Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah. Di satu sisi, keputusan itu menunjukkan adanya kemauan pemimpin untuk mendengar. Meskipun harus menunggu 'tekanan' dari publik, baik melalui media sosial maupun media arus utama, setidaknya masukan dari berbagai pihak pada akhirnya mampu menembus dinding tebal kekuasaan.
Namun, di sisi lain, kejadian itu menyisakan praduga kuat perihal absennya nalar empati seorang pemimpin kepada rakyat. Bayangkan, ketika baru saja menduduki kursi kekuasaan, hal pertama yang terlintas di benak gubernur justru kemewahan tunggangan, bukan beban hidup rakyatnya. Inilah potret buram yang memperlihatkan betapa tipisnya batas antara fasilitas negara dan syahwat kemewahan di kalangan pejabat.
Sebelum episode pengembalian mobil dinas itu muncul, publik terutama warga Kaltim memang sempat dibuat terperangah. Di tengah upaya daerah membangun infrastruktur dan membenahi kesejahteraan, muncul pengadaan kendaraan operasional dengan angka yang fantastis. Angka Rp8,5 miliar untuk satu unit kendaraan tidak saja menjadi jumlah yang terlalu menembus langit, tapi juga menampar warga Kaltim
Di provinsi yang dijuluki 'Lumbung Energi' itu, kekayaan alam yang melimpah belum sepenuhnya linier dengan kesejahteraan merata. Data menunjukkan bahwa meskipun Kaltim memiliki produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita yang tinggi, angka kemiskinan di kantong-kantong pedalaman dan pesisir masih menjadi noktah hitam.
Ironisnya, dalam situasi seperti itu, pemerintah daerah malah mengalokasikan Rp8,5 miliar hanya untuk satu unit mobil dinas gubernur. Padahal, semestinya uang sebanyak itu bisa lebih memberikan manfaat kepada rakyat jika dikonversi menjadi ribuan paket beasiswa, puluhan kilometer perbaikan jalan desa, atau fasilitas kesehatan di pelosok yang lebih memadai.
Cemoohan dan kritik pedas kepada sang gubernur pun langsung membanjiri ruang digital. Itu bukan sekadar nyinyiran, melainkan representasi dari rasa keadilan publik yang tercederai. Rakyat sesungguhnya tidak antipati dengan fasilitas yang diberikan negara kepada para pemimpin atau pejabat. Namun, yang mereka tuntut ialah kepantasan dan kepatutan.
Ketika seorang pejabat memilih tunggangan yang harganya selangit, ia tidak sadar bahwa sebenarnya sedang membangun tembok tinggi antara dirinya dan rakyat. Pagar kebanggaan akan muruah daerah dibangun kelewat tinggi, sementara realitas pahit warga ada di akar rumput.
Betul bahwa kita patut memberikan kredit poin kepada Rudy Mas’ud yang akhirnya meralat keputusannya setelah menerima masukan dari berbagai pihak. Dalam politik, mengakui kekeliruan dan melakukan koreksi adalah langkah yang jauh lebih terhormat daripada bersikap seolah paling benar. Namun, kepemimpinan yang responsif semestinya tidak perlu menunggu 'teriakan' publik terlebih dahulu.
Seorang pemimpin sejatinya mesti memiliki radar etika yang tajam. Ia juga harus mempunyai sense of crisis. Semestinya pula ia tidak secara provokatif bermewah-mewah, di saat masih banyak rakyatnya bergelimang susah. Sejujurnya, muruah seorang kepala daerah tidak ditentukan oleh kemewahan kendaraan yang ia tumpangi, tetapi oleh kedalaman empati terhadap nasib rakyat.
Peristiwa di Kaltim harus menjadi pelajaran amat berharga bagi seluruh pemimpin di negeri ini. Saat ini kita sedang berada dalam fase ketika transparansi adalah sesuatu yang mutlak dan kontrol sosial adalah keniscayaan. Siapa pun pemimpin, jangan bermain-main dengan rakyat karena rakyat sedang dan akan terus mengawasi setiap rupiah yang mengalir dari keringat mereka.
Ini juga harus menjadi cermin bagi kepala daerah lain di seluruh Indonesia agar lebih wawas diri dalam menggunakan anggaran negara. Mereka mesti mendorong sistem pengawasan anggaran yang lebih ketat agar pengadaan barang yang 'nirempati', serupa kasus pengadaan mobil dinas mewah di Kaltim, tidak lolos sejak tahap perencanaan.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved