Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN pejabat di tengah bencana semestinya memiliki fungsi dan makna penting. Selain memberi dukungan moral, pejabat dapat memastikan distribusi bantuan berjalan, memeriksa koordinasi pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana, serta memastikan pemerintah bekerja di garis depan.
Namun, ternyata ada pejabat dan elite politik yang mendatangi lokasi bencana dengan penampilan yang teatrikal, disertai rombongan dokumentasi dan gestur dramatis. Wajar jika banyak yang menyebut mereka menjadikan situasi bencana sebagai panggung pencitraan.
Yang paling celaka, warga terdampak bencana sering diperlakukan seperti latar belakang dalam foto dan video yang mereka sebarkan. Kedukaan ditampilkan ibarat latar panggung sandiwara. Tangisan mereka jadi bahan konten. Rumah yang hancur jadi backdrop dramatis untuk caption 'kami hadir bersama rakyat'.
Di tengah duka masyarakat yang kehilangan keluarga, rumah, maupun sumber penghidupan, korban bencana banjir bandang di Sumatra tidak membutuhkan untuk jadi bahan tontonan politis. Motif pencitraan di tengah penderitaan korban merupakan sebuah bentuk disonansi etis, yang tidak hanya sulit diterima akal sehat, tapi juga bentuk nihilnya empati.
Bencana bukanlah panggung untuk membangun citra. Aksi sosial penanggulangan bencana adalah panggilan dari lubuk hati. Setiap pejabat publik mestinya punya kemampuan untuk merasakan getaran penderitaan warga dan kemudian menerjemahkannya menjadi tindakan yang tepat.
Namun, dalam berbagai momentum bencana, rakyat masih terlalu sering menyaksikan prioritas yang terbalik. Alih-alih menghadirkan pengayoman, sejumlah elite justru memproduksi pernyataan dan perilaku yang memantik antipati.
Ada yang melontarkan komentar tidak sensitif. Ada pula yang menjadikan lokasi bencana sebagai panggung pencitraan. Dalam suasana berkabung, perilaku semacam itu bukan saja tidak etis, melainkan juga menunjukkan jarak emosional yang semakin lebar antara penguasa dan rakyat.
Yang paling dicibir publik tentu aksi panggul sekarung beras dan menyerok lumpur saat berkunjung ke lokasi terdampak banjir di Kota Padang, Sumatra Barat. Ada produksi konten yang direncanakan matang untuk menghasilkan sebuah pencitraan.
Sudah saatnya pejabat dan elite politik menghentikan kebiasaan mengaitkan setiap langkah dengan kalkulasi elektoral. Bencana bukan ruang kampanye politik, melainkan ruang solidaritas.
Di saat bergulat dengan trauma dan ketidakpastian, warga Sumatra membutuhkan kepastian hadirnya negara, bukan kedatangan pejabat dengan motif pencitraan.
Bencana adalah ujian, tidak hanya bagi masyarakat yang terdampak, tetapi juga bagi mereka yang memegang amanah kekuasaan. Ia menuntut kewaspadaan, kerja sama, dan kesediaan untuk menyisihkan kepentingan politik jangka pendek.
Momentum bencana di Sumatra seharusnya menjadi titik balik untuk memperkuat kultur kepemimpinan yang berorientasi pada kemanusiaan, dengan empati yang diperkuat, tindakan yang terkoordinasi, dan kepentingan publik yang ditempatkan di atas segalanya.
Bencana semestinya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan memastikan negara bekerja dengan kemampuan terbaiknya, bukan berubah menjadi panggung bagi pertunjukan simbolis para aktor politik.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved