Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak lulusan Universitas Udayana Jessica Sugiharto mengingatkan orangtua untuk memenuhi vaksin anak, termasuk yang primer dan tambahan, demi menjaga kesehatan dan membentuk imunitas tubuh terhadap beragam penyakit
Salah satu vaksin primer yang perlu diberikan kepada anak, kata Jessica, dikutip Kamis (24/7), adalah DPT, yang bisa diberikan di usia 2-4 bulan dan dosis tambahan di usia 18 bulan, usia prasekolah lima tahun, dan usia sekolah 10 hingga 12 tahun.
Fungsi vaksin itu adalah untuk melindungi anak dari tiga penyakit yaitu difteri, pertusis atau batuk 100 hari, dan tetanus.
Setelah tiga dosis primer diberikan, proteksi terhadap infeksi bakteri mampu melindungi anak antara lain dari pertusis sebesar 85%.
Dosis tambahan vaksin DPT akan membuat imunitas tetap terjaga. Jika dosis tambahan tidak diberikan pada usia sekolah, proteksi
akan menurun hingga lima sampai 10 tahun.
Selain vaksin primer, yang wajib diberikan, orangtua juga bisa mempertimbangkan memberikan vaksinasi tambahan, misalnya vaksin influenza.
"Vaksin pertama yang lebih berfokus pada penyakit pernapasan misalnya vaksin influenza yang bisa diberikan mulai usia enam bulan dan bisa diberikan booster (penguat) setiap tahun," ujar Jessica.
Vaksinasi influenza, kata dia, mampu melindungi anak dari virus tipe A dan tipe B dan menunjukkan efektivitas sekitar 6-12 bulan. Vaksin tersebut bisa dilakukan setidaknya setahun sekali karena virus influenza kerap bermutasi.
Vaksinasi tambahan kelompok selanjutnya adalah perlindungan terhadap saluran cerna yang diakibatkan lingkungan misalnya melalui makanan, tangan, kotoran dan lainnya, antara lain dengan vaksinasi hepatitis A yang diberikan mulai dari usia satu tahun. Dosis selanjutnya diberikan pada usia enam hingga 18 bulan setelah dosis pertama, untuk melindungi tubuh dari infeksi virus hepatitis A yang menyerang hati.
Vaksin hepatitis A memberikan perlindungan mencapai 95% untuk satu dosis, dan 100% melindungi selama 20 tahun dan untuk dua dosis sehingga tidak perlu booster ulang karena imunitas telah tercapai dengan baik.
Vaksin tambahan lain yang bisa diberikan adalah MMR untuk memberikan perlindungan terhadap campak, gendongan, dan rubella.
Vaksin MMR bisa diberikan ketika anak berusia 15 bulan, sementara dosis tambahan bisa diberikan dalam rentang 5 sampai 7 tahun setelah dosis pertama
Setelah pemberian dua dosis, lanjut dia, perlindungan pada penyakit tersebut mampu mencapai 10 hingga 20 tahun. (Ant/Z-1)
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved