Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Harga Beras Naik, Bulog Gelar Operasi Pasar

Andhika Prasetyo
24/9/2019 14:39
Harga Beras Naik, Bulog Gelar Operasi Pasar
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso(MI/Ramdani)

HARGA beras terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Pasar Induk Beras Cipinang, rata-rata harga beras medium pada Juni tercatat sebesar Rp9.997 per kilogram (kg) sekaligus menjadi yang terendah dalam sembilan bulan di 2019.

Harga mulai menyentuh Rp10.006 per kg pada Juli dan terus naik hingga Rp10.144 per kg pada September. Sebelumnya, pada Januari hingga Mei, harga juga selalu tercatat berada di atas Rp10.000 per kg.

Melihat tren kenaikan yang terus berlangsung, Perum Bulog melaksanakan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

Perseroan telah menyiapkan 500 ribu ton beras yang akan digelontorkan ke pasar-pasar di seluruh Indonesia sampai akhir tahun.

"Harga beras mulai meningkat karena panen sudah selesai. Harga gabah naik, harga beras jadi mahal. Kami mendapat penugasan untuk stabilisasi harga sampai Desember," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di kantornya, Jakarta, Selasa (24/9).

Baca juga: Bulog Siap Bongkar Kecurangan Penyaluran Beras

Dalam kegiatan KPSH, Bulog melepas beras ke pedagang dengan harga Rp8.350 per kg kemudian dijual ke konsumen seharga Rp8.600 per kg. Tidak hanya ke pedagang di pasar tradisional, beras-beras Bulog untuk kemasan ekonomis yakni 5 kg juga disalurkan ke toko-toko ritel modern.

Untuk memastikan pedagang menjual beras-beras Bulog dengan harga yang telah ditentukan, perseroan menurunkan tim untuk mengawasi kegiatan jual beli di pasar.

"Kami bangun komitmen untuk mengerahkan seluruh pegawai Bulog bahkan sampai kepala divisi semua harus turun ke pasar. Selain untuk mengawasi, mereka juga harus mengetahui bagaimana kondisi riil di lapangan," ucapnya.

Berdasarkan data Bulog, realisasi beras yang telah tersalur melalui pelaksanaan KPSH sejak 1 Januari hingga 23 September 2019 mencapai 333.401 ton.

Saat ini, stok beras di gudang-gudang Bulog diklaim sebanyak 2,3 juta ton.

Dengan demikian, masih banyak sisa cadangan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai serta kegiatan komersial.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya