Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah

Athiyya Nurul Firjatillah
10/3/2026 21:23
Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah
Menteri Luar Negeri Sugiono saat menyambut kepulangan rombongan repatriasi WNI dari Iran di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/3).(Metrotvnews/Athiyya Nurul Firjatillah)

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menunda rencana perjalanan ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini diambil menyusul eskalasi situasi keamanan yang kian dinamis di wilayah tersebut.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono saat menyambut kepulangan rombongan repatriasi WNI dari Iran di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/3).

Menlu Sugiono menegaskan bahwa masyarakat perlu melakukan penilaian ulang yang matang sebelum memutuskan untuk berangkat ke negara-negara di Timur Tengah dalam waktu dekat.

“Jika ingin melakukan perjalanan ke wilayah Timur Tengah, perhatikan kembali status situasi yang ada. Jika dianggap tidak mendesak atau tidak perlu, saya kira sebaiknya dibatasi sampai keadaan benar-benar memungkinkan,” ujar Sugiono.

Pemerintah saat ini terus memantau dinamika keamanan secara ketat, terutama dampak dari konflik yang melibatkan sejumlah negara besar di kawasan tersebut terhadap keselamatan warga sipil.

Sebelumnya sebanyak 22 WNI telah dievakuasi dan tiba di tanah air pada hari ini. Sugiono menyebut, masih terdapat 10 WNI yang akan tiba pada esok hari, Rabu 11 Maret 2026 sebagai rangkaian proses repatriasi. 

Selain langkah repatriasi, Kemlu terus mengintensifkan koordinasi dengan seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di Timur Tengah. Pemantauan dilakukan 24 jam untuk menentukan langkah mitigasi selanjutnya bagi WNI yang masih menetap di wilayah terdampak.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbaru mengenai status keamanan kawasan guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara Indonesia di luar negeri. (P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya