Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, jika beras yang ada di gudang Perum Badan urusan Logistik (Bulog) sudah tidak layak untuk dikonsumsi baik untuk pangan maupun pakan, hal tersebut sebaiknya dilakukan audit.
"Dari dulu juga selalu ada itu beras Bulog yang kemudian dianggap ngga layak lagi dikonsumsi, ya tinggal diaudit saja, berapa nilainya, kenapa dia begitu," katanya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/7).
Baca juga : Pemerintah Tidak akan Ganti Rugi Beras Bulog yang Rusak
Sebelumnya diberitakan, Bulog menyebutkan bahwa ada sekitar 50 ribu ton beras di gudang Bulog yang sudah sangat berpotensi turun mutu.
Terkait hal itu, Darmin mengatakan bahwa itu adalah beras yang merupakan stok lama.
"Kalau sudah terganggu kualitasnya, itu pasti harus direview, dicek oleh ahlinya, itu masih bisa ngga direproses, kalau ngga bisa, ya ngga bisa. (Atau) Bisa direproses mungkin (untuk) kasih makan kuda," pungkasnya. (OL-7)
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved