Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pemulangan 689 kombatan Islamic State (IS) eks warga negara Indonesia (WNI) dinilai bakal mengancam keamanan Indonesia. Opsi tersebut juga dianggap rawan agenda terselubung.
"(Pemulangan) menjadi skenario terburuk bagi kemananan nasional. Skenario ini sangat rawan penyusupan," kata Analis Terorisme Timur Tengah Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta, Minggu (23/2).
Stanislaus meminta pemerintah tegas mencegah anggota IS eks WNI kembali ke Indonesia.
Pasalnya, kata Stanislaus, ideologi mereka sudah sangat radikal dan telah menjual aset-aset di Indonesia.
"Hal ini harus dicegah karena akan sangat berbahaya bagi kepentingan keamanan dalam negeri," ucap dia.
Baca juga: KPK Doktrin Sikap Antikorupsi kepada Pemuda Desa di Jateng
Stanislaus menambahkan skenario memulangkan anggota IS eks WNI memang akomodatif bagi pegiat kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM). Namun, kata dia, pemulangan anggota IS eks WNI bukan perkara mudah dan membutuhkan waktu yang panjang.
"Mengingat anggota IS eks WNI sudah membakar dokumen kewarganegaraan," ujar Stanislaus.
Stanislaus juga menyarankan pemerintah berkolaborasi dengan intelijen negara lain.
Menurut dia, kerja sama informasi ihwal radikalisme dan terorisme sangat penting lantaran pergerakan aktor radikalisme lintas negara.
"Juga dilakukan dengan organisasi yang menangani pengungsi terutama untuk pendataan dan pemetaan," pungkasnya. (OL-1)
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI tengah mengawal ketat kasus hukum seorang anak Indonesia karena diduga terlibat dalam aktivitas yang mendukung gerakan ISIS.
Amerika Serikat dan Nigeria melakukan operasi serangan udara gabungan terhadap ISIS di Sokoto.
Presiden Donald Trump mengonfirmasi serangan mematikan terhadap ISIS di Nigeria sebagai respons atas penganiayaan umat Kristen.
Kepolisian Turki menangkap 115 terduga anggota ISIS dalam penggerebekan serentak. Para tersangka diduga berencana menyerang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved