Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Derita Rakyat bukan Ladang Konten

05/12/2025 05:00

KEHADIRAN pejabat di tengah bencana semestinya memiliki fungsi dan makna penting. Selain memberi dukungan moral, pejabat dapat memastikan distribusi bantuan berjalan, memeriksa koordinasi pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana, serta memastikan pemerintah bekerja di garis depan.

Namun, ternyata ada pejabat dan elite politik yang mendatangi lokasi bencana dengan penampilan yang teatrikal, disertai rombongan dokumentasi dan gestur dramatis. Wajar jika banyak yang menyebut mereka menjadikan situasi bencana sebagai panggung pencitraan.

Yang paling celaka, warga terdampak bencana sering diperlakukan seperti latar belakang dalam foto dan video yang mereka sebarkan. Kedukaan ditampilkan ibarat latar panggung sandiwara. Tangisan mereka jadi bahan konten. Rumah yang hancur jadi backdrop dramatis untuk caption 'kami hadir bersama rakyat'.

Di tengah duka masyarakat yang kehilangan keluarga, rumah, maupun sumber penghidupan, korban bencana banjir bandang di Sumatra tidak membutuhkan untuk jadi bahan tontonan politis. Motif pencitraan di tengah penderitaan korban merupakan sebuah bentuk disonansi etis, yang tidak hanya sulit diterima akal sehat, tapi juga bentuk nihilnya empati.

Bencana bukanlah panggung untuk membangun citra. Aksi sosial penanggulangan bencana adalah panggilan dari lubuk hati. Setiap pejabat publik mestinya punya kemampuan untuk merasakan getaran penderitaan warga dan kemudian menerjemahkannya menjadi tindakan yang tepat.

Namun, dalam berbagai momentum bencana, rakyat masih terlalu sering menyaksikan prioritas yang terbalik. Alih-alih menghadirkan pengayoman, sejumlah elite justru memproduksi pernyataan dan perilaku yang memantik antipati.

Ada yang melontarkan komentar tidak sensitif. Ada pula yang menjadikan lokasi bencana sebagai panggung pencitraan. Dalam suasana berkabung, perilaku semacam itu bukan saja tidak etis, melainkan juga menunjukkan jarak emosional yang semakin lebar antara penguasa dan rakyat.

Yang paling dicibir publik tentu aksi panggul sekarung beras dan menyerok lumpur saat berkunjung ke lokasi terdampak banjir di Kota Padang, Sumatra Barat. Ada produksi konten yang direncanakan matang untuk menghasilkan sebuah pencitraan.

Sudah saatnya pejabat dan elite politik menghentikan kebiasaan mengaitkan setiap langkah dengan kalkulasi elektoral. Bencana bukan ruang kampanye politik, melainkan ruang solidaritas.

Di saat bergulat dengan trauma dan ketidakpastian, warga Sumatra membutuhkan kepastian hadirnya negara, bukan kedatangan pejabat dengan motif pencitraan.

Bencana adalah ujian, tidak hanya bagi masyarakat yang terdampak, tetapi juga bagi mereka yang memegang amanah kekuasaan. Ia menuntut kewaspadaan, kerja sama, dan kesediaan untuk menyisihkan kepentingan politik jangka pendek.

Momentum bencana di Sumatra seharusnya menjadi titik balik untuk memperkuat kultur kepemimpinan yang berorientasi pada kemanusiaan, dengan empati yang diperkuat, tindakan yang terkoordinasi, dan kepentingan publik yang ditempatkan di atas segalanya.

Bencana semestinya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan memastikan negara bekerja dengan kemampuan terbaiknya, bukan berubah menjadi panggung bagi pertunjukan simbolis para aktor politik.

 



Berita Lainnya
  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.

  • Saatnya Mewujudkan Keadilan Sosial

    01/1/2026 05:00

    PERGANTIAN tahun telah menempatkan 2025 di masa lalu. Dalam lembaran baru, 2026 membentangkan jalan masa depan bangsa yang penuh simpangan dan tantangan.