Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
HARGA beras terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Pasar Induk Beras Cipinang, rata-rata harga beras medium pada Juni tercatat sebesar Rp9.997 per kilogram (kg) sekaligus menjadi yang terendah dalam sembilan bulan di 2019.
Harga mulai menyentuh Rp10.006 per kg pada Juli dan terus naik hingga Rp10.144 per kg pada September. Sebelumnya, pada Januari hingga Mei, harga juga selalu tercatat berada di atas Rp10.000 per kg.
Melihat tren kenaikan yang terus berlangsung, Perum Bulog melaksanakan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).
Perseroan telah menyiapkan 500 ribu ton beras yang akan digelontorkan ke pasar-pasar di seluruh Indonesia sampai akhir tahun.
"Harga beras mulai meningkat karena panen sudah selesai. Harga gabah naik, harga beras jadi mahal. Kami mendapat penugasan untuk stabilisasi harga sampai Desember," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di kantornya, Jakarta, Selasa (24/9).
Baca juga: Bulog Siap Bongkar Kecurangan Penyaluran Beras
Dalam kegiatan KPSH, Bulog melepas beras ke pedagang dengan harga Rp8.350 per kg kemudian dijual ke konsumen seharga Rp8.600 per kg. Tidak hanya ke pedagang di pasar tradisional, beras-beras Bulog untuk kemasan ekonomis yakni 5 kg juga disalurkan ke toko-toko ritel modern.
Untuk memastikan pedagang menjual beras-beras Bulog dengan harga yang telah ditentukan, perseroan menurunkan tim untuk mengawasi kegiatan jual beli di pasar.
"Kami bangun komitmen untuk mengerahkan seluruh pegawai Bulog bahkan sampai kepala divisi semua harus turun ke pasar. Selain untuk mengawasi, mereka juga harus mengetahui bagaimana kondisi riil di lapangan," ucapnya.
Berdasarkan data Bulog, realisasi beras yang telah tersalur melalui pelaksanaan KPSH sejak 1 Januari hingga 23 September 2019 mencapai 333.401 ton.
Saat ini, stok beras di gudang-gudang Bulog diklaim sebanyak 2,3 juta ton.
Dengan demikian, masih banyak sisa cadangan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai serta kegiatan komersial.(OL-5)
Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) menargetkan pendapatan dari pemanfaatan aset untuk pengembangan bisnis mencapai Rp100 miliar pada 2025.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI, Ananda Tohpati, meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk segera mengatasi kenaikan harga beras agar tidak menyusahkan masyarakat.
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa sejauh ini Bulog telah melakukan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) melalui berbagai skema.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) masih dalam angka aman. Sebelummya diberitakan beras premium dan medium mulai langka
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Ruszaeni, menjelaskan angka stunting di Kabupaten Tegal menunjukan trend penurunan meski relatif masih tinggi.
PERUM Bulog melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025 kembali mengarahkan fokusnya pada tiga bidang prioritas.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved