Rabu 19 Februari 2020, 07:50 WIB

WNI Positif Covid-19 Ditangani Pemerintah Jepang

Atalya Puspa | Internasional
WNI Positif Covid-19 Ditangani Pemerintah Jepang

AFP/Behrouz MEHR
Para pemunpang kapal pesiar Diamond Princess yang di karantina karena di duga terpapar virus Korona.

 

RESPONS penanganan tiga WNI awak kapal pesiar Diamond Princess yang positif terpapar virus korona dilakukan pemerintah Jepang. Dua WNI telah dibawa ke rumah sakit di Kota Chiba, sedangkan satu WNI lagi hingga berita ini diturunkan masih menjalani proses menuju rumah sakit.

Tim KBRI sudah ke Chiba memastikan WNI mendapatkan penanganan yang baik dari otoritas di Jepang. Indonesia juga minta Jepang memperhatikan kondisi kesehatan para kru kapal, termasuk 75 WNI lain.

Pendapat itu disampaikan Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara terpisah di Jakarta  kemarin. 

"Respons tidak dilakukan Kemenkes. Semua dalam otoritas kesehatan Jepang. Kami percaya mereka akan menjalankan protokol perawatan dengan baik," ujar Yurianto.

Dengan tiga kasus yang menjangkiti WNI itu, total kasus virus korona dari kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di perairan Yokohama itu menjadi 446 kasus.

Dengan meningkatnya kasus covid-19 di luar Tiongkok, Yuri menyatakan pihaknya akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Menlu Retno mengatakan, melalui Dubes Jepang di Jakarta yang ditemuinya, Indonesia juga meminta Jepang memberikan informasi lebih detail mengenai rencana setelah 19 Februari. "Permintaan ketiga, otoritas Jepang memastikan perusahaan kapal pesiar itu dapat menjamin hak-hak kru dengan situasi seperti saat ini," ujar Retno.

Ia menjelaskan total ada 3.711 orang di kapal pesiar, yang terdiri atas 2.666 penumpang dan kru sebanyak 1.045 dari 56 negara.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus korona baru hanya menyebabkan penyakit ringan bagi 80% pasien yang terinfeksi. Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan 14% pasien akan menderita penyakit parah seperti pneumonia.

"Ada kasus yang relatif sedikit di antara anak-anak dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu mengapa itu terjadi. Covid-19 tidak sama mematikannya dengan virus korona lain, seperti severe acute respiratory syndrome (SARS) atau Middle East respiratory syndrome (MERS)," jelasnya.

Jumlah kematian akibat covid-19 telah melampaui 1.800 orang di Tiongkok dan menginfeksi lebih dari 70.500 orang. (Ata/Nur/Channel News Asia/X-7)

Baca Juga

LEO RAMIREZ / AFP

Tiongkok Bantah Pernyataan Menlu AS Soal Asal Covid-19 dari Wuhan

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 20 Januari 2021, 18:08 WIB
Tiongkok membantah pernyataan Menlu AS Mike Pompeo yang menyebut Covid-19 berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei...
AFP/Ozan Kose

AS Tuding Tiongkok Lakukan Genosida pada Muslim Uighur

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 20 Januari 2021, 17:19 WIB
Di hari terakhir sebagai Menlu AS, Mike Pompeo menekankan bahwa tindakan buruk Tiongkok terhadap warga Uighur tidak boleh...
SAUL LOEB / AFP

YouTube Perpanjang Pemblokiran Akun Trump Selama Seminggu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 15:03 WIB
Donald Trump tidak diizinkan mengunggah video atau melakukan live streaming dalam akun YouTube pribadinya dalam beberapa waktu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya