Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu. Sebuah janji yang teramat berat, tetapi juga bukan hal yang mustahil untuk direalisasikan.
Untuk pangan, kita patut mengapresiasi kerja keras pemerintah yang sepanjang 2025 tidak mengimpor satu butir pun beras. Sebuah capaian yang luar biasa mengingat Indonesia terakhir mencapai status swasembada beras pada 2008 dan 1984.
Target Presiden, tiga tahun dari sekarang, Indonesia akan mencapai status swasembada untuk semua komoditas pangan, bukan cuma beras. Sebuah target yang juga sangat berat. Namun, keberhasilan swasembada beras pada 2025 menjadi bukti target tersebut bisa diupayakan dicapai. Lagi-lagi, itu bukan hal yang mustahil.
Untuk energi, swasembada juga bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk dicapai. Modalnya sama seperti pencapaian swasembada beras, yakni kemauan dan kerja keras mengingat beratnya upaya yang harus dilakoni. Disebut berat karena mulai 2004 Indonesia sudah jadi importir bersih minyak bumi, utamanya minyak mentah.
Selama lebih dari dua dekade bangsa ini konsisten berharap pada pasokan dari negara-negara produsen minyak. Indonesia juga tak dapat berbuat banyak ketika harga dan kuota minyak yang diimpor ditentukan sepenuhnya oleh negara eksportir. Ya, meski juga berstatus produsen, Indonesia masih 'tersandera' oleh impor minyak yang dalam berbagai kesempatan Presiden kerap menyebut ada mafianya di situ.
Dalam catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia kini hanya mampu memproduksi minyak bumi sekitar 600.000 barel per hari. Sementara itu, 1 juta barel per hari atau dua pertiga dari kebutuhan nasional dipenuhi lewat impor.
Kabar baiknya, untuk gas bumi, pada 2025 produksinya masih lebih besar daripada konsumsi nasional. Alhasil, sepanjang tahun lalu negara ini tak mengimpor gas sama sekali. Kita juga perlu mengapresiasi keberhasilan pemerintah menekan impor solar. Pemerintah bahkan secara bertahap akan menghentikan impor solar mulai tahun ini.
Banyak importir yang bakal sakit gigi, begitu celetukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Maklum saja, dari kebutuhan solar nasional 38 juta–39 juta kiloliter tiap tahunnya, Indonesia masih mengimpor 15 juta–16 juta kiloliter per tahun. Hampir separuhnya.
Sebaliknya, berkurangnya impor solar itu membuat 'sakit gigi' pemerintah mereda. Pemerintah akan memasifkan proyek-proyek bioenergi dengan kelapa sawit sebagai bahan bakunya. Limbah sawit akan diolah menjadi energi terbarukan. Perluasan lahan sawit pun akan dikebut mulai tahun ini.
Luar biasa jika membaca peta jalan yang telah dibuat pemerintah dalam program hilirisasi kelapa sawit. Program biodiesel B40 (campuran 40% minyak sawit dan 60% solar) saat ini akan ditingkatkan menjadi B50. Begitu juga dengan hilirisasi di sektor tambang dan mineral yang begitu diprioritaskan pemerintah saat ini untuk memberi nilai tambah yang signifikan terhadap hasil sumber daya alam Nusantara.
Namun, pemerintah tak boleh lupa, segala proyek besar atas nama kemandirian energi dan hilirisasi itu tentu harus tetap menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai pegangan utamanya. Kemanfaatan terhadap masyarakat harus menjadi tujuan akhir dan utama, bukan tujuan sampiran.
Kalau kita menengok contoh di sektor biofuel, menurut laporan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), pada 2025 program B40 mampu melibatkan 1,9 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Dari sini jelas terlihat, proyek transisi mampu membawa efek berganda bukan hanya bagi perekonomian daerah, melainkan juga langsung ke masyarakat.
Efek berganda itu yang menjadikan swasembada energi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi. Ketika industri energi tumbuh, lapangan kerja tercipta, usaha lokal berkembang, pendapatan masyarakat naik, kesejahteraan pun bisa didapat.
Kemajuan di sektor energi kiranya tak sulit untuk dicapai selama negara memiliki kemauan yang kuat, strategi yang terukur, dan keberanian melawan mafia.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.
BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.
DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved