bangsa akan sangat terjaga.

Selama ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung, kita juga mendesak pemerintah agar sigap memastikan pengamanan pasokan energi nasional, penguatan cadangan strategis, dan diversifikasi sumber impor.

Negara yang bijak tentunya bisa membaca arah angin sebelum badai tiba. Kewaspadaan hari ini adalah investasi bagi ketenangan esok. Ketika dunia diliputi ketidakpastian, bangsa yang selamat bukan yang paling kuat, melainkan yang paling siap.

Harus kita katakan bahwa kedaulatan energi tidak dibangun saat krisis terjadi, melainkan jauh sebelumnya, yakni melalui keputusan-keputusan strategis yang diambil ketika keadaan masih tampak tenang dan baik-baik saja.

Di saat yang sama, kita berharap agar Presiden Prabowo Subianto yang tengah berada di Amerika Serikat bisa menyelipkan diplomasi tingkat tinggi. Diplomasi yang diharapkan bisa meluluhkan hati Presiden Donald Trump untuk meredakan ketegangan dengan Iran.

Kita berharap pertemuan Prabowo-Trump bisa membuat 'Negeri Paman Sam' tidak bersikap menang-menangan dalam putaran kedua pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa, Swiss. Kalau sikap menang-menangan yang dikedepankan, pecahnya perang hanya akan tinggal menghitung hari. Kita sangat tidak berharap itu terjadi.

 



Berita Lainnya
  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.