Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Makin Puas, makin Tancap Gas

12/2/2026 05:00

TINGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin. Ini menjadi tolok ukur untuk melihat apakah kebijakan yang diambil sudah berada di jalur yang tepat, sekaligus untuk mengetahui apakah kebutuhan rakyat sudah terlayani.

Baru-baru ini, survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan 79,9% responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto selama 17 bulan menjabat. Untuk ukuran approval rating seorang presiden, angka itu sangatlah tinggi. Bahkan, lebih tinggi jika dibandingkan dengan dua presiden terdahulu, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, saat pertama kali memimpin. Approval rating keduanya masih berada di bawah Prabowo saat ini.

Kita tentu mengapresiasi tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Prabowo. Ini sebuah modal raksasa dalam melanjutkan kebijakan substansial seperti perbaikan ekonomi makro, penguatan hukum, dan kedaulatan pangan. Dengan demikian, program Asta Cita akan sungguh-sungguh terlaksana. Tingginya approval rating adalah sarana untuk semakin total dalam bekerja. Apalagi, sekitar 20% masyarakat masih belum puas dengan kinerja pemerintah.

Dalam alam demokrasi, setiap kebijakan yang dihasilkan tidak akan mampu menyenangkan semua pihak. Namun, ikhtiar untuk tetap bekerja bagi setiap anak bangsa harus menjadi kompas yang menuntun arah, setia pada tujuan, dan teguh dalam pengabdian.

Survei Indikator Politik menyebutkan responden yang kurang puas angkanya mencapai 17,1% dan yang tidak puas sama sekali ialah 2,2%, sisanya tidak tahu atau tidak menjawab. Itu berarti masih ada masyarakat Indonesia yang aspirasi mereka perlu dirawat dan diperjuangkan.

Justru kepada mereka yang kurang dan tidak puas inilah telinga pemerintah mengarah. Adakah janji yang belum sempat ditepati, ada kebutuhan yang terlewat dipenuhi, atau ada kebijakan yang terasa jauh dari denyut kehidupan mereka?

Ruang-ruang ketidakpuasan kerap menjadi cermin paling jujur terhadap roda pemerintahan. Ia memantulkan kekurangan yang luput terlihat saat pujian lebih nyaring terdengar. Kemampuan berkaca pada ketidakpuasan sesungguhnya menunjukkan kematangan suatu pemerintahan.

Kita berharap Presiden Prabowo tetap berpihak kepada mereka yang tidak puas karena masih tingginya harga pangan dan sempitnya lapangan kerja. Kelompok inilah yang paling dinamis dan bisa dimenangkan kembali melalui perbaikan kinerja.

Lebih dari itu, kematangan suatu pemerintahan juga ditentukan oleh kualitas check and balances. Jangan karena approval rating Presiden Prabowo mendekati 80%, para wakil rakyat di parlemen jadi malas dan duduk bersantai untuk memberikan kritik terhadap sebuah kebijakan.

Tanpa adanya kritik, kebijakan yang diambil berisiko menimbulkan masalah karena tidak melalui uji debat yang sengit. Hal ini malah akan menjerumuskan pemerintah. Kritik bukan untuk menjatuhkan, melainkan demi menyehatkan jajaran eksekutif.

Sebab, sehebat apa pun seorang presiden dan timnya, selalu ada sisi yang luput dari perhatian. Parlemen yang kritis menghadirkan pandangan dari daerah pemilihan masing-masing, yang sering kali tidak terlihat melalui lensa kebijakan makro pemerintah pusat.

Kebijakan publik yang lahir dari debat yang melelahkan dan penuh kritik sering kali jauh lebih berdaya tahan daripada kebijakan yang lahir dari tepuk tangan meriah. Itulah arti penting parlemen selaku mitra kritis pemerintah.

Sekali lagi, kita harus katakan angka 79,9% bukanlah tujuan akhir. Angka ini bukan sesuatu yang mesti dirayakan, sebaliknya menjadi sarana agar jajaran pemerintah semakin tancap gas dalam melayani masyarakat.

 



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.