Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Ekonomi Mulai di Zona Terang

06/2/2026 05:00

KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin. Data-data yang disampaikan BPS menunjukkan perekonomian Indonesia terbukti masih tangguh di tengah masih begejolaknya ekonomi global.

Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi secara tahunan berhasil mencapai 5,11%. Capaian itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di 2024 yang sebesar 5,03%. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di 2025 tersebut merupakan capaian tertinggi sejak 2022.

Secara berturut-turut, pertumbuhan ekonomi secara triwulanan di sepanjang 2025 mencapai 4,87% (triwulan I), 5,12% (triwulan II), 5,04% (triwulan III), dan 5,39% (triwulan IV). Hanya di triwulan pertama ekonomi nasional anjlok. Di sisa triwulan berikutnya, pemerintah langsung tancap gas. Bahkan, di tiga bulan terakhir 2025, pertumbuhan ekonomi ada di angka tertinggi pascapandemi covid-19.

Kabar cerah lainnya dalam catatan BPS, konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama pertumbuhan. Kontribusinya mencapai 53,88% terhadap PDB.

Data BPS itu sekaligus menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih memadai. Berbagai program perlindungan sosial termasuk subsidi dan insentif, yang total anggarannya mencapai Rp1.333 triliun pada 2025, terbukti mampu menjaga ketahanan konsumsi masyarakat.

Besarnya anggaran perlindungan yang diguyurkan pemerintah itu tak lepas dari data BPS pada 2024, yang melaporkan ada sekitar 10 juta penduduk turun kelas, dari kelas menengah menuju kelas menengah bawah dalam lima tahun terakhir. Jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia berkurang dari 21,5% pada 2019 menjadi 17,1% pada 2024.

Selain itu, dalam laporan kali ini BPS juga menyebutkan tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat (Gini ratio) yang juga menurun pada September 2025, dari semula 0,375 pada Maret menjadi 0,363 basis poin. Itu artinya, tingkat kesenjangan ekonomi mulai bisa diatasi, meski belum signifikan.

Bukan hanya dari terjaganya konsumsi, tanda-tanda kebangkitan ekonomi juga terlihat dari besarnya kontribusi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap PDB yang mencapai 28,77%. Angka itu sekaligus menunjukkan bahwa PMTB mulai mampu menjadi kontributor terbesar kedua pertumbuhan ekonomi setelah konsumsi rumah tangga.

Kontribusi sebesar itu menunjukkan pelaku usaha, mulai dari pengusaha besar, UMKM, hingga usaha rumah tangga, terus berbelanja aset tetap untuk meningkatkan produksi mereka. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada subkomponen mesin dan perlengkapan yang melonjak 17,99%, didorong oleh peningkatan impor barang modal jenis mesin serta meningkatnya produksi industri mesin dalam negeri.

Lembaga pemeringkat S&P Global turut melaporkan, industri manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi mulai Agustus 2025, setelah sempat terseok-seok sejak awal tahun. Pendorong utamanya ialah meningkatnya permintaan domestik dan optimisme pelaku usaha.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,07% terhadap pertumbuhan ekonomi. Diikuti sektor perdagangan yang tumbuh 5,49% dan pertanian 5,33%.

Dengan fakta-fakta seperti itu, kita patut mengapungkan optimisme akan masa depan perekonomian negeri ini. Hal itu sekaligus menjadi fakta untuk menjawab kegelisahan sebagian besar anak muda generasi Z yang sempat mencuatkan tagar 'Indonesia Gelap' dan 'Kabur aja Dulu' di awal 2025.

Namun, angka-angka statistik itu tidak boleh membuat pemerintah puas dan menepuk dada. Kegelisahan kaum muda itu belum sepenuhnya padam. Itu karena masih tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda, terutama lulusan sarjana.

Jangan pula lupa, gen Z mendominasi populasi Indonesia saat ini. Jumlah mereka mencapai 27,94%, sekaligus menyumbang 50,29% pengangguran.

Tentu saja persoalan ini harus segera dijawab pemerintah untuk dicari solusinya. Angka-angka BPS itu tidak boleh berhenti di atas kertas tanpa tergambar nyata sebagai realitas di kehidupan dan tak dirasakan denyutnya sehari-hari.

Masyarakat tentu mengapresiasi segenap upaya pemerintah yang terefleksikan oleh data-data BPS itu. Akan tetapi, roda perekonomian masyarakat tak akan bergerak dan berdampak hanya oleh angka-angka. Setelah angka-angka statistik itu mampu membangkitkan optimisme, mereka membutuhkan segera tangan negara yang bergerak cepat untuk tancap gas mengejar target-target yang jauh melampaui capaian 5,11% itu.

 



Berita Lainnya
  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik