Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEPAKATAN dagang dengan Amerika Serikat yang dicapai dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 19 Februari 2026, patut dicatat sebagai salah satu momentum penting diplomasi ekonomi Indonesia dalam satu dekade terakhir. Di tengah lanskap perdagangan global yang kian proteksionis dan sarat rivalitas geopolitik, keberhasilan menegosiasikan tarif 0% bukan sekadar capaian teknis, melainkan sinyal kuat bahwa Indonesia mampu memainkan kartu strategis dengan cermat.
Tarif 0% akan berlaku untuk minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, serta komponen pesawat terbang. Tekstil dan produk tekstil (TPT) juga mendapat tarif 0% untuk volume atau kuota yang akan ditetapkan kemudian.
Tentu ada imbal balik. Volume bertarif 0% disesuaikan dengan volume tekstil yang menggunakan kapas dan serat dari AS. Imbal balik lainnya, Indonesia berkomitmen memberikan fasilitas tarif 0% bagi sejumlah komoditas seperti gandum dan kedelai.
Pembebasan tarif itu bagi industri tekstil Tanah Air tentu ibarat angin segar setelah bertahun-tahun tertekan oleh perlambatan global, serbuan produk murah, dan beban biaya produksi yang tinggi. Akses bebas tarif ke pasar AS yang merupakan pasar terbesar dunia membuka peluang ekspansi produksi hingga kebangkitan sentra-sentra industri yang sempat redup.
Dalam hitung-hitungan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, pemanfaatan tarif 0% akan menyelamatkan 4 juta pekerja di sektor tekstil dan garmen. Total sekitar 20 juta orang dari keluarga para pekerja tersebut akan terdampak secara positif.
Lewat pembebasan tarif sejumlah komoditas dan produk, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisi sebagai basis produksi alternatif. Untuk sawit, kesepakatan ini menjadi penegasan bahwa komoditas andalan tersebut tetap memiliki tempat di pasar utama dunia, sekaligus memperluas ruang diplomasi di tengah tekanan kampanye negatif terhadap produk sawit.
Namun, capaian negosiasi itu tidak boleh meninabobokan. Kesepakatan tarif hanyalah pintu masuk. Tantangan sesungguhnya terletak pada kemampuan pemerintah dan pelaku usaha memanfaatkan momentum itu secara optimal dan berkelanjutan.
Pasar Amerika Serikat terkenal ketat dalam aspek kualitas, keamanan produk, ketenagakerjaan, dan lingkungan. Tanpa peningkatan standar produksi, sertifikasi, serta transparansi rantai pasok, fasilitas tarif 0% dapat kehilangan maknanya.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan. Kasus kontaminasi radioaktif pada produk udang Indonesia tahun lalu harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali.
Reformasi di sektor pelabuhan, transportasi, serta efisiensi distribusi harus berjalan paralel. Tarif 0% memang memangkas beban di hilir. Akan tetapi, jika biaya logistik domestik, energi, dan bahan baku tetap tinggi, keuntungan itu bisa tergerus.
Di sisi lain, pembebasan tarif jangan berhenti pada ekspor bahan mentah atau produk berteknologi rendah. Untuk sawit, misalnya, dorongan harus diarahkan pada produk turunan bernilai tambah tinggi, mulai dari oleokimia hingga bahan baku energi terbarukan.
Sejarah menunjukkan bahwa peluang besar kerap datang bersamaan dengan ujian besar. Jika dikelola dengan visi jangka panjang, kesepakatan dagang ini dapat menjadi batu loncatan bagi transformasi industri nasional.
Sebaliknya, tanpa kesiapan dan pengawasan, ia bisa berubah menjadi euforia sesaat yang cepat memudar. Kini, bola ada di tangan kita sendiri, menjadikan tarif 0% sebagai fondasi lompatan ekonomi, atau sekadar angka di atas kertas yang gagal diwujudkan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.
BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.
DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.
INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved