Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
HAAFIZH Nisfu Arifani, mahasiswa asal Kalimantan Tengah, bertekad ingin kembali melanjutkan pendidikan di Negeri Tirai Bambu. Sebab, mahasiswa yang menimba ilmu di sekolah politeknik di Provinsi Hubei, Tiongkok, sudah memasuki semester tujuh.
"Kami masih menunggu sampai wabah itu berakhir. Nanti bila wabah ini berhenti, kami akan melanjutkan studi lagi," ujar Haafizh.
Setelah dievakuasi dari Tiongkok, Haafizh menjalani masa karantina di Natuna, Kepulauan Riau, untuk memastikan dirinya terbebas dari virus korona. Diceritakan pemuda yang lahir di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, dirinya bersama warga negara Indonesia (WNI) lainnya melakukan berbagai kegiatan yang dipimpin tim pemandu.
"Alhamdulilah kami semua dinyatakan sehat dan boleh kembali ke rumah masing-masing," imbuhnya.
Baca juga: Buktikan Bebas Korona, WNI di Natuna Lepas Masker Sebelum Terbang
Hal serupa juga diungkapkan Eve Pauline Damanik, warga Palangka Raya yang juga mengikuti karantina di Natuna. Dia menyatakan keinginan untuk segera kembali ke Wuhan untuk melanjutkan kuliahnya yang terhenti akibat wabah virus korona.
"Seperti Haafizh, saya rencana kembali ke sana setelah wabah ini berakhir," kata Eve singkat.
Hari Maihadi, orang tua dari Haafizh, mengatakan dirinya tidak keberatan jika putranya kembali melanjutkan studi di Tiongkok. Dengan catatan, wabah virus korona sudah berakhir.
"Saya sangat mendukung anak saya untuk menyelesaikan studi di sana. Karena sudah 3,5 tahun di sana," pungkas Hari.
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menyatakan tidak ada perlakuan khusus bagi mahasiswa yang baru pulang setelah menjalani masa karantina. "Sudah ada sertifikatnya bahwa keduanya sehat. Jadi kita sebagai yang punya wilayah cuma mengantarkan saja dan tak diperlukan lagi perlakukan khusus," jelas Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Irma.(OL-11)
PEMERINTAH Indonesia tengah menyiapkan evakuasi gelombang kedua warga negara Indonesia atau WNI dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan kepulangan 22 WNI dari Iran merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah situasi darurat internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Menlu Sugiono ungkap sulitnya evakuasi WNI dari Iran akibat penutupan ruang udara. Cek jadwal kedatangan 10 WNI berikutnya pada 11 Maret 2026 di sini.
Kemlu imbau WNI tunda perjalanan ke Timur Tengah akibat eskalasi keamanan. Simak update repatriasi 22 WNI dari Iran per 10 Maret 2026 di sini.
Kementerian Luar Negeri mengevakuasi gelombang pertama WNI dari Iran akibat situasi Timur Tengah yang tidak menentu. 22 WNI dijadwalkan tiba hari ini di Bandara Soekarno-Hatta.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved