Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

03/3/2026 05:00

SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah. Di satu sisi, keputusan itu menunjukkan adanya kemauan pemimpin untuk mendengar. Meskipun harus menunggu 'tekanan' dari publik, baik melalui media sosial maupun media arus utama, setidaknya masukan dari berbagai pihak pada akhirnya mampu menembus dinding tebal kekuasaan.

Namun, di sisi lain, kejadian itu menyisakan praduga kuat perihal absennya nalar empati seorang pemimpin kepada rakyat. Bayangkan, ketika baru saja menduduki kursi kekuasaan, hal pertama yang terlintas di benak gubernur justru kemewahan tunggangan, bukan beban hidup rakyatnya. Inilah potret buram yang memperlihatkan betapa tipisnya batas antara fasilitas negara dan syahwat kemewahan di kalangan pejabat.

Sebelum episode pengembalian mobil dinas itu muncul, publik terutama warga Kaltim memang sempat dibuat terperangah. Di tengah upaya daerah membangun infrastruktur dan membenahi kesejahteraan, muncul pengadaan kendaraan operasional dengan angka yang fantastis. Angka Rp8,5 miliar untuk satu unit kendaraan tidak saja menjadi jumlah yang terlalu menembus langit, tapi juga menampar warga Kaltim

Di provinsi yang dijuluki 'Lumbung Energi' itu, kekayaan alam yang melimpah belum sepenuhnya linier dengan kesejahteraan merata. Data menunjukkan bahwa meskipun Kaltim memiliki produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita yang tinggi, angka kemiskinan di kantong-kantong pedalaman dan pesisir masih menjadi noktah hitam.

Ironisnya, dalam situasi seperti itu, pemerintah daerah malah mengalokasikan Rp8,5 miliar hanya untuk satu unit mobil dinas gubernur. Padahal, semestinya uang sebanyak itu bisa lebih memberikan manfaat kepada rakyat jika dikonversi menjadi ribuan paket beasiswa, puluhan kilometer perbaikan jalan desa, atau fasilitas kesehatan di pelosok yang lebih memadai.

Cemoohan dan kritik pedas kepada sang gubernur pun langsung membanjiri ruang digital. Itu bukan sekadar nyinyiran, melainkan representasi dari rasa keadilan publik yang tercederai. Rakyat sesungguhnya tidak antipati dengan fasilitas yang diberikan negara kepada para pemimpin atau pejabat. Namun, yang mereka tuntut ialah kepantasan dan kepatutan.

Ketika seorang pejabat memilih tunggangan yang harganya selangit, ia tidak sadar bahwa sebenarnya sedang membangun tembok tinggi antara dirinya dan rakyat. Pagar kebanggaan akan muruah daerah dibangun kelewat tinggi, sementara realitas pahit warga ada di akar rumput.

Betul bahwa kita patut memberikan kredit poin kepada Rudy Mas’ud yang akhirnya meralat keputusannya setelah menerima masukan dari berbagai pihak. Dalam politik, mengakui kekeliruan dan melakukan koreksi adalah langkah yang jauh lebih terhormat daripada bersikap seolah paling benar. Namun, kepemimpinan yang responsif semestinya tidak perlu menunggu 'teriakan' publik terlebih dahulu.

Seorang pemimpin sejatinya mesti memiliki radar etika yang tajam. Ia juga harus mempunyai sense of crisis. Semestinya pula ia tidak secara provokatif bermewah-mewah, di saat masih banyak rakyatnya bergelimang susah. Sejujurnya, muruah seorang kepala daerah tidak ditentukan oleh kemewahan kendaraan yang ia tumpangi, tetapi oleh kedalaman empati terhadap nasib rakyat.

Peristiwa di Kaltim harus menjadi pelajaran amat berharga bagi seluruh pemimpin di negeri ini. Saat ini kita sedang berada dalam fase ketika transparansi adalah sesuatu yang mutlak dan kontrol sosial adalah keniscayaan. Siapa pun pemimpin, jangan bermain-main dengan rakyat karena rakyat sedang dan akan terus mengawasi setiap rupiah yang mengalir dari keringat mereka.

Ini juga harus menjadi cermin bagi kepala daerah lain di seluruh Indonesia agar lebih wawas diri dalam menggunakan anggaran negara. Mereka mesti mendorong sistem pengawasan anggaran yang lebih ketat agar pengadaan barang yang 'nirempati', serupa kasus pengadaan mobil dinas mewah di Kaltim, tidak lolos sejak tahap perencanaan.



Berita Lainnya
  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.