Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang. Tak boleh kotor, apalagi penuh sampah, karena Bali merupakan wajah Indonesia di panggung global.
Kotornya Bali, terutama di kawasan pantai, jelas mencoreng citra pariwisata Indonesia di mata para pelancong. Bahkan, Prabowo mengaku langsung menerima keluhan dari tokoh-tokoh luar negeri mengenai kondisi Bali yang makin kotor.
Jika dibiarkan, hal ini lambat laun akan berdampak negatif terhadap iklim pariwisata di Pulau Dewata tersebut. Padahal, pariwisata merupakan sektor yang paling cepat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Namun, sektor tersebut tidak akan bertahan apabila lingkungan, khususnya destinasi wisata unggulan seperti Bali, dibiarkan kumuh dan kotor. Situasi itu harus segera direspons cepat agar Bali tidak kehilangan pamornya sebagai destinasi wisata dunia.
Sorotan Presiden tidak main-main. Prabowo bahkan mengancam akan mengerahkan TNI, Polri, BUMN, serta seluruh kementerian dan lembaga untuk terlibat langsung dalam kerja bakti massal apabila pemerintah daerah tidak bergerak cepat. Pemerintah pusat siap mengambil alih kepemimpinan penanganan sampah di Bali demi kepentingan rakyat dan perputaran ekonominya.
Instruksi Presiden tersebut seharusnya dimaknai sebagai alarm nasional. Jika Bali harus bersih karena etalase Indonesia, kota-kota lain pun harus bersih karena merupakan ruang hidup bagi warganya.
Persoalan sampah sebenarnya tidak hanya di Bali, bahkan telah menjadi masalah krusial di berbagai daerah. Baru-baru ini di Tangerang Selatan, Banten, tumpukan sampah menghiasi jalanan karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di Tangsel telah mengalami kelebihan beban (overload).
Bahkan, Presiden menyebut hampir seluruh TPA di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028, bahkan mungkin bisa lebih cepat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Selain pembangunan infrastruktur, Presiden menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah, dalam mengatasi persoalan sampah secara menyeluruh.
Pencanangan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) oleh Presiden juga mestinya dibaca sebagai penegasan arah. Negara ingin menghadirkan ruang hidup yang layak, tertib, dan manusiawi bagi warganya.
Nantinya, semua pimpinan di kementerian/lembaga, badan usaha milik negara, hingga pemerintah daerah harus menggelar operasi mengumpulkan sampah minimal setengah jam sebelum masuk jam kerja.
Namun, sebagaimana banyak program nasional sebelumnya, tantangan utama Gerakan Indonesia ASRI bukan pada slogan, melainkan pada konsistensi pelaksanaan. Indonesia tak kekurangan gerakan, tetapi sering kekurangan keberlanjutan.
Semangat besar di awal kerap memudar di lapangan, tergerus rutinitas birokrasi dan minimnya pengawasan. Negeri ini butuh gerakan yang dijalankan dengan disiplin, konsisten, dan berani menabrak kebiasaan lama.
Gerakan ASRI sejatinya menyentuh persoalan paling mendasar dalam kehidupan publik. Karena itu, gerakan ini tak boleh berhenti pada seremoni peluncuran. Pemerintah pusat perlu memastikan kebijakan ini tidak terfragmentasi, dan pada saat bersamaan pemerintah daerah tak boleh menjadikannya sekadar program tambahan yang bergantung pada anggaran dan momentum politik.
Ini momentum, karena itu negeri ini tak boleh kehilangan 'tongkat' untuk kedua kalinya.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.
PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.
PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.
Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.
PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.
PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.
PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved