Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional. Untuk pertama kalinya sejak ajang ini digelar pada 1999, Indonesia mampu melangkah hingga final. Bahkan, saat memijakkan kaki di semifinal pun, timnas futsal sudah menorehkan sejarah. Selama ini, prestasi terbaik timnas futsal di ajang Piala Asia Futsal hanya sampai perempat final.
Maka, pencapaian kali ini bukan sekadar catatan statistik, melainkan simbol kemajuan yang lahir dari proses panjang, konsistensi, dan kerja kolektif yang terjaga.
Langkah bersejarah itu diawali dengan kemenangan dramatis atas Jepang, salah satu kekuatan utama futsal Asia yang tengah membidik gelar kelima mereka. Kemenangan itu mengantar timnas futsal Indonesia ke final dan menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan kebetulan semata.
Di partai puncak, Indonesia bakal berhadapan dengan Iran, tim paling dominan dalam sejarah Piala Asia Futsal. Rekam jejak Iran yang telah memenangi 13 dari 15 final menunjukkan betapa berat tantangan yang bakal dihadapi timnas futsal Indonesia. Apalagi, tim Iran juga telah menegaskan tekad untuk mempertahankan hegemoni mereka di Asia.
Namun, terlepas dari hasil akhir, kehadiran Indonesia di final sudah merupakan sebuah kemenangan tersendiri. Ini adalah bukti bahwa futsal Indonesia telah naik kelas dan mulai sejajar dengan kekuatan-kekuatan utama di Asia. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa konsistensi pembinaan adalah kunci utama kesuksesan. Timnas futsal tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan perencanaan, kompetisi berjenjang, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kehadiran pelatih asal Spanyol, Hector Souto, dengan pendekatan modern juga berpadu dengan kerja keras pemain lokal yang terus berkembang melalui liga dan turnamen domestik, menjadi kunci kesuksesan tersebut. Lebih dari itu, keberhasilan ini mencerminkan pentingnya kesinambungan kebijakan dalam olahraga. Ketika pembinaan dijalankan secara terarah dan berkelanjutan, hasilnya akan terlihat, meski membutuhkan waktu.
Futsal Indonesia kini menuai buah dari kesabaran tersebut. Prestasi ini seharusnya menjadi pembuktian bahwa investasi jangka panjang di bidang olahraga tidak pernah sia-sia.
Namun, sejarah yang tercipta tidak boleh membuat semua pihak terlena. Justru sebaliknya, pencapaian ini harus menjadi cambuk untuk menjaga konsistensi dan meningkatkan standar. Tantangan berikutnya ialah mempertahankan performa, memperluas basis pembinaan usia muda, dan memastikan regenerasi berjalan tanpa putus. Prestasi sesaat tanpa keberlanjutan hanya akan menjadi kenangan, bukan fondasi masa depan. Apalagi, masih ada ajang Piala Dunia Futsal yang sejauh ini menjadi barometer penting tertinggi prestasi olahraga di kancah dunia.
Keberhasilan timnas futsal juga merupakan hasil kerja sama banyak pihak. Pengurus yang menyusun arah kebijakan, pelatih yang merancang strategi dan membentuk mental, serta pemain yang berjuang di lapangan memiliki peran yang sama penting. Karena itu, tidak elok jika apresiasi hanya diarahkan kepada satu pihak saja. Prestasi ini adalah kerja kolektif yang patut dijaga bersama.
Masuknya Indonesia ke final Piala Asia Futsal adalah tonggak sejarah. Tantangan sesungguhnya kini ialah menjadikan sejarah itu sebagai titik awal, bukan puncak. Jika konsistensi pembinaan tetap dijaga, futsal Indonesia memiliki peluang besar untuk terus bersaing dan menancapkan pengaruhnya di tingkat Asia, bahkan bisa berbicara di tingkat dunia.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.
PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.
PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.
Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.
PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved