Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Waktu pengiriman yang sangat panjang menjadi salah satu kendala.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku telah mengumpulkan sejumlah bukti terkait kejahatan dalam program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Direktur Utama Perum Bulog , Budi Waseso menilai kecurangan yang dilakukan para oknum tersebut sudah sangat masif dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.
Beras berfortifikasi dengan kandungan nutrisi mulai dari Vitamin A, Vitamin B1 (Tiamin), Vitamin B3 (Niasin), Vitamin B6, Vitamin B9 (Asam Folat), Vitamin B12, Zat Besi dan Zinc.
BPNT merupakan program milik Kementerian Sosial (Kemensos) yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiab bulan
Tiga BUMN yang bergerak di sektor pangan yakni Perum Bulog, PT Berdikari, dan PT PPI mendapat penugasan untuk mendatangkan daging sapi dari ‘Negeri Samba’ sebanyak 50 ribu ton sejak Agustus silam
Beras itu disiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah daerah ketika mengalami bencana kekeringan dan rawan pangan.
Bulog optimistis harga beras di dalam negeri tidak akan melonjak signifikan karena stok yang masih terjaga serta penyaluran beras ke pasar terus berlanjut.
BULOG terus komitmen melaksanakan tugas dari pemerintah untuk menyerap beras petani dan menyalurkan kepada masyarakat berpendapatan rendah yang menerima manfaat melalui program Rastra.
Salah satunya menciptakan cocoon, sebuah fasilitas penyimpanan yang mampu menjaga kualitas beras selama jangka waktu tertentu.
Direktur Komersial Bulog Mansyur mengatakan, penyerapan bisa naik dari saat ini yang sebesar 4.000 per hari.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antarkedua belah pihak di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta pada Rabu (31/7).
Darmin mengatakan bahwa itu adalah beras yang merupakan stok lama.
Tindakan itu dikhawatirkan berpotensi membawa kerugian sehingga BPK harus masuk mengaudit Bulog.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengungkapkan, kendati tak ada dukungan anggaran, perseroan tetap harus membuang beras yang mengalami kerusakan.
Ratusan ton beras tidak layak ini memang disimpan lama karena disiapkan hanya untuk bantuan sosial.
PERUM Bulog yang kini ditunjuk sebagai Manajer Penyediaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) harus memastikan berasnya berkualitas baik agar bisa bersaing
Selain inovasi untuk meningkatkan dan menjaga kualitas berasnya, Bulog perlu memperkuat koordinasi dengan Kemensos terkait data Keluarga Penerima Manfaat dan proses penyalurannya
KEMENTERIAN Sosial akhirnya menunjuk Perum Bulog sebagai penyalur beras utama program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
Sebagai manajer suplai, Bulog juga diizinkan menggandeng perusahaan-perusahaan di daerah untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved