Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Mewujudkan Kedaulatan Emas

11/2/2026 05:00

LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia. Sebagai negara dengan potensi sumber daya emas yang besar, momentum ini semestinya memperkuat cadangan nasional sekaligus menopang ketahanan ekonomi.

Indonesia merupakan negara dengan cadangan emas terbesar keempat di dunia berdasarkan data US Geological Survey Mineral Commodity Summaries (USGS). Mengutip data USGS yang dirilis pada Januari 2025, total cadangan emas Indonesia mencapai 3.600 metrik ton.

Bukan hanya cadangan, produksi emas Indonesia juga menjadi yang terbesar ke-10 di dunia. Pada 2023, produksinya ditaksir mencapai 100 ton per tahun. Namun, di tengah produksi yang impresif tersebut, Indonesia ternyata masih mengimpor emas.

Impor emas, terutama yang dilakukan PT Antam, mencapai 30 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi. Hal itu dilakukan Antam untuk menambal kekurangan atas kebutuhan emas dalam negeri. Kebutuhan emas per tahun diperkirakan mencapai 45 ton.

Banyak faktor yang memengaruhi kurangnya pasokan emas dalam negeri sehingga memaksa impor tetap dilakukan. Pertama, perusahaan-perusahaan tambang emas, selain Antam, masih banyak yang menjual emas dengan cara diekspor karena dianggap lebih menguntungkan dan lebih fleksibel.

Kedua, masih maraknya tambang emas ilegal yang tidak terpantau. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendeteksi perputaran uang dalam jaringan penambangan emas tanpa izin (PETI) pada periode 2023–2025 mencapai lebih dari Rp992 triliun. Sebagian besar dana tersebut terdeteksi mengalir ke luar negeri melalui aktivitas ekspor emas ke sejumlah negara, seperti Singapura, Tailan, dan Amerika Serikat.

Tambang emas ilegal yang dibiarkan tumbuh subur tidak bisa lagi dipandang sebagai pelanggaran hukum biasa. Negara mestinya tidak boleh kalah oleh jaringan tambang ilegal yang kerap berkelindan dengan pembiaran, aparat lokal, hingga kepentingan ekonomi segelintir pemilik modal jangka pendek. Mereka lebih senang 'berbisnis' emas dengan penambang ilegal karena demi mengemplang pajak.

Meski pengaturan pertambangan emas telah ada sejak 1967, dan sudah beberapa kali diperbaiki untuk penyempurnaan, nyatanya pertambangan emas ilegal masih marak terjadi. Sekitar 90% penambang skala kecil, dengan pengolahan di bawah 1.000 ton bijih emas per hari, serta penambang artisan yakni penambang perorangan yang menggunakan peralatan sederhana, masuk ke dalam kategori penambang ilegal. Atau, ada pula para cukong yang rela memberikan alat produksi tambang ilegal.

Karena itulah, penertiban tambang ilegal bukan sekadar penegakan hukum, melainkan langkah strategis menyelamatkan kekayaan negara. Penegakan hukum harus konsisten dan terukur. Bukan sekadar operasi sesaat yang ramai di awal lalu senyap di akhir.

Penindakan harus menyasar aktor utama, pemodal, dan jalur distribusi emas ilegal, bukan hanya pekerja lapangan yang sering kali menjadi korban keadaan. Dengan data dari PPATK, rasanya akan sangat membantu bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri jalur perdagangan emas ilegal itu.

Ketika emas digali tanpa izin, tanpa pajak, tanpa pengawasan, negara kehilangan potensi penerimaan yang nilainya ditaksir mencapai ratusan triliun bahkan bisa ribuan triliun rupiah. Itu jelas bukanlah angka yang kecil. Mestinya menjadi atensi sumber daya strategis yang seharusnya bisa memperkuat APBN, menambah cadangan emas nasional, serta membiayai pembangunan jangka panjang.

Apalagi, di masa ketidakpastian geopolitik global, emas bukan sekadar logam mulia, melainkan simbol kedaulatan ekonomi. Dan, kedaulatan, seperti halnya hukum, tidak boleh kalah oleh praktik ilegal yang dibiarkan terlalu lama.

 



Berita Lainnya
  • Kembalikan Hak Sehat Rakyat

    10/2/2026 05:00

    SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil.

  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.