Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

14/3/2026 05:00

GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar. Hasil survei potensi pergerakan pada angkutan Lebaran 2026, sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik. 
Jumlah itu mencapai separuh penduduk Indonesia. Menurut data terbaru kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang baru dirilis Kamis (12/3), jumlah penduduk Indonesia tercatat tembus 288 juta jiwa. 

Bahkan, pemerintah memprediksi realisasi pemudik tahun ini bakal lebih tinggi ketimbang hasil survei. Berkaca pada periode mudik 2025, akan ada sekitar 10 juta tambahan pemudik dalam realisasinya. 

Mengelola pergerakan dalam jumlah masif tersebut sama sekali bukan perkara mudah. Jika tidak diantisipasi secara matang, perbedaan antara angka proyeksi dan realitas juga bisa berujung pada kemacetan ekstrem, kepadatan terminal, hingga risiko keselamatan perjalanan.

Pengalaman arus mudik pada tahun-tahun sebelumnya memberikan pelajaran penting. Mudik 2022 menjadi contoh bagaimana lonjakan mobilitas pascapandemi memicu kemacetan parah di sejumlah titik tol Trans-Jawa. Antrean kendaraan yang mengular hingga puluhan kilometer terjadi karena lonjakan pemudik tidak sepenuhnya terprediksi. 

Pada 2024, penumpukan parah kendaraan terjadi di Pelabuhan Ciwandan, Banten. Ketika itu para pemudik terjebak macet hingga 12 jam. Pemudik yang sebagian mengendarai sepeda motor kelelahan dan kepanasan hingga korban pingsan berjatuhan. 

Di 2025, pendekatan berbasis koordinasi lintas sektor diperkuat. Pemerintah, aparat kepolisian, operator jalan tol, hingga penyedia transportasi bekerja dalam satu orkestrasi pengelolaan arus mudik. 

Kebijakan contraflow, one way nasional, hingga pembatasan kendaraan angkutan barang pada periode tertentu terbukti mampu mengurangi tekanan di jalur utama. Manajemen distribusi arus kendaraan di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan diperbaiki.

Meski begitu, pemerintah harus benar-benar memastikan kemacetan horor tidak terulang. Titik krusial seperti Pelabuhan Merak dan Ciwandan sering kali menjadi titik nadir kesabaran pemudik. 

Ketidakpastian jadwal kapal dan sistem tiket daring yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat bisa memicu penumpukan kendaraan yang mengular hingga puluhan kilometer. Distribusi beban antara Merak, Bojonegara, dan Ciwandan mesti dilakukan dengan kalkulasi yang matang.

Pada jalur darat, Jalan Tol Trans-Jawa dan jalur pantai utara (pantura) tetap menjadi magnet utama pergerakan pemudik. Pemerintah bersama operator jalan tol harus memastikan kesiapan rest area, sistem transaksi tol yang lancar, hingga penerapan rekayasa lalu lintas yang adaptif terhadap kondisi lapangan.

Jalur alternatif juga perlu dipersiapkan dengan standar keselamatan yang memadai. Selama ini, jalur alternatif sering menjadi pilihan saat kepadatan meningkat, tetapi tidak selalu didukung fasilitas penerangan, rambu, maupun kesiapan petugas.

Selain lalu lintas, tahun ini ada tantangan berupa lonjakan penularan penyakit campak. Pemerintah telah menyiapkan posko-posko imunisasi dan kesehatan di sepanjang jalur mudik. 

Pemudik diminta kesadarannya untuk memastikan anak-anak mereka sudah mendapatkan imunisasi campak. Normalisasikan pula kebiasaan untuk tidak sembarangan menyentuh anak-anak, terutama balita.

Mudik yang aman dan lancar bukan sekadar harapan, melainkan tanggung jawab bersama. Jangan biarkan kegembiraan bertemu keluarga terenggut oleh kegagapan perencanaan di atas aspal dan gelombang. Di jalur mudik, keselamatan adalah harga mati, bukan angka statistik yang dikompromikan.

 



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.