Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

13/3/2026 05:00

BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar. Pemerintah tidak boleh menjadikan tensi geopolitik dunia sebagai pemakluman penyelenggaraan mudik tidak maksimal. Itu karena kegagalan atau keberhasilan mudik tahun ini akan berdampak psikologis yang besar bagi masyarakat.

Kelancaran dan keamanan mudik akan menjadi pendorong optimisme yang lebih ampuh daripada janji apa pun. Sebaliknya, ketidaklancaran mudik bisa membuat gamang dan berkurangnya kepercayaan.

Besarnya dampak mudik bagi situasi negara karena mudik memang bukan sekadar ritual keluarga. Sudah sejak lama pula, mudik Lebaran bukan hanya milik umat Islam. Ini menjadi momen liburan nasional. Tidak mengherankan kalau belum ada momen lain di negeri ini yang bisa menciptakan perputaran uang sebesar mudik Lebaran.

Pada Idul Fitri 1447 Hijriah ini diprediksi 143 juta orang akan mudik. Perputaran uang yang dihasilkan mencapai sekitar Rp190 triliun. Angka jumlah pemudik itu menurun jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 154 juta. Namun, dari nilai uang justru diperkirakan bakal naik ketimbang realisasi tahun lalu yang sekitar Rp180 triliun.

Meski dapat dipahami karena inflasi, bagaimanapun justru prediksi perputaran uang itu harus didukung untuk tercapai. Ini merupakan modal amat penting untuk menggerakkan roda ekonomi sampai ke pelosok. Prediksi masih ada sedikitnya 143 juta orang yang akan mudik, juga merupakan optimisme yang harus dijaga.

Tahun ini, faktor penentu kelancaran mudik tentunya ketersediaan BBM. Sejak awal perang Amerika Serikat-Israel versus Iran pecah hampir dua pekan lalu, pemerintah memang segera memastikan pasokan BBM aman hingga Lebaran.

Namun, dengan kenyataan kemampuan penyimpanan BBM Indonesia hanya 21-25 hari, artinya Lebaran sudah menjadi titik kritis jika tanker minyak tidak juga datang. Kemarin, Pertamina telah mengonfirmasi bahwa dua kapal tanker yang sebelumnya diberitakan telah lolos dari Selat Hormuz, nyatanya bukan untuk dalam negeri kita.

Kapal PIS Paragon dan PIS Rinjani itu masing-masing melanjutkan pelayaran ke India dan Kenya untuk non-captive market (pasar terbuka). VLCC Pertamina Pride dan kapal tanker Gamsunoro yang diperuntukkan bagi Indonesia masih tertahan di kawasan Teluk Arab/Persia.

Kondisi genting tersebut menuntut lebih gencarnya diplomasi pemerintah, baik ke Iran, sebagai negara penguasa Selat Hormuz, maupun ke negara pemilik cadangan minyak lainnya, di luar kawasan itu. Kemampuan diplomasilah yang menjadi penentu kekuatan hubungan bilateral/multilateral di saat krusial ini.

Contoh nyatanya ialah Tiongkok, yang bahkan di saat perang ini masih mendapat kiriman 11,7 juta barel minyak dari Iran. Tiongkok membuktikan bukan sekadar aktif di berbagai forum internasional. Itu bukan untuk citra, melainkan memang efektif untuk kepentingan dalam negeri.

Di samping pekerjaan rumah besar mengamankan pasokan BBM itu, pemerintah juga harus menjamin kesiapan infrastruktur dan berbagai sarana transportasi. Kelaikan jalan, baik kondisi aspal maupun penerangan dan rambu, semestinya sudah rampung saat gelombang arus mudik pertama terjadi pada 14 Maret, atau esok.

Seluruh layanan transportasi juga harus memperhatikan prediksi cuaca dan imbauan BMKG dalam setiap perjalanannya. Keberhasilan penurunan tingkat kecelakaan sebesar 30% pada 2025 jika dibandingkan dengan di 2024, harusnya bisa dilanjutkan tahun ini.

Sekali lagi, pemerintah pusat maupun daerah harus menyadari bahwa keberhasilan mudik tahun ini amat strategis dan penting. Kesuksesan penanganan mudik kali ini akan menjadi momentum besar penguat optimisme, di tengah kondisi global yang sangat menantang dan penuh ketidakpastian.

 



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.