Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mengimbau masyarakat untuk menerima kepulangan WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok, ke daerah asal setelah menjalani proses karantina di Natuna.
Rencananya, pukul 12.00 WIB, para WNI tersebut akan bertolak ke Jakarta.
Dari ke-238 orang itu, mayoritas berasal dari Jawa Timur sebanyak 68 orang.
Ke-238 WNI menjalani observasi selama dua pekan. Evakuasi 238 WNI yang kebanyakan mahasiswa itu berlangsung 31 Januari silam.
Menurut Nasir, pemulangan simpatisan IS eks WNI, khususnya perempuan dan anak, bisa dilakukan namun tetap dengan pengawasan ketat.
Pencabutan status kewarganegaraan eks kombatan IS akan dilakukan melalui proses hukum administrasi seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007.
Masyarakat Natuna akan menggelar prosesi kecil secara adat melepas 238 WNI itu ke daerahnya masing-masing.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman, menilai sikap pemerintah yang menolak eks kombatan Islamic State (IS) sudah tepat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan masa observasi WNI di Natuna akan berakhir pada 15 Februari 2020. Nantinya, 238 WNI di Natuna tersebut akan langsung dipulangkan ke Jakarta.
Orang-orang yang bergabung dengan kelompok radikal itu secara sadar melepaskan kewarganegaraan Indonesia untuk bergabung dengan IS.
Terkait Suriah, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah masih akan memberikan peluang untuk anak-anak di bawah 10 tahun yang berstatus yatim piatu untuk kembali ke Tanah Air.
Dubes RI untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya, menyatakan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang terkonfirmasi positif virus korona di Singapura dilaporkan dalam kondisi baik.
Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memulangkan 689 orang eks kombatan Negara Islam (IS) asal Indonesia. Namun, pemerintah tetap melakukan identifikasi data.
Pemerintah melakukan verifikasi status kewarganegaraan mantan anggota Negara Islam (IS) asal Indonesia. Pendataan terus dilakukan untuk menentukan status eks WNI tersebut.
Pasalnya, selama ini, tidak ada laporan terkait keberadaan anak-anak para mantan kombatan IS tersebut.
Mahfud mengatakan eks kombatan IS asal Indonesia itu selalu menghindar, bahkan tidak mengakui diri mereka sebagai WNI lagi.
Jaringan IS tersebut bisa melakukan penyerangan pada kantor pemerintah karena jengkel teman mereka tidak dipulangkan.
Data jumlah IS eks WNI sebanyak 689 berasal dari CIA, lembaga intelejen Amerika Serikat (AS).
Pemerintah harus tetap waspada terhadap adanya kemungkinan aksi balas dendam setelah menolak kepulangan eks WNI yang telah berbaiat ke IS itu kembali ke Tanah Air.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved