Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengungkapkan, kendati tak ada dukungan anggaran, perseroan tetap harus membuang beras yang mengalami kerusakan.
Ratusan ton beras tidak layak ini memang disimpan lama karena disiapkan hanya untuk bantuan sosial.
PERUM Bulog yang kini ditunjuk sebagai Manajer Penyediaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) harus memastikan berasnya berkualitas baik agar bisa bersaing
Selain inovasi untuk meningkatkan dan menjaga kualitas berasnya, Bulog perlu memperkuat koordinasi dengan Kemensos terkait data Keluarga Penerima Manfaat dan proses penyalurannya
KEMENTERIAN Sosial akhirnya menunjuk Perum Bulog sebagai penyalur beras utama program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
Sebagai manajer suplai, Bulog juga diizinkan menggandeng perusahaan-perusahaan di daerah untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut
Penunjukan sebagai manajer suplai Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) membuat peran Bulog menjadi jelas.
Bulog juga didorong untuk 100% menyalurkan beras ke elektronik warung gotong royong (e-Warong).
Untuk menghindari beras impor membusuk percuma di gudang, Bulog berharap dilibatkan semaksimal mungkin dalam Program Bantuan Pangan Non tunai (BPNT). Bulog akan menyalurkan beras terbaru
Karena berorientasi bisnis, Bulog tidak diutamakan untuk menyuplai beras pada program tersebut.
Perum Bulog berharap penyaluran beras yang ada di gudang Bulog bisa disalurkan secara optimal melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Jika Kementerian Sosial mampu menyalurkan BPNT ke seluruh wilayah Indonesia tanpa bantuan perseroan, Buwas berjanji akan mundur dari jabatan tertinggi Perum Bulog.
Beras-beras tersebut sudah berada di gudang perseroan sejak tahun lalu yang merupakan hasil pengadaan luar negeri atau impor.
Permasalahan utama Perum Bulog utamanya terkait stok berasa mereka yang menumpuk di gudang karena beras sejahtera (rastra) yang selama ini disalurkan Bulog diambil alih oleh program BPNT.
Selama ini, beras Bulog kurang diminati para penerima manfaat BPNT. Hal itu terlihat dari berkurangnya volume penyaluran beras perseroan di gerai e-warong.
Pessel merupakan lumbung padi di Sumatera Barat. Namun potensi itu belum tergarap maksimal
Bulog memastikan ketersediaan beras tetap mencukupi meski CBP disalurkan ke korban bencana.
Capaian positif tersebut diraih setelah perseroan melakukan kegiatan pasar murah dan operasi pasar cadangan beras pemerintah (CBP) yang intens selama satu bulan penuh.
Sepanjang bulan Ramadan, Bulog telah menggelontorkan 225 ribu ton beras medium dengan rata-rata perhari mencapai 1.000 - 2.000 ton beras.
Penumpukan beras bisa mengakibatkan kerugian lantaran beras tersebut menjadi busuk karena tak terpakai
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved