Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyarankan masyarakat yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan rutin melakukan vaksinasi setiap 6-12 bulan sekali untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
“Untuk yang immunocompromise (kekebalan tubuh rendah), punya komorbid banyak, saya rasa perlu secara rutin 6-12 bulan sekali divaksinasi Covid-19 karena virusnya tetap ada, enggak bakal hilang,” kata Menkes usai meresmikan fasilitas produksi vaksin PT Biotis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Ia menjelaskan, vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan, sehingga masyarakat yang memiliki komorbid atau kekebalan tubuh rendah rentan tertular apabila terjadi pandemi kembali.
Baca juga : Upaya Preventif Efektif Cegah Penyakit pada Orang Dewasa dengan Vaksin
“Virus corona saya baru belajar juga dari teman-teman di Biotis, ini kan familinya corona, di hewan itu bisa bertahan 50-100 tahun. Selama badan kita sehat, enggak apa-apa, tetapi kalau kita punya komorbid banyak dan badannya sudah enggak sehat, itu bisa enggak baik,” ucap Budi.
“Jadi lebih baik untuk yang punya komorbid, rutin lah divaksin setahun sekali, toh vaksinnya sudah ada, aman, dan nyaman untuk digunakan,” imbuhnya.
Menkes mengemukakan, tugas pemerintah yakni memastikan pendidikan tentang vaksin dapat tersampaikan kepada seluruh masyarakat agar mereka lebih tenang ketika mendapatkan vaksin dari dalam negeri.
Baca juga : Rencana Vaksinasi Berbayar Perlu Dipertimbangkan Kembali
“Itu memang tugasnya kita untuk mendidik para ibu-ibu terutama, supaya lebih tenang kalau diimunisasi atau vaksinasi. Dengan adanya media sosial sekarang, memang segala macam hoaks itu beredar, untuk itu saya minta tolong dengan media, imunisasi dan vaksinasi itu prosesnya panjang sekali, enggak mungkin bisa keluar tanpa approval (persetujuan) dari otoritas-otoritas seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM),” paparnya.
Ia menegaskan, beberapa vaksin bahkan sudah melalui otoritas dari dunia seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehingga keamanannya sudah pasti teruji.
“Kemudian, orang mencegah dengan divaksinasi itu jauh lebih murah, nyaman, dibandingkan dia terkena penyakit duluan. Sekarang misalnya lagi menjalar cacar air atau cacar monyet, segala macam jenis cacar, itu dulu banyak membuat masyarakat menderita dan cacat, kemudian keluar vaksinnya, kita divaksin, akhirnya itu kan hampir hilang dari dunia,” tuturnya.
Menurut dia, patogen atau virus berpotensi untuk bermutasi kembali sehingga lebih baik mengutamakan tindakan preventif daripada kuratif.
“Itu sebabnya menurut saya jauh lebih baik kita lakukan tindakan preventif, salah satunya adalah vaksinasi, dibandingkan harus mengobati,” ujar dia. (Ant/H-2)
Prinsip dasar PHBS sebenarnya bersifat universal dan sederhana, yakni memastikan kebersihan tubuh dari unsur luar.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved